Saat Aku di Atas Gerbong Kereta


Ilustrasi Suasana Gerbong Kereta Penumpang

Ilustrasi Suasana Gerbong Kereta Penumpang

Saat aku memposting tulisan ini, dan saudara membacanya sebelum 9 jam sejak waktu penerbitannya, aku sedang berada di dalam perjalanan malam menggunakan kereta api pulang kampung dari Jakarta menuju kota halamanku, Solo. Aku berada di gerbong nomor 4 Senja Utama Solo dengan nomor tepat duduk 1 A. Di sampingku, ada seorang kawan kuliah bernama Saputro Kesit yang berada di kursi tempat duduk no 1 B.

Kereta api merupakan media transportasi favoritku pulang kampung hingga saat ini dari Jakarta, kendatipun jika aku ditanya soal kenyamanannya, aku lebih memilih menggunakan bus AC atau Eksekutif. Rata-rata kereta api jarak jauh kelas bisnis dan ekonomi di pulau Jawa memang sangat terkesan kotor dan kumuh. Namun, pilihanku menggunakan kereta api sebenarnya lebih disebabkan karena faktor ketepatan dan kecepatan waktu tempuhnya saja yang lebih dapat diandalkan dibanding dengan menggunakan transportasi bus malam. Namun jika berbicara kenyamanannya, BUS MALAM merupakan pilihan yang lebih pas.

Seperti hari-hari libur biasa, gerbong kereta yang kutumpangi kali ini masih saja dipenuhi para penumpang dengan segala macam profesi. Tak hanya itu, di saat berhenti di Stasiun Cirebon, puluhan pedagang asongan menjajakan dagangannya mencari peruntungan demi menghidupi keluarganya.

Mizon…Mizon…. Pop Mi…Pop Mi…” teriak mereka menawarkan dagangannya di sela-sela berhentinya kereta yang kutumpangi di Cirebon kisaran pukul 1 dini hari.

Karena aku dah mulai mengantuk, aku mohon doanya saja ya agar bisa selamat sampai tujuan di Solo.

Ada yang mau nitip oleh-oleh dari Solo atau malah berbagi kisah tentang suasana di kereta atau di Solo? Just leave your comment.

Ahmed Fikreatif

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Iklan

5 Tanggapan

  1. Titip batik Laweyan kk… ^_^

    • kmren sempet jualan d kantor batik2
      tp batik kauman

      kalopun tak beliin (misalnya)
      mau dianternya kemana??

      hmm

  2. Buat hadiah kk… hadiah buat orang yang selalu mengomentari postingan di blog saya, hehehe… gampang kan nganterinnya?

    • sama aja dong,,,
      sama aja aq beli utk aku sendiri…
      *_^

  3. naik di ‘atas’ apa di ‘dalam’ gerbong mas.?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: