Catur Bikin Cerdas ???

 

Catur

Catur

Catur = Cerdas ???

Selama ini, aku mengenal permainan catur sebagai sebuah permainan yang diyakini memacu dan meningkatkan serta merangsang kecerdasan otak manusia, khususnya anak-anak di masa kecil atau remaja. Hal itu kuyakini sejak aku sekolah SD di saat banyak orang-orang di sekitarku, tak terkecuali ayahku sendiri, menanamkan informasi itu di dalam otakku. Semakin sering info-info bahwa catur mencerdaskan dan memacu kinerja otak, maka aku pun pada akhirnya belajar catur kepada ayah dan om-ku. Akupun diajari bagaimana cara jalan pion (prajurit), raja / ratu, ster (ga tahu gimana tulisan benernya), menteri, kuda, dan benteng. Sesudah itu diajarkan misi dan tujuan permainan catur yang intinya mengemban misi men-skak Raja hingga ia tidak bisa berjalan ke mana-mana. Barulah kemudian, secara rutin aku mempraktekkan permainan ini. Lama kelamaan, aku mulai memahami strategi-strategi catur, bagaimana menyerang, bagaimana bertahan, dll.

Setelah yakin bisa dan mampu bermain dengan baik, kutantanglah om-om ku, bulik-bulik, adik, dan ayahku setiap harinya. Kalah menang sudah pasti ada. Namanya juga permainan. Jika waktu puasa tiba, maka catur adalah salah satu permainan yang kumainkan untuk membunuh waktu dan melupakan lapar yang terasa. Jika malam telah tiba sesudah sholat tarawih dan tadarus al Quran, berlanjutlah di serambi masjid, aku dan kawan-kawanku melanjutkan waktu dengan bermain catur.

Begitulah sekilas perkenalan dan persinggunganku dengan catur.

Satu hal yang dari dulu masih sering mengganggu pikiran dan otakku adalah pernyataan “permainan catur adalah permainan yang mencerdaskan”. Aku masih gusar dan merasa terus penasaran dengan pernyataan itu karena memang ketertarikanku pada awalnya dengan permainan catur adalah karena kesan yang dipersepsikan kebanyakan orang bahwa catur itu mencerdaskan. Persepsi itu semakin membuatku lebih semangat untuk bermain catur setelah aku membaca buku tentang catur di perpustakaan SD NDM. Di dalam buku itu juga disebutkan bahwa catur adalah merupakan permainan yang mencerdaskan dan banyak manfaatnya. Baca lebih lanjut

Strategi Seni Super Catenaccio ala Mourinho Tundukkan “Sang Dewa”

(klik di sini untuk perbesaran gambar)

(klik di sini untuk perbesaran gambar)

Strategi Seni Super Catenaccio ala Mourinho Tundukkan “Sang Dewa”

The “Dream Team” Barcelona boleh mengklaim timnya tahun ini [2009-2010] sebagai tim terbaik dunia yang musim sebelumnya sukses merebut 6 gelar. Semalam pun, di Stadion Nou Camp – markas besar Barca – Barcelona mengalahkan tim Inter Milan [1-0] wakil Liga Serie A Italia, Liga yang masih dalam krisis. Namun, bukan Barcelonitas yang berpesta merayakan kemenangan itu. Namun Internazionale Milan, pengurus, dan seluruh Interisti-lah yang bersukacita menyambut “kekalahan” semalam. Dan bukan tak mungkin fans Madrid dan seluruh tifosi Serie-A juga ikut merasa gembira dengan “kemenangan” Inter Milan yang meloloskan tim ini ke Final Liga Champion.

Banyak orang senang dengan kemenangan Inter Milan lebih disebabkan karena kekalahan Barcelona. Maksudnya, siapapun yang mengalahkan Barcelona, maka pecinta bola akan merasa senang. Itu karena Barcelona boleh dibilang sebagai tim terhebat tahun ini dengan cetakan-cetakan kemenangannya yang sensasional baik di liga lokal maupun Eropa. Bahkan musim kemaren, El Barca mampu menyapu bersih gelar seluruh kompetisi yang diikuti. El Barca sukses menggondol 6 gelar dalam semusim.

Kehebatan El Barca masih belum selesai karena melalui “magic” seorang Lionel Messi yang disebut-sebut sebagai “Sang Dewa”, El Barca semakin bertambah liar dalam pertandingan. Arsenal pun harus menelan pil pahit oleh gol-gol cantik “Sang Dewa”.

Namun demikian, sepakbola tetaplah sepakbola. Para pecinta sepakbola akan mengatakan bahwa Bola itu Bundar. Artinya, dalam pertandingan sepakbola, segalanya memungkinkan meleset dari prediksi. Kalau kataku, Hidup Manusia itu Ibarat Kerikil Dalam Cangkir. Tidak ada kesempurnaan yang benar-benar sempurna. Sepandai tupai melompat pun pada akhirnya jatuh pula. Sentuhan “Sang Dewa” pun ternyata tidak berkutik di hadapan manusia biasa seperti Cambiaso dan Javier Zanetti. Messi yang sebelumnya cerdik mengolah bola, ketika berhadapan dengan Inter Milan dalam dua kali pertandingan, ia sama sekali tak berkutik dan menunjukkan kelasnya. Xavi Hernander yang menjadi pengontrol serangan dan irama permainan El Barca selama ini juga hampir dikatakan kehabisan akal saat menghadapi juara Serie-A beberapa musim itu. Baca lebih lanjut

Orang Bilang Aku Workaholic….

Masih di kantor mas?” tanya Lylo.

Masih di kantor kk?” tanya Puri.

Kowe ki sih d kantor?” tanya Icha.

Jek nang kantor le?” tanya Gama.

Masih di kantor jam segini?” tanya beberapa orang lainnya lewat sms, YM, atau FB..


Workaholic (Sumber Gambar: www.careerwatch.wordpress.com)

Workaholic (Sumber Gambar: http://www.careerwatch.wordpress.com)

Setiap hari ada saja orang yang bertanya seperti itu kepadaku, baik secara langsung atau tidak langsung. Mereka menanyakan apakah aku masih di kantor. Biasanya pertanyaan-pertanyaan itu muncul di layar PC atau HP ku setelah maghrib dan kebanyakan setelah isya’.

Menjawab pertanyaan itu, akupun hanya menjawab dengan senyum 😀 atau sekedar menuliskan kata “iya..”. Selanjutnya banyaklah sindiran-sindiran atau respon dari kawan-kawan jika mengetahui aku masih di kantor pada jam-jam di atas waktu isya’. Gama menyebutku “Pemburu Dollar”. Sementara ada juga yang merespon dengan kalimat “lembuuuuuur teruuuuuus…”, “kerja teruus..”, “kenceng deh”, “mas, kasurnya pindah kos aja…”, “nunggu kuntilanak dulu baru pulang mas…?”, “mau nginep mas..”, “super worker”, “pegawai sejati”, “buruh patuh”, dan aneka sebutan lainnya yang tidak kuingat keseluruhannya. Intinya, kawan-kawan mengisyaratkan bahwa aku tergolong workaholic. Busyet apa iya gitu?

Workaholic dalam sebuah artikel diungkapkan memiliki arti penyebutan konotatif terhadap orang-orang yang mengabdikan untuk pekerjaannya atau suatu profesi yang digelutinya. Makna konotasinya muncul ketika pengabdian seseorang tersebut lebih besar terhadap profesi dan pekerjaannya daripada keluarga atau hubungan sosial lainnya. Lebih jauhnya, ia cenderung mengabaikan sisi perhatiannya terhadap keluarga atau sebuah hubungan sosial kemasyarakatan dan semisalnya. Terakhir sebagai kesimpulan, artikel tersebut menyebutkan salah satu ciri dan karakter teknis seorang Workaholic adalah kondisi jika seseorang membawa ponselnya ke tempat tidur, bekerja selama akhir pekan secara teratur dan gagal untuk menemukan waktu untuk bersantai setiap saat. Menurut artikel itu, inilah seorang yang disebut Workaholic. Ia terobsesi dengan pekerjaan sepanjang waktu dan memberikan prioritas untuk bekerja lebih dari keluarga dan anak-anak. Baca lebih lanjut

Gadis-Gadis Rusia Eksentrik & Pemberani

Mungkin, kematian memang bukanlah sebuah hal yang tak perlu diatkutkan karena memang kematian adalah sebuah keniscayaan. Namun aku rasa kebanyakan orang takut untuk menjemput atau menunggu mati dikarenakan bukan pada kematian itu sendiri, tetapi pada kehidupan sesudah kematian itulah yang ditakutkan. Bagi orang-orang yang masih memiliki keyakinan terhadap Tuhan dan agama, pastilah akan memiliki konsepsi tentang Surga dan Neraka, bagaimanapun gambarannya. Sehingga, hal tersebut selanjutnya akan memicu proteksi terhadap diri untuk tidak sembrono dalam menggunakan nikmat nyawa yang diberikan hanya satu oleh Allah. Segala aktivitas-aktivitas yang menjurus ekstrem dan berbatasan dengan hilangnya nyawa secara logic akan dihindari.

Tapi itu hanya untuk kebiasaan kebanyakan manusia. Di luar itu, masih banyak manusia-manusia “gila” yang berani bermain dengan taruhan nyawanya seolah-olah ia memiliki keyakinan kapan kematiannya tiba atau memiliki cadangan nyawa yang tersimpan di kamarnya sehingga jika suatu waktu nyawanya melayang ia bisa me-refill nya.

Coba kawan-kawan tengok gambar orang-orang muda Rusia yang eksentrik di bawah tulisan ini nantinya. Mereka ini sedang bermain-main dengan nyawa mereka sekedar untuk hiburan (barangkali). Kisahnya, salah seorang diantara sekelompok pemuda Rusia itu ingin mencoba aksi tidur di atas rel kereta api saat kereta api melintas di atas rel itu. Si pemuda “gila” itu nanti akan tidur di antara rangkaian rel hingga ada kereta yang lewat di atasnya. Sementara itu, kawan-kawannya yang lain akan mengabadikan aksi itu dengan kamera dan video. Baca lebih lanjut

Sebuah Award di Bulan April

Beautiful Blogger

Beautiful Blogger

Tidak disangka sekali ternyata blog saya yang masih baru ini mendapat sebuah award dari ~wibisono~. Award ini bernama blog beautiful Award.  Mungkin sedikit berlebihan pemberian award kepada saya, karena blog ini masih baru dan tulisan-tulisannya masih kurang sempurna bila dibandingkan dengan yang lain. 😀

Berawal dari postingan saya sebelumnya mengenai Dia Yang Kurindu, Telah Ditunggu Orang Lain… . Ada salah satu komentar dari ~wibisono~ yang memberikan sebuah award. Ternyata Award ini merupakan simbol dan ajang silaturahmi. Mungkin tujuan dari award ini merupakan penghargaan persahabatan diantara teman-teman blogger. Tidak sekedar blogwalking dan meninggalkan komentar, tapi juga ada ikatan persahabatan. 😀 . Terima kasih Award-nya ~wibisono~.

Ternyata bagi penerima award blog beautiful Award ini harus menyebarkan award ini kepada lima orang blogger lainnya. Jujur aku bingung harus gimana ambil kriterianya. Meskipun namanya blog beautiful Award, kuputuskan untuk tidak hanya kuberikan awardnya buat blogger cewek saja, tapi juga kepada yang cowok-cowok. Karena diminta suruh 5 orang saja, maka susah juga milih-milihnya. Namun apa boleh buat,  kuputuskan untuk memilih kelima orang yang kukasih award ini di bawah: Baca lebih lanjut

Sampah Kertas di Sudut Ruangan Kantor dan Dunia Paperless

Sampah Kertas di Sudut Ruangan

Sampah Kertas di Sudut Ruangan (klik untuk perbesar gambar)

Sampah Kertas di Sudut Ruangan Kantor dan Dunia Paperless

Mewujudkan dunia paperless, ngirit, dan hemat ternyata tidak semudah yang kubayangkan. Setiap hari, lebih dari 50 lembar kertas dalam keadaan normal terbuang sia-sia akibat seringnya salah cetak pada surat-surat, memo-memo, atau nota-nota dinas dan dokumen-dokumen lainnnya yang ku-print. Jumlah 50 lembar itu hanyalah jumlah kertas yang terbuang di ruangan bagian Corporate Secretary yang terisi oleh 6 orang saja. Dan itupun dalam kondisi kerja normal. Karena tak jarang pada posisi kerja tinggi, pernah aku menghabiskan lebih dari 1 rim sehari hanya karena dokumen-dokumen yang ku-print direvisi secara keseluruhan dan berulang-ulang oleh Manajer bagian-ku.

Foto di atas, adalah gambaran di ruangan bagian kantorku betapa banyak kertas-kertas yang terbuang percuma setiap harinya. Bayangkan jika sampah-sampah kertas ini dikumpulkan jadi satu dari keseluruhan sampah-sampah yang berada di bagian-bagian lain. Kemudian bayangkan juga jika seluruh perkantoran Jakarta membuang kertas-kertas nya seperti itu dan dikumpulkan jadi satu di sebuah lokasi. Dan bayangkan lagi jika seluruh kantor di Indonesia mengumpulkan sampah-sampah kertas seperti itu setiap harinya di satu lokasi tertentu. Barangkali, sampah-sampah kertas itu akan menumpuk setiap harinya mencapai puluhan ton setiap harinya. Mewujudkan dunia paperless agaknya masih terlampau sulit untuk diwujudkan dalam waktu dekat ini.

Lantas kenapa harus paperless?

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: