Bonbin Jurug, Taman Indah Kota Solo yang Terlupakan


Jurug Tampak Depan

Taman Jurug

Tanggal 25 – 28 Februari 2010 lalu, aku pulang Solo menghabiskan liburan panjang akhir pekan yang bertepatan dengan adanya libur hari Maulid Nabi Muhammad SAW. Selama empat hari, aku lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah untuk menguras rasa kangen yang cukup tak tertahankan (:D lebay) terhadap my hometown, Solo. Maklum, belum berkeluarga. Sambil jalan-jalan bawa kamera Casio Exilim Ex-Z75, kupotret beberapa hal yang menarik perhatianku. Salah satunya adalah Taman Satwa Taru Jurug Solo (TSTJ) atau yang lebih dikenal dengan sebutan Jurug atau nJurug oleh warga Solo.

Seingatku seumur-umur hingga aku nulis ini, aku baru mengunjungi taman ini 3 kali. Dua kali sewaktu aku masih sekolah TK, sementara yang sekali lagi sewaktu aku masih duduk di bangku SD kelas 5. Ada pengalaman tersendiri saat aku berkunjung di “Kebon Rojo” alias bonbin Solo ini bareng-bareng kawan-kawan sekolah. Kisah selengkapnya di Mengenang Masa Kecil Bersama 20 Siswa Luar Biasa.

Di dalam Taman Jurug, selain binatang-binatang, terdapat sebuah taman sebagai kenangan bagi seorang seniman “legenda” Indonesia, Gesang. Taman Gesang, demikian prasastinya tertulis. Di sebelahnya, terdapat bangkai sebuah pesawat kecil. Entah kenapa terdapat sebuah rongsokan pesawat yang dipamerkan di dekat taman Gesang itu.

Taman Satwa Taru Jurug Solo (TSTJ) pada awalnya merupakan pindahan Kebun Binatang Sriwedari yang lebih dikenal dengan sebutan “ Kebun Rojo“ yang didirikan Sri Susuhunan Paku Buwono X pada tanggal 20 Tahun Dal 1381 atau 17 Juli 1901 dan merupakan Kebun Binatang tertua. Pada awalnya merupakan tempat hiburan bagi keluarga Raja ( berisi koleksi satwa ) akhirnya berkembang sebagai tempat rekreasi untuk masyarakat.

Pada tahun 1983 Masehi, Kebun Rojo Sriwedari dipindahkan ke Taman Jurug karena keberadaannya dianggap sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan kota karena berada ditengah pusat Kota Surakarta. Dipindahkanya Kebun Binatang Sriwedari ke Taman Jurug pada mulanya bersifat titipan dari pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta, pada tempat rekreasi Taman Jurug yang merupakan salah satu taman rekreasi yang berada di Kota Surakarta bagian timur, didirikan Tahun 1975 yang dikelola oleh PT. Bengawan Permai.

Pada perkembangannya kemudian, PT. Bengawan Permai tidak mampu lagi mengelola satwa titipan tersebut dan akhirnya tahun 1986 pengelolaannya diserahkan kembali kepada Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta. Melalui Surat Keputusan Walikota Kepada Daerah Tingkat II Surakarta No. 556/96/1986, pengelolaannya diserahkan kepada Dinas Pariwisata Daerah Tingkat II Surakarta.

Agar pengelolaannya lebih professional, maka dibentuklah suatu badan yang terbentuk Yayasan Bina Satwa Taru Surakarta berdasar akte notaris Budi Maknawi, SH No.36 tanggal 19 Nopember 1986 yang anggotanya terdiri dari berbagai unsur Pemerintah, profesional, tokoh masyarakat, usahawan dan unsur pendidikan.

Dalam perjalanan waktu selanjutnya, Yayasan Bina Satwa Taru ternyata belum dapat memenuhi harapan masyarakat, sehingga pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta bekerjasama dengan investor PT. Solo Citra Perkasa melalui surat perjanjian :
No. 556.4/1997 , No. 035/PT.SCP/VII/1977 Tanggal 7 Juli 1997.

Lagi-lagi, Taman Jurug masih belum bisa berjalan seperti yang diharapkan, bahkan PT. SCP selaku pengelola tidak dapat memenuhi kewajiban seperti apa yang tertuang dalam Surat Perjanjian, selain itu PT. SCP tidak dapat menjalin kerjasama dengan lingkungan / masyarakat.

Maka kemudian pada tanggal 8 Nopember 2000 dengan berbagai pertimbangan dan proses yang panjang, Pemerintah Kota Surakarta mengambil alih pengelolaan TSTJ melalui Surat Keputusan Walikota No. 556.4.05/256/I/2000 dan selanjutnya dibentuklah Tim Pengelola Sementara TSTJ Surakarta yang diketuai oleh Asisten I Tata Praja dan beranggotakan Instansi terkait dibantu dari Kebun Binatang Gembiraloka Yogyakarta.

Jurug Tampak Depan

Halaman Taman Jurug Depan

Setelah Tim Pengelola Sementara TSTJ berjalan kurang lebih 2 tahun, kemudian Walikota Surakarta membentuk pengelolaan menjadi Unit Pengelolaan Taman Satwa Taru Jurug. Unit Pengelola TSTJ Surakarta ini berlangsung dari tanggal 13 Nopember 2002 sampai dengan tanggal 8 mei 2006.

Sesuai dengan perkembangannya kemudian, ternyata Unit Pengelolaan ini dipandang kurang sesuai, sehingga perlu untuk disempurnakan, menjadi bentuk BUMD. Melalui Peraturan Walikota Surakarta Nomor 7 tahun 2006 tertanggal 8 mei 2006 tentang Pembentukan Satuan Tugas Pengelolan Taman Satwa Taru Jurug Solo yang dirubah Dengan Peraturan Walikota Surakarta Nomor 8A tahun 2006 tentang perubahan atas Peraturan Walikota Surakarta Nomor 7 tahun 2006 tentang pembentukan Satuan Tugas Pengelolaan Taman Satwa Taru Jurug Solo tertanggal 1 Juni 2006 Keputusan Walikota Surakarta Nomor 13 tahun 2002 tentang pembentukan Unit Pengelola Taman Satwa Taru Jurug tidak berlaku.

Demikianlah sejarah panjang taman Jurug yang menjadi taman terpinggirkan di Solo sesuai lokasinya yang berada di pinggiran perbatasan kota Solo tepat di sisi aliran Bengawan Solo. Dalam sebuah lagu tembang gendhing keroncong, nama taman Jurug diabadikan. Berikut syair lagu tersebut:

Taman Jurug


Ning kutho solo
tuo lan mudo
nyang taman jurug
pinggir bengawan solo

mudo lan mudi
awan lan bengi
do suko suko
nanging ojo ngiket janji

cahyaning bulan
nrajang pucuking cemoro
angin kang teko
sasat nggowo gendhing tresno

banyu bengawan
sinorot cahyaning bulan
lir sewu dian
alerap ngugah kenangan

ngersake opo
mung sarwo ono
ning taman jurug
taman indah kuto solo

papan kreasi
mudo lan mudi
sing tuo tuo
welinge jo nganti keri
(diulang-ulang aja sampai sepuasnya 🙂 )

Ahmed Fikreatif

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Taman Jurug

Ning kutho solo

tuo lan mudo

nyang taman jurug

pinggir bengawan solo

mudo lan mudi

awan lan bengi

do suko suko

nanging ojo ngiket janji

cahyaning bulan

nrajang pucuking cemoro

angin kang teko

sasat nggowo gendhing tresno

banyu bengawan

sinorot cahyaning bulan

lir sewu dian

alerap ngugah kenangan

ngersake opo

mung sarwo ono

ning taman jurug

taman indah kuto solo

papan kreasi

mudo lan mudi

sing tuo tuo

welinge jo nganti keri

(diulang-ulang aja sampai sepuasnya 🙂 )

Iklan

3 Tanggapan

  1. itu bukan rongsokan pesawat or pesawat rongsokan tp ada sejarahnya.. coba di cari juga sejarahnya ok.

    • kapan-kapan ke taman jurug ahhhhh

  2. pengen pengen ke tmn jurugggg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: