Pengalaman Bodoh & Memalukanku di dalam Lift


Pernah terjebak di sebuah lift? Atau barangkali pernah bikin ulah atau tindakan bodoh yang tidak disengaja di sebuah lift? Aku pernah mengalaminya sekali sepekan lalu (Kamis, 25 Maret 2010). Yang kualami sebenarnya adalah tindakan “bodoh” di dalam lift.

Ketika itu, Kamis siang sekitar pukul 14.00an, aku datang naik mobil kantor diantar sopir di Gedung Dana Graha Gondangdia Kecil Menteng untuk menemui dan mengambil sebuah dokumen di kantor Law Firm Joni Tanamas. Sebenarnya aku agak tergesa-gesa mengambil dokumen itu karena beberapa pekerjaan di kantor masih menumpuk dan belum terselesaikan sementara dikejar deadline. Agak sedikit berjalan cepat aku masuk ruang lobby dan menuju lift. Aku pencet tombol agar pintu lift segera terbuka.

Setelah terbuka, akupun melangkah masuk di ruangan lift yang hanya muat 12 orang. Kebetulan ruangan lift ketika tengah kosong. Aku sendirian. Karena aku terburu-buru, aku segera pencet tombol lantai yang kutuju. Aku pencet nomor 3. Karena berharap pintu segera tertutup dan masih dalam perasaan terburu-buru, secara reflek kupencet tombol Darurat / Emergency Call (atau apalah namanya aku lupa) yang sebenarnya kumaksudkan adalah tombol menutup pintu lift. Deg, aku baru tersadar yang kupencet salah. Jantungku berdegup lebih kencang sesaat kemudian. “Apa yang terjadi habis ini ya?” pikirku. Sepersekian detik aku segera pencet tombol penutup pintu.

Selang beberapa detik (2-3 detik) belum ada reaksi apapun dengan lift itu. Namun setelah kisaran 3 detik kemudian, pintu lift mengeluarkan sirine cukup keras. “Tuit..tuit..tuit..dst..”. Aku agak panik, jantungku tambah berdegup lebih kencang lagi. Dalam batin aku berharap agar tidak ada yang tahu dan mendengar bunyi sirene itu. Aku juga berharap bunyi itu segera berakhir.

Sampai di lantai 3, aku segera menuju kantor Law Firm yang kutuju. Ups,,, keberuntungan belum berpihak padaku. Orang yang kucari tengah sholat. “Aduuuuh,,, jangan lama-lama plis sholatnya…,” kataku dalam hati karena masih takut bercampur malu tentunya jika harus berhadapan dengan Satpan dan Security gedung. Bunyi darurat itupun masih saja berbunyi cukup kencang. “Hufffffftt……..”; bayangin jika kamu pada posisi saat itu.

Sekitar 4 menit kemudian, orang yang kucari selesai sholat dan menyerahkan dokumennya padaku. Aku segera ngacir saja dari kantor Law Firm itu. Bunyi sirene masih saja berdering. Mulutku tak henti-hentinya komat-kamit. Aku masuk dari lift sebelah yang kupakai saat aku naik sebelumnya. Saat berada di lantai 1, pintu terbuka. Aku semakin deg-degan siapa gerangan yang akan masuk. “Owh, ternyata seorang tamu juga seperti aku,” dalam hatiku. Sampai lantai dasar, aku masih cemas jikalau ada beberapa petugas yang ada di ruang lobby di depan pintu lift menunggu :”orang iseng” yang mencet tombol darurat lift, aku :).

Sampai di lantai lobby / dasar, ternyata ruang lobby kosong dan sepi, hanya ada seorang perempuan yang duduk di kursi yang barangkali menunggu seseorang. Bunyi sirene masih saja berbunyi cukup keras terdengar di telingaku. Aku segera mempercepat langkah keluar gedung dan sedikit melirikkan mata ke arah pos jaga satpam. Mereka ternyata justru sedang asyik ngobrol. Beberapa puluh langkah kemudian aku sampai di mobil yang mengantarku. Segera kubuka pintu dan kukeluarkan nafasku pertanda lega karena terhindar dari malu. Huuuuffffffffff.

alhamdulillah,” kataky dalam hati.

Sopir yang mengantarku tersebut pun tertawa terbahak-bahak saat kuceritakan kejadian beberapa saar sebelumnya itu. Hmm,,, baru kali ini aku merasa terjebak di sebuah lift atas ulah dan tindakan bodohku sendiri sekalipun tidak disengaja. Untungnya tidak ada yang tahu. Hahahaha. So, sekarang aku sudah tahu reaksi apa yang timbul jika memencet tombol Darurat / Emergency. Saranku,,, Don’t Try This At Home !!! 🙂

Bagaimana dengan pengalaman kamu di lift? Pernahkah terjebak di sebuah lift seolah menjadi orang yang “bodoh”? Leave your comment yach !!!

Ahmed Fikreatif

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Iklan

8 Tanggapan

  1. luucuu…..
    jd bayangin klo aku berada dlm keadaan spt itu….serba salting n dag dig dug terus pastinya.
    alhamdulillah…untung g da yang tau ya…
    aku jg sempat bertanya2 n penasaran tombol darurat tu reaksinya gmn klo dipencet.terima kasih sudah cerita n memberitahu…
    *pelajaran:walau dalam keadaan tergesa2 tetap hrs tenang kali ya.begitukah??…(tp susah kyknya)

    • sama2 deh dek FITROH….
      😀

      terimkasih pelajarannnya

  2. Ahhh!! klo saya malah kebalikannya kk. Mencet tombol Darurat, tapi tidak ada apapun yang terjadi.

    Saya curhat dikit yah kk…

    Yah, berawal ketika mau menjenguk ayah di rumah sakit tengah malam. Ketika masuk lift (sendiri) dan mo naek ke lantai 3, tiba-tiba bergerak tersendat-sendat dan…. mati!!!
    Karena panik, saya pencet tuh tombol darurat berulang kali, tapi ga ada yang terjadi… Melambai-lambaikan ke cctv juga ga ngaruh…
    Merasa tidak berdaya, akhirnya saya hanya bisa terduduk di sudut ruangan… dan menangis…. T_T

    Saya ga tau berapa lama (yang pasti saya merasa lama sekali) akhirnya lift kembali jalan… begitu pintu terbuka, saya lihat banyak orang sudah berkumpul. Karena rasa stress, panik, bercampur malu yang tak tertahankan… akhirnya saya jatuh pingsan.

    Belakangan saya tahu, klo ternyata beberapa lift di rumah sakit itu kalau malam memang dimatikan untuk menghemat pemakaian listrik katanya… >_<

    Tapi kenapa harus ketika saya berada di dalamnya???

    • kmu serius Pur????
      jd kmu tidur semalaman di Lift itu dong???
      kpn tuh kejadiannya???
      kelas berapa?
      untung aku ga ada di situ…
      coba kalau aku ada di situ seruangan denganmu
      hmmm
      apa kata dunia????????? 😀

      boleh sebut rumah sakitnya ?
      jd, niat mau njenguk, eee ternyata malah dijenguk ya?

      • Ya enggak sampe semalaman gitu kk… Mungkin sekitar 15-30 menit doank. Tapi walau gitu, rasanya lamaaaa… apalagi stres menyebabkan pikiran yang melayang kemana-mana. Mungkin ada kebakaran lah, lift nya mau putus lah dll…

        Hihihi… ogah ah nyebut nama. Takut dituntut kek prita… Orang 30 menit terkurung di lift aja udah stres berat, apalagi mesti dikurung di penjara… T_T

  3. @Puri: alah2…
    knp takut? kalao kek Prita haruse seeng lah,
    jd terkenal dan dpt duit
    hehhehehe

    emang pernah di penjara??
    enak lho…

  4. haha..
    “bayangin jika kamu pada posisi saat itu.”

    udah aq bayangin.. dan hasilnya pasti muka mengkerut.. keringet dingin..

    • @Maseko: halah.
      mosok sih?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: