Bus Surat & Perilaku Sebagian Masyarakat Kampus UNS


Bus Surat Kotor

Bus Surat yang Dipenuhi Tempelan Poster (foto diambil di belakang kampus UNS)

Tanggal 25 – 28 Februari 2010 lalu, aku pulang Solo menghabiskan liburan panjang akhir pekan yang bertepatan dengan adanya libur hari Maulid Nabi Muhammad SAW. Selama empat hari, aku lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah untuk menguras rasa kangen yang cukup tak tertahankan (:D lebay) terhadap my hometown, Solo. Maklum, belum berkeluarga. Sambil jalan-jalan bawa kamera Casio Exilim Ex-Z75, kupotret beberapa hal yang menarik perhatianku. Salah satunya adalah Bis Surat atau sebagian menyebutnya Kotak Pos di belakang kampus UNS.

Heran aku dengan keadaan Bis Surat yang ada di belakang kampus UNS yang kulihat (lihat di gambar). Sangat kotor hingga tidak terlihat seperti bis surat. Beberapa orang sempat berpikir dan menduga-duga bahwa bis surat itu sudah tak berfungsi lagi. Padahal sebenarnya Bis Surat itu masih berfungsi dan setiap periode tertentu akan diambil oleh petugas dari PT. Pos Indonesia (selanjutnya disebut Kantor Pos).

Sebuah sarana atau fasilitas umum yang berada di tengah-tengah masyarakat berpendidikan seperti kampus UNS ini pun tidak menjamin bebas dari tangan-tangan jahil. Pada foto di atas, kita bisa melihat dan menyaksikan bahwa tingkah laku mahasiswa pun juga masih perlu dibenahi. Sudah jelas-jelas Bus Surat adalah fasilitas umum yang disediakan untuk membantu pengiriman surat yang selayaknya kita jaga dan lestarikan. Namun pada foto di atas kita bisa melihat fasilitas itu justru menjadi media iklan dan sarana penempelan poster-poster acara-acara kampus. Dan lebih memalukannya lagi, hal itu kejadian di kawasan orang-orang yang konon terpelajar. Kok bisa?

Lalu, aku coba bandingkan dengan kondisi bus surat di foto dengan bus surat di dalam kampus -tepatnya di depan KOPMA UNS. Hasilnya ternyata sama saja. Bus Surat itu juga dipenuhi oleh poster-poster acara mahasiswa. Kotor dan lusuh. Sementara saat aku melihat kondisi Bus Surat di luar kampus, di tepi jalan-jalan protokol lainnya, kondisinya justru lebih bersih dan bebas tempelan poster-poster. Sebenarnya, lebih berpendidikan mana sih antara mahasiswa dengan orang-orang jalanan??? Yahh,, semoga selanjutnya tidak ada lagi mahasiswa-mahasiswa yang mengotori Bus Surat di kampus UNS terutama dengan aneka poster dan pengumuman serta iklan-iklan tertentu.

Istilah Bus Surat

Istilah Bis Surat adalah sebuah peristilahan yang diterjemahkan dari bahasa Belanda Brievenbus. Brievenbus memiliki arti yaitu tempat atau kotak untuk mengirim surat yang sudah diberi alamat tujuan yang jelas, dan perangko yang cukup.

Surat-surat yang terkumpul dalam bis surat itu dikumpulkan secara reguler oleh petugas kantor pos yang selanjutnya menstempel perangko yang ditempelkan di atas amplop. Namun dulu saat masih SD atau barangkali masih belum masuk SD, aku sempat berpikir bahwa cara kerja Bus Surat adalah menjadi semacam alat yang mengantarkan secara otomatis dan langsung ke alamat yang dituju. Setelah dijelaskan ayahku, aku baru paham mekanismenya.

Bis surat biasanya ditempatkan di pinggir jalan sebagai salah satu “tontonan” jalan yang banyak ditemukan diberbagai bagian kota 😀 . Saat kuliah, sempat aku berfikir dengan berjamurnya kantor-kantor pos kecil di sudut-sudut kota hingga ke pelosok desa membuat keberadan bus surat bakalan punah belum lagi dikarenakan banyaknya pula perusahaan-perusahaan ekspedisi serupa yang menawarkan jasa pengiriman surat dengan aneka macam nama. Namun ternyata hingga tulisan ini diposting pun masih ada saja Bus Surat yang dimaksud.

Kira-kira, masih ada ga ya orang yang mengeposkan surat melalui bus surat itu?? 😀 Kok aku tidak yakin ya petugas Kantor Pos bakalan menemukan surat di dalam bus surat saat ia membukanya sesuai jadwalnya. Malah aku lebih yakin di dalam Bus Surat itu justru dipenuhi kertas-kertas kosong, kerikil-kerikil, atau aneka macam jenis sampah yang dimasukkan oleh “tangan-tangan jahil”. 😀

FAKTA: Pada tahun 2006 ada lebih dari 100 bis surat di Bandung, dan sekarang tinggal 66. Manajer Antaran Mail Processing Center PT Pos Indonesia Toto Ibrahim mengatakan, salah satu penyebab tergerusnya pengguna bis surat adalah SMS. “Kehadiran teknologi seperti SMS membuat produksi bis surat menurun drastis. Contohnya, kalau dulu orang suka mengirim kuis melalui surat, sekarang kuis sudah bisa dikirim melalui SMS.” Akibatnya, PT Pos Indonesia terpaksa menyabut sejumlah bis surat yang umumnya dipasang di pinggir jalan.

Sementara, Mandor Delivery Center Kantor Pos cabang Kosambi Asep menjelaskan, penurunan produksi bis surat mulai terasa dari tahun 2004. “Terkadang dalam satu hari, sebuah bis surat tidak ada isinya sama sekali,” jelasnya. (sumber: di sini)

Ahmed Fikreatif

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan

Iklan

4 Tanggapan

  1. waduh mas, bener! piye jane kui bis surat. mungkin karna kemajuan teknologi, ada sms, email dan semacamnya, jadinya budaya surat menyurat dah mulai tergeser.
    jadi inget jaman pacaran, surat suratan teruuus 😀

    • halah, kok jaman mbiyen,,,
      jaman saiki wae msh ada yg pakai surat2 kok…

      kali aja biar lebih mendalam dan terasa ngangeninya kale mas..

  2. ehh… 34 nya lagi kemana yak?

    • km simpan kale Pur….

      ya ditarik dr peredaran krn ga ada yg ngisi KOTAK AMALNYA itu
      hahahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: