Pintu Air Demangan – Sangkrah


Pintu Air (Terlihat Dari Arah Selatan)

Pintu Air (Terlihat Dari Arah Selatan)

Tanggal 25 – 28 Februari 2010 lalu, aku pulang Solo menghabiskan liburan panjang akhir pekan yang bertepatan dengan adanya libur hari Maulid Nabi Muhammad SAW. Selama empat hari, aku lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah untuk menguras rasa kangen yang cukup tak tertahankan (:D lebay) terhadap my hometown, Solo. Maklum, belum berkeluarga. Sambil jalan-jalan bawa kamera Casio Exilim Ex-Z75, kupotret beberapa hal yang menarik perhatianku. Salah satunya adalah Pintu Air Demangan atau Sangkrah di samping.

Selama masih duduk di bangku sekolah dasar, aku cukup sering bermain di pintu air ini. Hal ini dikarenakan beberapa kawan SD ku tinggal di bantaran Kali Pepe dan daerah yang tidak jauh dari lokasi pintu air ini sehingga aku cukup sering main-main ke tempat ini. Mereka adalah Usep Ardianysah, Muhammad Ridwan, dan Fariz Maulana.

Keberadaan pintu air ini cukup berarti dalam upaya menanggulangi banjir yang cukup sering terjadi di daerah ini. Kendatipun usianya sudah tidak muda lagi, pintu air ini masih cukup berfungsi untuk menahan limpahan banjir dari Sungai Bengawan Solo yang meluap. Meskipun beberapa kali, pintu air ini juga tidak bisa menahan kuatnya luapan air Bengawan Solo yang ingin “mengunjungi” pusat kota Solo. 😀

Sejauh yang kuketahui, jika melihat umur pintu air ini, sudah seharusnya jika pintu air ini pensiun dari tugas beratnya. Betapa tidak, pintu air Demangan itu dibangun Paku Buwono X (PB X) sejak 1918 untuk menahan luapan banjir Bengawan Solo yang kala itu sering masuk hingga pusat kota dan keraton. Pintu air Demangan mempunyai tiga pompa berkekuatan serap 1,1 m kubik/detik, dan tiga pompa berkekuatan serap 3 meter kubik/detiknya untuk mengurangi ketinggian air. Sedangkan yang dijadikan patokkan membuka dan menutup pintu air, adalah ketinggian permukaan sungai Bengawan Solo.

Pintu air itu sendiri melintang di atas Kali Pepe yang mengalir menuju Bengawan Solo. Yang membuat unik dari pintu air ini adalah dikarenakan fungsinya yang selain sebagai pintu air berturbin untuk pencegah banjir juga berfungsi sebagai kreteg a.k.a jembatan penghubung antara dua kalurahan. Hanya saja, yang diperbolehkan melewati jembatan sekaligus pintu air ini hanya kendaraan roda dua dan becak jika bisa karena setahuku di kedua sisi ujung pintu air terdapat portal.

Pintu Air (Terlihat Dari Utara)

Pintu Air (Terlihat Dari Utara)

Jalan yang dihubungkan oleh pintu air ini sebagai jembatan sebenarnya adalah tanggul yang bagian atasnya diratakan lalu diaspal sehingga bisa dialihfungsikan sekaligus sebagai jalan lalu lintas warga yang ingin motong jalan agar terhindar dari kemacetan jalan di kawasan Pasar Kliwon, Lojiwetan, atau Pasar Gedhe, disamping sebagai pencegah luapan banjir Bengawan Solo yang akan masuk ke pusat kota.

Ahmed Fikreatif

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Iklan

Satu Tanggapan

  1. Mengingatkanku juga… aku tinggal di Demangan sebelah selatan Pintu Air. Aku sering main di sini; main mobil-mobilan dari kayu yang berodakan 4 laher sepeda… Dulu yang jaga pintu air namanya pak Wir… entahlah sekarang…. Tahun 1965 hingga tahun 1990 an aku masih di Demangan. Kini aku berdomisili di Depok Jabar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: