Cyber Style di Taman City Walk Solo


Sepasang Siswa Sekolah Sedang Hotspot Sambil Nglesot

Sepasang Siswa Sekolah Sedang Hotspot Sambil Nglesot

Tangal 25 – 28 Februari 2010 lalu, aku pulang Solo menghabiskan liburan panjang akhir pekan yang bertepatan dengan adanya libur hari Maulid Nabi Muhammad SAW. Selama empat hari, aku lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah untuk menghabiskan rasa kangen yang cukup tak tertahankan (:D lebay) terhadap my hometown, Solo. Maklum, belum berkeluarga.

Tempat yang pertama yang kukunjungi kali ini adalah taman city walk. Di sini, aku dulu sering menghabiskan banyak waktu untuk mengakses internet memanfaatkan fasilitas free hot spot area yang setahuku di-support oleh Pemkot Surakarta bekerjasama dengan PT. TELKOM SOLO.

Selama aku masih menjadi mahasiswa UNS Solo, tempat ini (bc: city walk) merupakan tempat favorit bagi para netter-netter dan blogger-blogger Solo untuk sekedar mengakses internet secara gratis memanfaatkan fasilitas hot-spot tersebut. Tempat lain yang juga menjadi favorit untuk berhot-spot ria adalah Warung HIK Speedy Grand Mall dan Puskom UNS. Selebihnya, masih banyak tempat-tempat lainnya yang menyediakan fasilitas hostpot namun kurang favorit dikunjungi oleh para pengakses internet warga Solo.

Ketika aku mencoba menengok kembali suasana citywalk 25 Februari 2010 kemaren, suasana citywalk tak terlampau berubah. Masih banyak warga Solo yang meramaikan taman citywalk untuk berhotspot ria. Beberapa siswa-siswi sekolah terlihat menjinjing notebook dan netbook. Sementara beberapa lainnya yang tidak memiliki atau tidak sedang membawa laptop, berupaya menikmati suasana jalan Slamet Riyadi sambil santai menikmati makanan-minuman yang dijual para PKL.

Sejak diresmikan dengan memecahkan rekor MURI pada tanggal 30 Juli 2008, Solo memang berniat memperjuangkan diri menjadi kota Cyber City. Beberapa lokasi difasilitasi dengan free hot spot area. Tak salah kemudian ketika remaja-remaja Solo kemudian sedikit demi sedikit mengubah gaya hidup kongkow mereka menjadi gaya cyber style atau gadget style.

Perubahan tren di kalangan remaja Solo khususnya ini ibarat dua sisi mata uang. Ia memiliki sisi negatif dan sisi positif. Sisi positifnya, tak sedikit remaja-remaja tingkat SMP, SMA, dan mahasiswa-mahasiswa yang kemudian mendadak suka menulis melalui media blog. Lomba-lomba ajang kreativitas remaja dalam dunia IT dan Desain Grafis seperti desain web, template, layout, dan lainnya yang sering diadakan memacu kreativitas remaja Solo untuk membuat sebuah karya-karya.

Sekalipun banyak nilai positifnya, sisi negatif juga melingkupi perkembangan tren cyber style remaja Solo. Terlebih lagi setelah booming Facebook sebagai situ jejaring sosial yang dinilai komplit dengan berbagai macam aplikasi. Permainan Poker di Facebook misalnya, sempat menjadi tren sebelum akhirnya Polisi turun tangan membubarkan sekumpulan orang yang berhotspot sambil bermain poker di area-area hotspot. Meskipun tanpa mengeluarkan uang, konon seseorang yang memiliki kekayaan di account Pooker Facebook bisa menguangkannya dengan nilai nominal tertentu. Sebuah bentuk perjudian terselubung inilah yang dianggap menjadi sisi negatif tren cyber style di beberapa kota, Solo khususnya. Di sisi lain, bertambahnya lokasi-lokasi hotspot di Solo sudah bukan rahasia lagi membuat orang lebih mudah mengakses situs-situs porno dan asusila.

Memang sebuah hal selalu memiliki dua sisi yang berlawanan. Dan beginilah situasi yang ada dan realita yang terjadi. Akankah Solo akan semakin meneguhkan cita-citanya sebagai kota Cyber City ? Tentunya hal itu merupakan cita-cita yang baik selama hal-hal negatif yang ada bisa dikikis dan syukur-syukur dihilangkan.

Suasana Hot-Spotan di Sudut Taman City Walk Solo

Suasana Hot-Spotan di Sudut Taman City Walk Solo

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Iklan

16 Tanggapan

  1. Jadi kangen solo. 😦

  2. wah asyik mas y ada frre hotspot. coba ditempatq ada hotspot pasti deh setiap hari saya g’ akan pernah absen..he3..
    btw, kalo dipikir-pikir poker emang bisa jadi judi y….

  3. @Ribby: Podo! tiap hari kangen Solo.. 😀

    @Nuzul: sdh ada sejak 2008; emang tempatmu dimana?? SBY?? wah, ga tahu juga poker bs uat judi pa ga.. yg jelas setahuku semua hal bs dibikin judi…

  4. iya nie d kampung mulyorejo surabaya, silakan kalo mo mampir kasih tau y

  5. wah aq wis sue nang solo tapi rung tau hotspotan nang citywalk 😦 yo gengsi sitik lah hehehe, lha bener sing akeh bocah2 smp karo sma, wah ribute ra umum cah 😀
    Wah katanya emang gitu, poker bisa diuangkan tuh. Ya bisa dibilang judi terselubung juga. Hmm..memang semua ada sisi negatif dan positif, tinggal gimana yang tua membimbing yang muda, dan yang muda dengerin yang tua, kalo ga gitu ya..sampun telas 🙂
    Btw foto nang ndi kui? Slamet riyadi to mas?

  6. Di Surabaya belum ada City Walk kayak di Solo…
    >>Dalam suatu perkuliahan di jurusan arsitektur, seorang dosen menunjukkan gambar2-pemandangan di City Walk. Para mahasiswa pun mengira gambar2 tersebut diambil dari sebuah kota di luar negeri,salah satu dari mereka mengira pemandangan itu berada di Singapura…..Sang dosen pun lalu mengatakan bahwa gambar2 itu diambil di kota “Solo”.
    I love Solo…

  7. @Nuzul: insya Allah.. kalao ke Suroboyo..

    @ Darin: hahahaaha,,, yo yen saiki mungkin gengsi..
    klo konteksnya jaman dulu mungkin beda.

    sampun mas.. sampun telas….
    iku foto di ambil di taman City Walk Solo tepatnya di depan Bank BII atau depan Solo COnvention Center a.k.a Diamond Restaurant.

    @Fitroh: Oh ya??? berarti dr sisi tata kota, Solo sdh mulai menata kota dg lbh baik; Foto-foto di City Walk Solo insya Allah menyusul. (lg nyusun naskah tulisane)
    City Walk di Bandung pun juga menurutku tdk sebagus di Solo, di sana kesannya tdk bs lepas dr yg namanya mall; Bandung kurang bisa memadukan antara modernitas dan tradisi serta kultural. Mungkin juga hal itu disebabkan oleh sejarah panjang Bandung sebagai kota Belanda..

    so, We Love Solo…

  8. Yang penting isi blognya bermanfaat semua deh …

  9. betul sekali itu,,,,kalau isi pasti bermanfaat,,,

    • makasih

  10. Hmmm menurutku ya …. positive negatif nya tuh ada lagi bisa aja akan menambah kasus pencurian. karena kan pada bawa laptop jadi akan bertambah kasus pencurian hehehehe

    • @Aulia : halah: maksa ! :p

      tp gpp, makasih komennya

  11. thanks to info,,,memang semua ada sisi negatif dan positif, tinggal gimana yang tua membimbing yang muda, dan yang muda dengerin yang tua, kalo ga gitu ya..sampun telas …he

    • makasih tambahan komentarnya mas..
      😀

  12. martabak.honi.co

    sambil facebook sambil makan.hehe

  13. dari desa sampe ke dusun, dari metropolitan sampe kepedalaman, semua orang lagi demam cyber, tapi ati2 jangan sampe femomena seperti ini mnjadi sindrom yang menghambat kenerja, hingga akhirnya kita terhnti selangkah untuk maju……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: