Gadget Yang Ada di Kamar Kostku


Gadget yang ada di Kamar Kos

Apakah aku Gadget Man???

Pertanyaan itu kutanyakan pada diriku sendiri. Terutama saat aku tersadar bahwa di dalam ruang kost kecilku yang seukuran 2 x 2,5 meter, terdapat beberapa alat elektronik (lihatlah gambar di samping). Satu laptop Lenovo G400, satu netbook Lenovo Thinkpad X100e, dua flashdisk Kingstone masing-masing 8 GB dan 1 GB, Satu kamera saku digital Casio Exilim Ex-Z75, dan empat handphone aneka merk.

  1. Notebook Lenovo G400. Laptop ini kubeli dalam rangka membantu selesainya skripsiku dan kesibukan-kesibukanku yang lain saat kuliah semester terakhir. Aku membelinya di sebuah toko resmi di Jogja Tronik dengan harga saat itu Rp. 6,5 juta rupiah. Aku membeli laptop ini dengan meminjam uang orang tua (ibuku) yang selanjutnya kucicil Rp. 150.000,- setiap bulannya. Setelah kurang lebih satu tahun aku mengangsur cicilan utang kepada ortuku, ortuku kemudian memberikannya untukku dengan banyak catatan. Satu hal inilah yang membuatku untuk melunasi utangku agar ortu tidak terlalu campur tangan dengan Laptopku ini.
  2. Netbook Lenovo Thinkpad X100e. Meskipun banyak orang menyebutnya bukan sebagai Netbook, namun karena ukurannya yang relatif kecil maka aku tetap menyebutnya netbook. Aku membelinya setelah aku bekerja di Jakarta selama lebih dari 6 bulan. Maksud aku kenapa aku membeli nebook ini karena aku ingin ganti laptop yang lebih ringan dan lebih kecil sehingga bisa lebih mobile untuk dibawa kemana-mana dan memiliki kemampuan baterai lebih tahan lama menggantikan Laptop Lenovo G400 lamaku. Sekarang G400 ku telah terjual dengan harga 3,7 juta rupiah (kredit). Aku membeli Thinkpad X100e ini dengan harga Rp. 4.900.000,- melalui sebuah situs internet yang menjual dengan sistem online setelah aku mencari di Mangga Dua Mall belum ada yang menjual (ready stock). Itupun harganya dijual rata-rata berkisar Rp. 5.100.000,-.
  3. Flashdisk Kingstone masing-masing 8 GB dan 1 GB. Flashdisk yang 1 GB kubeli sejak kuliah. Aku lupa harganya dan kapan waktu persis belinya. Sementara Flashdisk yang 8 GB adalah flashdisk yang merupakan inventaris kantor yang diamanahkan kepadaku.
  4. Kamera saku digital Casio Exilim Ex-Z75. Kamera yang kubeli dari seorang rekan kerja di kantor seharga Rp. 795.000,-. Foto-foto yang ada di blog ini, banyak dijepret oleh kamera murah ini. Setidaknya, kamera ini sangat berjasa dalam aktivitasku membuat postingan di blog setiap harinya.
  5. Handphone ZTE yang dibundling satu paket dengan kartu Fren. HP ini kubeli saat orang-orang termakan iklan Fren yang cukup mengelitik, “Hare gene ngga punya handphone?” Lalu aku belilah ponsel yang dibundling dengan Fren itu di saat aku duduk semester enam. Sebelumnya aku cukup puas dengan HP jadul merek Ericcson seharga 100 ribu. Ponsel ZTE-Fren itu setelah beberapa bulan berjalan lalu kuganti nomor kartunya dengan operator Fleksi agar lebih murah dan mudah dihubungi. Aku membelinya sesaat setelah aku memperoleh pencairan uang beasiswa Supersemar. Harganya kala itu Rp. 388.000,-. Disamping bersejarah, yang membuat aku suka dengan ponsel ini adalah tahan banting dan lamanya ketahanan baterai. Sudah lebih dari puluhan kali ponsel ini jatuh ke lantai namun tidak pernah rusak atau diperiksakan ke counter-counter HP. Mengenai ketahanan baterai, sejak aku membeli ponsel ini hingga sekarang, aku belum pernah mengganti baterai Lithiumnya. Saat ini pun ia kuat tanpa di-charge sampai 3 hari 3 malam.
  6. Handphone Motorolla W230. Kubeli dari hasil pencairan beasiswa kedua. Hp ini kubeli sebagai komunikasi untuk nomor GSM. Nomor yang kupakai menggunakan operator IM3. Alasannya biar murah dan mudah komunikasinya dengan kawan-kawan karena kebanyakan mahasiswa dan sobat-sobatku menggunakan nomor IM3. Kami sering menyebut IM3 sebagai nomornya Ikatan Mahasiswa Miskin dan Miskol. Maksudnya, pengguna IM3 rata-rata suka miskol dan “miskin” atau suka yang “miskol” yang kemudian melahirkan istilah “fakir miskol”.
  7. Handphone Haier-Smart. Hp ini dibeli setelah SMART melauching hp murah dan bisa dijadiin sebagai modem internet. Karena tertarik, langsung saja Hp itu dibeli kawanku. Karena ternyata SMART tidak bisa digunakan untuk daerah Solo (kala itu), maka aku pinjam HP kawanku itu di Jakarta. Hasilnya ternyata cukup tidak mengecewakan. Sejak saat itulah, aku selalu memakai HP Haier Smart ini setiap kali akses internet di kost-an Jakarta.
  8. Handphone HT Mobile G30. Ponsel mocin (mobile China) ini kubeli dari kawanku setelah lebaran Idul Fitri. Kawanku membelinya seharga 1,2 juta (seingatku). Tiga hari kemudian, ia menyesal membeli ponsel ini. Bukan karena apa-apa, namun ia ingin membeli mocin merek lainnya yang memberikan fitur televisi di dalamnya. Baru berumur tidak lebih dari sepekan, ponsel itu ditawarkan kepadaku. Karena ketika itu aku sedang butuh ponsel mengingat W230 ku sedang mengalami sakit yang mengharuskan pergi ke rumah service, maka aku setuju membeli ponsel HT G30 itu. Aku membelinya seharga Rp. 900.000 saja. Saat kubeli dengan harga sebesar itu, aku terbilang beruntung karena di saat yang bersamaan HP tipe ini dipasarkan dengan harga lebih dari 1,2 juta rupiah. Secara umum, aku bukanlah tipe orang yang suka pilih-pilih ponsel merek-merek tertentu. Pada dasarnya, aku membutuhkan HP yang bisa digunakan sebagai media internet, sms, dan telfon. Selama ada fasilitas-fasilitas tersebut, maka aku sudah merasa senang. Kedua, masalah harga. Semakin murah harga ponsel dengan fasilitas se-abrek, maka aku lebih suka untuk membelinya dibandingkan dengan ponsel yang dengan fasilitas sama namun nilai harganya lebih mahal. Ketika banyak orang merasa malu dan gengsi memakai ponsel buatan China, aku merasa biasa saja. Banyak alasan kenapa aku tidak memperhitungkan merek dalam kamusku.

Itulah beberapa alat elektronik yang ada di kamarku saat aku menuliskan postingan ini. Semoga aku bisa memanfaatkan dengan baik dan mengambil manfaat dari alat-alat itu. (Ahmed Fikreatif)

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

Iklan

5 Tanggapan

  1. mantap cuy..

    kunjung balik yah..

    http://programatujuh.wordpress.com/

  2. Hehehehe…mo dihual semua yachhh barangnya itu mas…

    http://www.penuai.wordpress.com

  3. @ Program Tujuh: makasih.

    @ Penuai: maaf terpaksa komentarnya sy sunting. (wah, ga juga…)

  4. masih kurang tu boss buat jadi gadget geek. tambahin gps n binocular ya !!

    • @Gilole: hahahaha.
      bisa aja.
      sementara itu dulu.
      GPS dan Binocular nya ntar2an.
      GPS masuk barang elektronik ya?????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: