SERIUS | Gimana Sih Cara Pakai Toilet Duduk yang Baik & Benar ???

Toilet Duduk

Toilet Duduk

Sory lho kalau aku sengaja nampilin postingan tentang foto di samping. Kuharap sih kalian tidak sedang menyantap makanan saat membaca postingan ini :). Namun kalau memang sedang menyantap makanan anda, aku mohon maaf deh jika harus membuat selera penjenengan (Anda) tiba-tiba menguap dan menghilang.

Hmmm,, begini, jujur saja, aku tuh merasa tidak nyaman dengan model toilet duduk seperti pada gambar di samping sebenarnya. Jika aku menemui toilet dengan model seperti itu, maka jika masih kuat untuk menahan BAB, aku akan lebih memilih mengurungkan niatku untuk BAB. Aku lebih suka segera mencari lokasi lainnya yang menyediakan toilet jongkok. Jika tengah berada di perjalanan misalnya, maka aku lebih suka mencari masjid-masjid atau pom bensin terdekat yang menyediakan fasilitas Toilet dengan WC jongkok.

Biarlah sebagian kawan atau orang-orang menyebutku kampungan atau ndeso dan tidak modern. Namun, memang pada dasarnya aku tidak bisa menggunakan toilet duduk dengan baik dan benar. Jadi, jika aku “terpaksa” BAB di sebuah toilet duduk, maka aku tetap akan “maksakan diri” untuk tetap jongkok 🙂 meskipun di dinding sebelah toilet tertulis larangan untuk jongkok di atas toilet. Jadi, sekalipun toilet itu berjenis duduk, aku tetap saja menggunakannya seperti dalam posisi toilet jongkok. Baca lebih lanjut

Bonbin Jurug, Taman Indah Kota Solo yang Terlupakan

Jurug Tampak Depan

Taman Jurug

Tanggal 25 – 28 Februari 2010 lalu, aku pulang Solo menghabiskan liburan panjang akhir pekan yang bertepatan dengan adanya libur hari Maulid Nabi Muhammad SAW. Selama empat hari, aku lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah untuk menguras rasa kangen yang cukup tak tertahankan (:D lebay) terhadap my hometown, Solo. Maklum, belum berkeluarga. Sambil jalan-jalan bawa kamera Casio Exilim Ex-Z75, kupotret beberapa hal yang menarik perhatianku. Salah satunya adalah Taman Satwa Taru Jurug Solo (TSTJ) atau yang lebih dikenal dengan sebutan Jurug atau nJurug oleh warga Solo.

Seingatku seumur-umur hingga aku nulis ini, aku baru mengunjungi taman ini 3 kali. Dua kali sewaktu aku masih sekolah TK, sementara yang sekali lagi sewaktu aku masih duduk di bangku SD kelas 5. Ada pengalaman tersendiri saat aku berkunjung di “Kebon Rojo” alias bonbin Solo ini bareng-bareng kawan-kawan sekolah. Kisah selengkapnya di Mengenang Masa Kecil Bersama 20 Siswa Luar Biasa. Baca lebih lanjut

Kawasan Belakang Kampus UNS Bebas PKL, Gimana Menurutmu?

Kawasan Belakang Kampus UNS (Kondisi Sekarang Februari 201)


Tanggal 25 – 28 Februari 2010 lalu, aku pulang Solo menghabiskan liburan panjang akhir pekan yang bertepatan dengan adanya libur hari Maulid Nabi Muhammad SAW. Selama empat hari, aku lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah untuk menguras rasa kangen yang cukup tak tertahankan (:D lebay) terhadap my hometown, Solo. Maklum, belum berkeluarga. Sambil jalan-jalan bawa kamera Casio Exilim Ex-Z75, kupotret beberapa hal yang menarik perhatianku. Salah satunya adalah Kawasan Sekeliling Belakang Kampus UNS Solo.

Demi sedikit bernostalgia dengan suasana kampus, ku arahkan laju motor menuju kawasan belakang kampus UNS. Belum terlalu lama aku keluar dari rutinitas kuliah, tugas, dan ujian yang kuhabiskan di kampus itu, namun pemandangan sekeliling belakang kampus UNS ternyata sudah berubah drastis dari terakhir kali aku menyelesaikan studi strata-1 ku di sana.

Kawasan belakang kampus UNS yang dulu nampak ramai dengan aktivitas para mahasiswanya, kini nampak lebih sepi. Suasana yang nampak sepi ini barangkali disebabkan oleh adanya relokasi terhadap seluruh para penghuni kios-kios yang sebelumnya berada di belakang kampus tepat menempel pada dinding pagar tembok kampus UNS ke sebuah area yang telah disiapkan oleh Pemkot Solo demi menjaga ketertiban dan keindahan kota. Baca lebih lanjut

Pengalaman Bodoh & Memalukanku di dalam Lift

Pernah terjebak di sebuah lift? Atau barangkali pernah bikin ulah atau tindakan bodoh yang tidak disengaja di sebuah lift? Aku pernah mengalaminya sekali sepekan lalu (Kamis, 25 Maret 2010). Yang kualami sebenarnya adalah tindakan “bodoh” di dalam lift.

Ketika itu, Kamis siang sekitar pukul 14.00an, aku datang naik mobil kantor diantar sopir di Gedung Dana Graha Gondangdia Kecil Menteng untuk menemui dan mengambil sebuah dokumen di kantor Law Firm Joni Tanamas. Sebenarnya aku agak tergesa-gesa mengambil dokumen itu karena beberapa pekerjaan di kantor masih menumpuk dan belum terselesaikan sementara dikejar deadline. Agak sedikit berjalan cepat aku masuk ruang lobby dan menuju lift. Aku pencet tombol agar pintu lift segera terbuka. Baca lebih lanjut

Ampyang; Peanut Biscuit ala Solo

Ampyang

Ampyang

Ceritanya sesampai kost sepulang dari kantor sekitar pukul 21.00 WIB, aku dan kawan-kawan satu kost-an, berlima kumpul bareng ngobrol-ngobrol / jagongan ngalor ngidul. Eee ternyata ada hidangan makanan tradisional khas Solo yang enak ini (lihat di foto). Mas Samsuri-lah yang bawa oleh-oleh ini karena rumahnya di Solo. Ngobrol berlima dengan bahasa Jawa serasa kami sedang berada di Solo saja. 😀

Ampyang, demikian setahuku nama makanan tradisional khas Solo ini. Dibuat dengan bahan utama berupa Kacang tanah dan gula jawa atau gula merah, makanan ini menjadi makanan tradisional anak-anak sekolah waktu itu, setidaknya di zaman aku masih duduk di Sekolah Dasar. Rasanya yang manis membuat anak-anak tuman (baca: ketagihan) menikmati makanan ini hingga gigis (Baca: ompong giginya). Baca lebih lanjut

Tugu Lilin Solo, Tugu Kebangkitan Nasional

Tugu Lilin

Tugu Lilin

Tanggal 25 – 28 Februari 2010 lalu, aku pulang Solo menghabiskan liburan panjang akhir pekan yang bertepatan dengan adanya libur hari Maulid Nabi Muhammad SAW. Selama empat hari, aku lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah untuk menguras rasa kangen yang cukup tak tertahankan (:D lebay) terhadap my hometown, Solo. Maklum, belum berkeluarga. Sambil jalan-jalan bawa kamera Casio Exilim Ex-Z75, kupotret beberapa hal yang menarik perhatianku. Salah satunya adalah Tugu Lilin.

Sejauh yang kutahu, di Solo ada dua tugu lilin yang cukup dikenal warga Solo. Pertama, tugu lilin yang ada di foto samping ini. Kedua, tugu lilin yang berada di pertigaan Pajang, sebuah daerah perbatasan Solo dengan wilayah kecamatan Kartasura – Sukoharjo. Umumnya warga Solo lebih mengenal tugu lilin pajang karena letaknya yang eyecatching. Ia terletak tepat di tengah pertigaan yang sering menjadi daerah macet di Solo. Padahal secara historis, tugu lilin yang ukurannya lebih kecil ini justru tidak terlalu memiliki nilai sejarah. Yang memiliki nilai sejarah justru tugu lilin yang terdapat di dalam foto di atas. Sayangnya, warga Solo secara umum justru tidak terlalu mengenal keberadaannya apalagi sejarahnya kecuali yang tahu :D.

Aku sendiri pada awalnya juga tidak sadar akan adanya sebuah tugu lilin yang berdiri tegak di samping pertigaan kawasan Jl. Wahidin – Penumping Solo sampai bapakku cerita sedikit tentang keberadaan tugu lilin itu. Dulu kata bapakku, di komplek tanah yang sekarang menjadi komplek sekolah milik Yayasan Murni tempat tugu lilin itu dibangun, merupakan awal keberadaan SMP Negeri 9 sebelum pindah di kawasan Jegon Pajang Solo. Kemudian lanjutnya, di tugu lilin itu juga dulunya berlangsung sebuah pertemuan sebuah gerakan pemuda Indonesia yang kemudian sebagai peringatannya didirikanlah tugu lilin itu. Baca lebih lanjut

Sate Jamu, Masakan Haram Khas Solo

Sate Jamu

Sate Jamu Warung Pemuda di Jalan Pemuda Solo

Orang Solo konon memang terkenal dengan yang namanya kuliner. Tak salah orang Solo sering disebut sebagai orang yang suka “keplek ilat” (baca: Goyang Lidah). Dalam soal kreativitas menciptakan makanan atau minuman, memang orang Solo cukup dinilai kreatif. Tak salah jika pemerintah kota Solo membuatkan “lokalisasi” bagi para penjual makanan-minuman yang terkenal dengan GALABO.

Diantara sekian banyak tempat wisata kuliner yang terkenal di Solo, ada sebuah masakan yang dicitrakan berasal dari Solo. Sebut saja namanya masakan SATE JAMU alias SENGSU. Warung sate jamu yang cukup dikenal dan pernah menjadi trend setter di Solo antara lain adalah Sate Komplang dan Warung Pemuda yang terletak di dekat kawasan Manahan-Solo. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: