Jangan Jadi Pegawai Jika Tak Bisa Jujur


Logam emas dibuat dinar
logam besi dibuat dawai
Kalau tak berani berkata benar
Tak usah hendak jadi pegawai

Dua atau tiga tahun lalu, saya bertemu dengan salah seorang saudara jauh pada saat pertemuan keluarga besar keluarga dari kakek buyut saya dari pihak ibu. Saya memanggilnya paklik (jawa) alias om atau paman. Waktu itu dia cerita atau lebih tepatnya mungkin mengeluh atau sharing (ngudoroso_jawa) dengan beberapa saudara. Kebetulan saat itu saya ada di situ. Dari pembicaraan yang saya tangkap, dia cerita mengeluh kenapa dia belum bisa ketrima kerja sebagai PNS. Dia kemudian cerita kesana kemari hingga kemudian intinya, dia cerita bahwa dia sudah mencoba membayar banyak uang agar bisa ketrima kerja sebagai PNS. Memang jabatan kerja sebagai PNS di desanya masih menjadi pekerjaan favorit dan mungkin satu-satunya tujuan utama pekerjaan setelah lulus kuliah. Dia memang tidak menyebut nilai nominal berapa juta dia telah habiskan untuk membayar calo agar dia bisa diterima sebagai PNS., prediksi saya telah cukup banyak.
Menurut keterangan dari dosen saya di Fakultas Hukum dan mungkin telah menjadi rahasia umum, bahwa memang dalam setiap perekrutan pegawai negeri khususnya hampir pasti penuh dengan calo-calo yang mengail rezeki dengan cara menjanjikan pekerjaan sebagai PNS tentunya dengan membayar sejulah uang tertentu. Dosen saya pernah cerita bahwa untuk mendapat jabatan PNS di instansi PEMKOT tahun 2006, seseorang diminta untuk membayar seratus juta rupiah oleh calo jika ingin ketrima. Ada sih diantara mereka yang akhirnya kesampaian, tapi ada juga yang ngga dapat atau nggak diterima. Uang 100 jutanya tentunya memang tetap dikembalikan, hanya saja cara dia yang menempuh ”jalur belakang” tersebutlah yang digarisbawahi.

*****


Cerita di atas mungkin tidak hanya mewakili kisah tentang PNS semata, karena mungkin di bidang dan instansi lain pun bisa dan sering terjadi hal-hal seperti itu. Yaitu sikap ketidakjujuran. Kalau ketika perekrutannya saja sudah berbau KKN (Korupsi Kolusi dan Nepotisme) di sana sini, apalagi sudah masuk ke sistemnya. Saat ini di Indonesia, hampir tiap instansi pemerintahan dan negeri tidak lepas dari kasus KKN. Sebut saja kasus Korupsi BLBI, korupsi Depag, kasus Dana Abadi Umat Depag, Korupsi BPK, Korupsi MA, Kasus BI, dan masih banyak kasus-kasus lainnya. Hal ini mengindikasikan lemahnya sikap amanah para pejabat pemerintahan. Sebagaimana yang terjadi di zaman sahabat Nabi Muhammad, bahwa para sahabat sangat takut bila mendapat amanah sebagai pejabat. Mereka takut kalau-kalau mereka tidak bisa memegang amanah jabatan yang diberikan kepadanya. Hal ini disebabkan karena mereka menganggap bahwa amanat jabatan adalah amanat yang sangat berat beban tanggung jawabnya di hadapan Allah. Namun, kalau kita melihat perkembangan dewasa ini di Indonesia, yang namanya jabatan pemerintahan dan jabatan lainnya seolah menjadi rebutan laiknya oase di tengah gurun pasir yang tidak seberapa yang diperebutkan oleh sekelompok orang yang sedang kepayahan dan kehausan di tengah perjalanan sehingga mereka saling berebutan meraihnya.

Hal ini menjadikan dasar bagi bermulanya ketidakjujuran di kalangan para pejabat. Semuanya serba semu dan tipuan. Mereka seolah tidak berani saling mengatakan kebenran yang seharusnya diungkap demi kebaikan bersama. Sebagai pesan sebagaimana dalam pantun di atas, bahwa kalau tidak mampu jujur dan berkata benar jangan pernah ingin menjadi pegawai.

Iklan

3 Tanggapan

  1. see my blog n leave comment ya..

    http://programatujuh.wordpress.com/

  2. Jangan jadi apa pun kalau ndak bisa jujur, kecuali kalau mau jadi penipu. Ya ndak?

    Sebab menurut saya, semua profesi harus dilakukan dengan tanggung jawab yang di dalamnya tercakup juga kejujuran. Kalo kata Benyamin S., kalau kita jujur hidup kita jadi mujur. 🙂

    • @Agung: iya sih.
      jadi papan haruse ya tetep jujur haruse..

      semoga kita menjadi org yg Jujur.
      amiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: