Benarkah Keteladanan Telah Menghilang?


Bulan bintang di atas cakrawala

Muda belia mencari ikan

Teladan hilang dari para ulama

Cinta dunia takut kematian

Pada hari-hari seperti sekarang ini sangat susah kita dapati, orang yang akhlak-nya (baca: moralnya) bisa kita contoh untuk dijadikan sebagai teladan. Sebagai penggambaran, kita bisa tengok kejadian beberapa saat lampau, dimana seorang menteri agama yang sudah bertitel Kyai Haji dan juga hafizh (hafal al Quran) ternyata terlibat korupsi dana abadi umat di lingkungan departemennya.

Ada juga tokoh kyai yang beranjak dari profesi pelantun nada yang kemudian dikenal sebagai kyai “nada dan dakwah”, kita saksikan kepergok memiliki seorang istri (dari kawin siri) di sebuah perumahan. Sebelumnya, beliau sangat getol mengusung gerakan anti goyang inul yang kontroversial. Namun, beberapa saat kemudian, justru dia sendiri yang terjebak dalam isu moralitas yang dipertanyakan.

Apakah dunia mendekati kiamat? Pasti! Mana mungkin waktu kiamat akan menjauh? Sudah pastilah, kiamat pasti akan senantiasa mendekat. Kenapa juga “bang Haji” yang seringkali menyerukan kepada jamaahnya dalam tabligh-tablighnya untuk melakukan kejujuran justru dirinya sendiri yang menyuburkan kedustaan? Kenapa juga “bang haji” tidak jujur mengakui dari awal bahwa “bang haji” memang punya istri dari kawin siri? Ah, dunia…. Sudahlah…

Bukan niat hati untuk memberikan vonis kepada dua “kyai” yang sedikit mendapat ujian tersebut. Hanya saja, ini untuk penggambaran kepada seluruh insan bahwa sangat susah mencari figur yang mampu memberikan keteladanan yang nyata dan riil pada saat ini daripada untaian kata tak bermakna.

Semoga kita bisa menjadi figur yang mampu mengambil keteladanan dari seorang pencuri yang mengurungkan niatnya untuk mencuri karena kejujuran, dan mampu memberikan keteladanan untuk semesta.

Ahmed Fikreatif

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Iklan

2 Tanggapan

  1. “Pada hari-hari seperti sekarang ini sangat susah kita dapati, orang yang akhlak-nya (baca: moralnya) bisa kita contoh untuk dijadikan sebagai teladan. Sebagai penggambaran, kita bisa tengok kejadian beberapa saat lampau, dimana seorang menteri agama yang sudah bertitel Kyai Haji dan juga hafizh (hafal al Quran) ternyata terlibat korupsi dana abadi umat di lingkungan departemennya.”

    serba – serbi dunia. Semua manusia tak lepas dari khilaf. Namun, benar – benar tidak sepantasnya seorang yang dekat dengan agama terlibat dengan kasus korupsi.

    Sekarang juga saya suka bingung sama beberapa penceramah di dekat rumah saya. Di masjid mereka berani banget ngelarang orang lain untuk menjauhi segala hal yang dilarang oleh Allah. Namun, pada kenyataannya malah mereka yang melakukannya

    Astaghfirullah.. Semoga Allah memaafkan khilaf dan salah mereka

    • Astaghfirullah:
      Amiin
      smoga Allah menunjuki mereka jalan kembali yg lurus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: