Budaya Kerja Bersama di BTN Syariah


Kantor BTN Syariah Solo

Kantor BTN Syariah Solo

Tiba-tiba aku teringat saat magang di Bank BTN Syariah Cabang Solo.  Magang berlangsung setelah aku memperoleh Yudisium, dan menjelang hari wisuda. Magang sebetulnya direncanakan berlangsung selama 2 bulan mulai tanggal 1 Desember  2008– 31 Januari 2009. Namun aku hanya mengikuti kegiatan magang selama 1 bulan saja karena per tanggal 1 Januari aku menandatangani sebuah kontrak kerja.

Selama sebulan magang di BTN Syariah Cabang Solo (selanjutnya disebut BTN Syariah), banyak hal yang kupelajari dan selanjutnya kujadikan sebagai pelajaran untuk dipraktekkan. Beberapa hal positif (yang negatif tidak kutuliskan) yang kuperoleh dan membuatku salut adalah sebagai berikut:

Pertama, Disiplin waktu. Tidak ada cerita karyawan di BTN Syariah yang terlambat tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu. Setiap hari seluruh karyawan mulai dari Kepala Cabang hingga satpam sampai OB dituntut untuk sudah berada di kantor selambat-lambatnya pukul 07.15 WIB. Prakteknya, pukul 07.00 WIB semua karyawan sudah berada di kantor dan siap bekerja. Jam masuk kantor itu juga diberlakukan kepada seluruh orang yang magang di BTN Syariah. Secara otomatis, akupun harus mengikuti aturan itu. Bagiku saat itu cukup berat karena sepagi-paginya kuliah dimulai pukul 07.30 WIB. Itupun biasanya aku datang pukul 07.45 atau pukul 08.00 WIB karena ada toleransi keterlambatan bagi mahasiswa maksimal 30 menit setelah jam kuliah dimulai.

Untuk bisa datang tepat waktu pukul 07.15 WIB, aku harus bangun sesudah subuh dan tidak boleh untuk tidur lagi sesudah subuh. Selanjutnya cuci baju, mandi, sarapan harus sudah selesai sebelum pukul 06.30 WIB karena aku harus segera memacu motor ke BTN Syariah agar bisa sampai sebelum pukul 07.15 WIB.

Rata-rata seluruh karyawan  baru bisa pulang setelah pukul 19.00 WIB bahkan lebih karena mereka harus menyelesaikan banyak tugas-tugas yang harus selesai setiap harinya. Untungnya, bagi pemagang diperbolehkan pulang setelah pukul 16.30 WIB. Jadi, aku tidak terlalu kaget dengan perubahan kebiasaan itu.

Kedua, Suasana Religious. Kutuliskan tiga hal itu karena ketiganya memang saling berkaitan. Kebiasaan yang menjadi budaya baik di BTN Syariah yang tidak kujumpai di tempat lain yang pernah kutempati untuk magang, adalah setiap hari sebelum Bank buka pukul 07.30 WIB, seluruh pegawai kecuali seorang satpam yang menjaga di pintu depan kantor Bank, berkumpul di koridor ruangan dalam kantor. Satu orang pegawai memimpin doa yang sudah dibakukan. Selanjutnya dibacakan beberapa potongan ayat Al Quran dengan terjemahnya dan dilanjutkan pembacaan Hadits berikut arti serta penjelasan singkatnya. Setiap karyawan akan memperoleh jatah tugas sesuai pembagian jadwalnya dari mulai kepala cabang sampai tingkatan OB karena semua karyawan mampu membaca tulisan arab Al Quran. Kitab hadits yang dibaca, kalau tidak salah, adalah Riyadush Shalihin kalau tidak Shohih Bukhori (maaf, aku lupa). Suasana ini tentunya memberikan nilai relijiusitas tersendiri bagi sebuah kantor perbankan. Doa dilakukan dua kali dalam sehari. Yaitu pada pagi hari dan sore hari setelah pukul 16.00 WIB.

Ketiga, Koordinatif dan Kompak. Melanjutkan poin kedua di atas. Setelah dibacakan doa, ayat al Quran, dan hadits Rasulullah SAW, berikutnya dilangsungkan briefing penyampaian agenda-agenda  yang menjadi fokus kegiatan hari itu. Biasanya hal ini dilakukan oleh Kepala Cabang atau Kepala-kepala bagian dan urusan-urusannya jika memang ada yang disampaikan. Jika tidak ada, maka selanjutnya dilakukan semacam sharing singkat tentang perkembangan kantor. Briefing-briefing singkat tersebut dilakukan setiap hari sambil saling memotivasi semangat para karyawan.

Briefing seperti ini pun kemudian dilakukan kembali setelah pukul 16.00 WIB dan pembacaan doa (semacam doa pulang). Briefing sore ini dilakukan untuk mengevaluasi segala hal yang terjadi sepanjang hari itu. Baik itu masalah kantor yang diutamakan sampai kepada masalah tertentu yang lebih personal. Misalnya jika pada hari itu ada yang tidak masuk, dicari informasi kenapa yang bersangkutan tidak masuk. Apakah sedang sakit atau menghadapi kesulitan sesuatu. Atau misalkan ada karyawan di bagian pemasaran yang memperoleh hambatan tertentu dalam menarik calon nasabah, maka dikemukakan di forum sore tersebut untuk dicarikan solusi teoritis maupun praktisnya. Dari sini, aku mengambil kesimpulan bahwa budaya kantor ini adalah menerapakan kekompakan. MEskipun masing-masing sudah memperoleh plot nya masing-masing sesuai bagiannya, namun bukan berarti mereka tidak mempedulikan bagian lainnya. Namun, mereka saling membantu antar bagian dan menjaga kekompakan itu untuk tujuan kemajuan kantor bersama.

Disamping membahas evaluasi , briefing sore juga menjadi semacam briefing kedua untuk kegiatan-kegiatan bagi karyawan yang lembur kerja.

Demikian beberapa hal yang kuperoleh saat aku magang di Bank BTN Syariah cabang Solo. Relijius, kekeluargaan, dan kekompakan bersama yang terjalin dan dirintis melalui briefing-briefing pagi yang saling memotivasi itulah yang membuatku merasa senang saat itu seandainya bekerja di kantor itu. Tidak ada satupun karyawan yang dianggap tidak penting di situ. BUkan hanya seorang kepala cabang dan jajaran pimpinan-pimpinannya saja yang merasa dan berhak menjalankan misi kantor menuju sukses. Namun, seorang satpam dan OB sekalipun diberikan kesempatan dan menjadi komponen penting pula dalam merintis jalan kesusksesan itu. Aku menangkap sebuah pesan bahwa ibarat sebuah motor, sekalipun bukan inti komponen, tanpa adanya sekrup maka motor itupun tak bisa jalan dengan kondisi yang sempurna.

Ahmed Fikreatif

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Iklan

5 Tanggapan

  1. hmmm…. aku juga nabung disana

    • @Ukhti Inneke: hohohoho. oh ya??

  2. Ehmmmm ,,,,, jd pgn krja dstu

  3. sewaktu magang di btn syariah, apakah anda diberi uang lelah ?

    • Hmmm… seingat saya tidak ada mas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: