Pilih Email atau Surel???


Istilah Surel

Istilah Surel Dalam WordPress

Pilih Surel Atau Email?

Seringkali saat kita hendak mengisi kolom-kolom komentar di sebuah blog yang beralamat di wordpress.com, kita seringkali menjumpai istilah surel, sebagaimana yang terlihat pada gambar di samping. Ada dua kalimat yang tulisannya:

Beritahu saya mengenai komentar-komentar selanjutnya melalui surel.

Beritahu saya tulisan-tulisan baru melalui surel.

Aku yakin banyak muncul pertanyaan dalam pikiran banyak kawan-kawan tentang apa itu “surel”? Begitu pula aku. Selidik punya selidik, ternyata “surel” merupakan akronim dari istilah “surat elektronik”. Pengertian surat elektronik diadopsi (diterjemahkan) dari istilah “electronic mail” atau yang lebih umum disebut email. So, kesimpulannya adalah “surel” yang dimaksud pada kalimat di atas yang sering kita jumpai jika kita hendak mengisi kolom komentar sebuah blog wordpress.com merupakan istilah bahasa Indonesia dari “email”. 😀

Secara jujur, aku pernah ingin menulis tentang istilah ini sudah lama namun terlupa hingga aku diingatkan oleh postingan Blog Idolaku, (siapa lagi kalau bukan Kang Budi Rahardja) tentang surel ini. Barulah kemudian aku ingat untuk menulis tentang surel ini.

Di dalam Kamus Besar maupun Umum Bahasa Indonesia yang terbaru, aku belum tahu apakah sudah memuat kosakata surel ini atau belum. Anggap saja sudah. Pertanyaannya, jika kita persepsikan sudah termuat di dalam Kamus Bahasa Indonesia atau EYD dan menjadi bahasa yang baku di Indonesia, akankah istilah ini akan populer atau akan digunakan sebagai istilah pengganti ’email’ di dalam pergaulan sehari-hari atau di dalam surat-surat resmi?

Pertanyaanku di atas muncul dikarenakan dua alasan. Pertama adalah alasan klasik tentang nasionalisme yang menyebutkan bahwa sebagai rakyat dan bangsa Indonesia, maka kita harus menomorsatukan bahasa Indonesia tercinta. Sementara alasan kedua adalah dikarenakan adanya alasan yuridis karena amanat UU No. 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

Alasan yang pertama sering dikemukakan oleh banyak orang yang memproklamirkan diri sebagai orang-orang yang memiliki jiwa nasionalisme tinggi atau oleh guru-guru dan pengajar Bahasa Indonesia di sekolah-sekolah dan kampus-kampus. Rata-rata mereka mempersoalkan atau minimal memprihatinkan banyaknya anak-anak sekolah dan generasi muda serta remaja secara umum yang terkesan tidak peduli dengan pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar dan lebih suka menggunakan bahasa-bahasa asing atau bahasa gaul. Hal ini bisa dilihat dengan nilai bahasa Indonesia rata-rata murid-murid sekolah yang lebih rendah dibandingkan dengan nilai bahasa Inggris (misalnya). Iya khan? 😀 .

Alasan kedua, adalah adanya amanat UU no 24 tahun 2004 sebagaimana yang kusebut di atas. Di dalam pasal-pasal isinya, disebutkan antara lain:

Pasal 25

(1) Bahasa Indonesia yang dinyatakan sebagai bahasa resmi negara dalam Pasal 36 Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945 bersumber dari bahasa yang diikrarkan dalam Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 sebagai bahasa persatuan yang dikembangkan sesuai dengan dinamika peradaban bangsa.

(2) Bahasa Indonesia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berfungsi sebagai jati diri bangsa, kebanggaan nasional, sarana pemersatu berbagai suku bangsa, serta sarana komunikasi antardaerah dan antarbudaya daerah.

(3) Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berfungsi sebagai bahasa resmi kenegaraan, pengantar pendidikan, komunikasi tingkat nasional, pengembangan kebudayaan nasional, transaksi dan dokumentasi niaga, serta sarana pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan bahasa media massa.

Pasal 28

Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam pidato resmi Presiden, Wakil Presiden, dan pejabat negara yang lain yang disampaikan di dalam atau di luar negeri.

Pasal 29

(1) Bahasa Indonesia wajib digunakan sebagai bahasa pengantar dalam pendidikan nasional.

(2) Bahasa pengantar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat menggunakan bahasa asing untuk tujuan yang mendukung kemampuan berbahasa asing peserta didik.

Pasal 30

Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam pelayanan administrasi publik di instansi pemerintahan.

Pasal 33

(1) Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam komunikasi resmi di lingkungan kerja pemerintah dan swasta.

Pasal 39

Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam informasi melalui media massa.

    Demikianlah beberapa kutipan yang menjadi isi materi amanat dalam UU itu. Untuk lebih jelas dan lengkapnya, silakan kawan-kawan download sendiri ya …!!!

    Konsekuensi yuridis dan (mungkin) rasa nasionalisme juga, di instansi-instansi pemerintah harus dan wajib menempuh langkah penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar itu. Hanya saja, aku nggak bisa membayangkan saja seorang presiden atau pejabat menyebut istilah surel, pranala luar, tautan, laman, muat, peramban dll, yang menjadi istilah-istilah dalam dunia internet di dalam bahasa Indonesia, di dalam pidato-pidato kenegaraannya. 😀

    Konsekuensi lainnya adalah media massa seperti surat kabar atau majalah harus menggunakan istilah-istilah ini. Pasti pernah khan kamu membaca istilah “LAMAN” di situs-situs berita? Pertama kali aku mengenal istilah itu saat membaca di website ANTARA. Awalnya, kupikir editornya salah mengetikkan kata yang seharusnya HALAMAN. Belakangan setelah beberapa waktu kemudian baru kusadari bahwa akulah yang salah karena kata yang tepat adalah LAMAN dan bukan HALAMAN. Kata LAMAN ini digunakan sebagai pengganti istilah HOMEPAGE. Apa ada lagi istilah-istilah bahasa Indonesia dalam dunia internet yang mengalami perkembangan sebegitu pesatnya? Owww… banyak sekali jika kita mau mencari satu persatu. Ada istilah BERANDA untuk menggantik istilah HOME dan masih banyak lagi lainnya: silakan klik di sini (Istilah-Istilah Internet yang Diterjemahkan ke Dalam Bahasa Indonesia).

    Pertanyaanku berikutnya adalah akankah kamu menggunakan istilah-istilah seperti LAMAN, SUREL, PERAMBAN, TAUTAN, dll untuk menggantikan istilah HOMEPAGE, EMAIL, BROWSER, LINK, dll itu??? 😀

    Kalau aku secara jujur sudah merasa terbiasa dan nyaman dengan istilah-istilah asing itu daripada istilah-istilah bahasa Indonesia yang dalam kesanku justru asing di telingaku. So, what do you think? What is your opinion?

    NB: PENTING !!!

    Saat aku mencoba melihat situs pemerintah yang beralamat di www.indonesia.go.id, ternyata istilah-istilah yang ada di sana masih banyak menggunakan bahasa-bahasa asing dibanding dengan bahasa internet seperti: HOME, COPYRIGHT, ALL RIGHT RESERVED, UPDATE, VISITORS, EMAIL, ATTACHMENT, BROWSE, dll. So, gimana dong??? Paradoks kah?? Guru kencing berdiri, maka wajar jika murid-murid kencing berlari-lari; dan jika guru kencing berlari-lari, maka jangan salahkan murid jika lari terkencing-kencing. 😀 LoL.

    (ahmed fikreatif)

    .:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

    “Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

    Iklan

    12 Tanggapan

    1. kenapa ya,, aku lebih suka dengan nama E-mail dari pada Surel.. atau kenapa gak Surat-E aja ya?? surat-Elektronik.. 😀

      • surel itu hny salah satu pembakuannya mas…
        kalo ndak salah ada bbrp kata baku lainnya antara lain:
        imel, surat-e, surat elektronik, surel, ratel, posel, dan surat digital, (demikian yang ditulis dlm Panduan Pembakuan Istilah Pelaksanaan Instruksi Presiden No. 2 Tahun 2001 tentang Penggunaan Komputer Dengan Aplikasi Komputer Berbahasa Indonesia.

        http://wp.me/pFocl-9n

    2. makasih infonya 🙂

      • sama2

    3. Ooo, begitu ya..okelah kalo begitu

      • seperti itulah kiranya
        😀
        makasih kunjunganya

    4. ternyata surel itu email tohh,, makasi ni infonya,
      bingung tadi liat kotak surel, cari” di google, akhirnya nyampe kesini, 😀

    5. Thanks infonya

    6. owalah……baru ngerti saya.. hehehe

    7. O…baru tau aq. Klo surel itu email. Trimks

    8. wah wah wah, baru ngerti saya apa itu surel hehe
      kemarin saya sempet blogwalking bingung saya tentang apa itu surel
      terimakasih ya buat informasinya 🙂

    9. Salam kenal dan salam bergabung …………….

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: