Trotoar Sempit & Pedagang Kaki Lima


Trotoar Sempit Berlubang (Jakarta)

Waktu aku jalan menuju ke Mangga Dua Mall, aku memotret gambar di samping. Maksudku memotret gambar tersebut adalah untuk berbagi pendapat dan opini dengan kawan-kawan semuanya di dumay (dunia maya). Foto di samping itu menggambarkan sebuah jalur trotoar yang mestinya diperuntukkan untuk pejalan kaki.

Namun entah mengapa, trotoar ini menurutku sangat jauh dari kesan ideal dan layak untuk disebut sebagai trotoar. Dalam sebuah pengertian yang kuambil dari wikipedia, disebutkan bahwa Trotoar adalah jalur pejalan kaki yang umumnya sejajar dengan jalan dan lebih tinggi dari permukaan perkerasan jalan untuk menjamin keamanan pejalan kaki yang bersangkutan. Jika melihat foto di atas, apakah pas jika dikatakan sebagai trotoar?

Ukuran lebar trotoar yang di dalam foto itu berkisar tidak lebih dari 1 meter dan langsung berbatasan dengan jalan utama lalu lintas kendaraan bermotor. Selain itu, di trotoar masih ditanam pagar warna hijau yang semakin mempersempit lebar trotoar. Belum lagi lantai trotoar yang ada banyak berlubang dan hilang ubin lantainya. Belum cukup dengan itu di sisinya ada selokan cukup dalam yang mengeluarkan aroma yang tak sedap. Kalau seperti ini kondisinya, akankah pejalan kaki nyaman dan aman berjalan di atas trotoar? Aku rasa tidak.

Melihat lebar trotoar pada foto di atas, sangat jauh dari standar trotoar yang ada di Eropa. Lebar standar minimal trotoar di negara-negara Eropa rata-rata adalah sepanjang 5 kaki (berkisar 1,52400 meters). Untuk lebih jelasnya mengenai cara membuat trotoar dengan standar internasional, klik di sini! Oleh karenanya, trotoar sering disebut dengan istilah jalur 5 Feet (bc: five feet; terj: 5 kaki). Tujuan dibikinnya trotoar adalah untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pejalan kaki khususnya di kawasan-kawasan perkotaan. Kalau menurutku, foto trotoar di atas perlu dilebarkan demi terciptanya tujuan tersebut.

Trotoar yang sesempit itu bertambah parah lagi jika ada para pedagang asongan dan pedagang kaki lima yang jualan di atas trotoar. Dan itu pula lah yang kujumpai. “Sudah trotoar sempit,, masih juga dipakai untuk pangkalan bajaj, ojek, dan beberapa pedagang kaki lima. Gimana dong?”

(ahmed fikreatif)

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Iklan

3 Tanggapan

  1. Jika Anda mengantungkan diri pada keberuntungan saja, maka Anda membuat hidup Anda seperti lotere.

  2. memang banyak orang yang tahu fungsi trotoar tapi malah menyalahgunakannya,

    • @Fah: namanya juga hidup bro…
      begitulah adanya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: