Potret Musisi Jalan Bandung


Waktu ke Bandung hari Sabtu-Ahad, 30-31 Januari 2010, beberapa hari lalu, ada beberapa hal yang menarik untuk kujepret via kamera Casio Exilim EX-Z75 ku. Meskipun kamera murah, tapi cukuplah kalau sekedar untuk jepret objek-objek menarik hati untuk selanjutnya untuk di-share-kan melalui blog.

Musisi Jalanan Bandung

Musisi Jalanan Bandung

Foto ini kuambil dari dalam angkot saat berhenti di perempatan Tugu Sepatu memasuki Cibaduyut. Kedua pengamen (lebih enak dengan bahasa pengamen atau pemusik jalan ya?) itu menyanyikan sebuah lagu yang aku tidak paham isinya karena menggunakan bahasa Sunda, sepertinya. Hanya saja, saat mendengar nyanyian keduanya, sang sopir angkot hanya senyum-senyum dan sedikit mengeluarkan tawa.

Ada apa bang? Kok ketawa ndiri? Ada yang lucu dengan lagu-nya ya? Saya ga paham sih bang.”kataku kepada sopir angkot.

Iya, bisa aja dia bikin kata-kata seperti itu. Itu tadi pakai bahasa Sunda,” jawabnya kepadaku masih dengan senyum yang melebar. Namun, aku masih belum tahu apa maksud dan arti lagu yang dinyanyikan dua pengamen itu.

Bandung memang gudang “pengamen” (baca: seniman musik). Mulai dari penyanyi solo wanita, grup band, sampai ke vokal group semua ada. Bersaing dengan Surabaya, Bandung menjadi kiblat pencetak kelompok-kelompok band ternama Indonesia. Tak ingin kalah dengan penyanyi yang telah mapan, seniman jalan di Bandung pun berusaha menunjukkan eksistensinya dengan kreativitas mereka.

Berbicara tentang pengamen, sering orang menaruh curiga atas para pemegang profesi ini. Wong mbarang demikian istilah jawa bagi pengamen biasa disebut, memang sering dikisahkan meminta uang secara paksa kepada para penumpang di bus-bus, kereta, atau angkot-angkot. Demikian hal yang sering kudengar dari banyak orang. Alhamdulillah, hingga saat ini dan semoga seumur hidup aku tidak mengalaminya. Ketika aku ada sejumlah uang receh, danpas niat ngasih uang mungkin akan kukasih. Kalau pas tidak mood ngasih ya apa boleh buat. Biasanya kuberikan kode tangan yang menunjukkan bahwa aku tidak memberi.

Di tengah kisah negatif yang kerap menyudutkan stigma para pengamen, ada seseorang yang bercerita bahwa ada beberapa kelompok pengamen yang lagu-lagu nyanyiannya sungguh enak didengar. Sapaan mereka sopan kendati tampilan pakaian masih terkesan lusuh. Konon, jika kita naik kereta Matarmaja dari Senen, sewaktu memasuki kota-kota Jawa Tengah, akan ada jenis kelompok pengamen seperti ini. Jika mereka tidak hadir, para penumpang langganan KA Matarmaja kerap merasa gelo. Konon, dalam mengamen, mereka menyanyikan beberapa lagu dengan alat musik yang cukup lengkap dan enak didengar. Sayangnya, aku belum pernah bertemu dengan kelompok pengamen ini saat sekali naik Matarmaja di malam lebaran Idul Adha tahun kemaren.

Kisah Lucu Pengamen Kereta

Beberapa hal lainnya yang menarik hasratku untuk kupotret dan berhasil kubidik antara lain:

  1. Bapak Penjahit di Tepi Jalan Perempatan Tugu Sepatu;
  2. Tugu Sepatu Menuju Cibaduyut;
  3. Persib Harus Nomor Satu;
  4. Stasiun Bandung;
  5. Kantor Gubernur-an;
  6. Pemilihan Ketua RW di Perumahan Sukamenak;
  7. Air Bersih Masih Dibutuhkan Meskipun di Perumahan;
  8. Jembatan Pasopati;
  9. Nasi Oseng Depan Stasiun Bandung;
  10. Siswi SMA Nyeberang Jalan;
  11. Sepasang Sejoli Naik Motor Erat-Erat;
  12. Anjing Dilarang Bermain Di Taman;
  13. Musisi Jalanan Bandung;
  14. Pasar (kaget) Buah-Buahan Sepanjang Jl. Otista;
  15. Tukang Mie Rebus Keliling;
  16. Zahra, The Little Cute Girl;

(ahmed fikreatif)

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

Iklan

3 Tanggapan

  1. nice post

  2. di bandung banyak banget kok, pemusik jalanan yang memang punya talenta. suara dan alat musik nya memang dipersiapkan….

  3. @ Musik&Film: thank you
    @Fara: yaw yaw,,,, I see

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: