Penjual Air Bersih di Bandung, Potret Urgensi Air Bagi Manusia


Waktu ke Bandung hari Sabtu-Ahad, 30-31 Januari 2010, beberapa hari lalu, ada beberapa hal yang menarik untuk kujepret via kamera Casio Exilim EX-Z75 ku. Meskipun kamera murah, tapi cukuplah kalau sekedar untuk jepret objek-objek menarik hati untuk selanjutnya untuk di-share-kan melalui blog.

Pedagang Air Bersih di Perumahan Bandung

Saat aku jalan-jalan di sebuah komplek perumahan daerah Sukamenak-Bandung , ada sebuah gerobak berisi jerigen penuh dengan air. Jerigen-jerigen itu ternyata air bersih yang dijual untuk keperluan konsumsi sehari-hari peminatnya. Meskipun berada di Bandung yang dipenuhi air serta berada di komplek perumahan cukup elit, ternyata kebutuhan warga perumahan terhadap air bersih belum bisa sepenuhnya terpenuhi hingga mereka memanfaatkan jasa penjual air bersih.

Kebutuhan manusia terhadap air memang merupakan kebutuhan yang paling primer. Tubuh manusia konon mengandung kandungan air sebanyak 90% dari berat badannya (mohon dikoreksi ulang, siapa tahu salah). Alam semesta pun juga konon tercipta dari air awalnya. Bumi yang kita tempati ini pun mayoritasnya diisi dengan air. Intinya, air adalah materi esensial di dalam kehidupan. Tak satupun makhluk hidup di dunia ini yang tidak membutuhkan air.

Khusus buat kebutuhan manusia, air dibutuhkan tidak hanya untuk keperluan air minum saja. Bahkan mungkin kebutuhan air di luar keperluan tubuh manusia ini justru lebih banyak. Sebagai misal, manusia pasti butuh air untuk cebok sehabis buang air, bangun tidur lalu cuci muka atau wudhu untuk sholat juga butuh air, sikat gigi juga butuh air, mandi kalau tanpa air namanya bukan mandi, nyuci baju tidak bisa bersih tanpa ada air, dan nyuci piring atau gelas selepas makan pun sudah tentu perlu air. Hanya saja untuk keperluan di atas, persediaan air barangkali masih melimpah ruah di Indonesia secara umumnya.

Persoalannya, kebutuhan air yang untuk keperluan dalam tubuh manusia lah yang sulit dan barangkali cukup sedikit persediaannya. Kebutuhan manusia terhadap air bersih tentunya berbeda dengan air biasa. Sebagai materi konsumsi manusia sehari-harinya, tidak mungkin manusia meminum air sembarangan, air yang berwarna, air yang berbau, air sungai yang kotor, atau terlebih air-air yang tercemar. Tentunya manusia membutuhkan minimal air bersih untuk minum sehari-hari.

Merespon permintaan primer manusia dan perkembangan zaman tak sedikit air minum menjadi sumber-sumber penghasil rupiah. Tak salah jika pendiri Aqua pertama dulu memproduksi air minum di dalam kemasan meskipun awalnya dicibir. “Kalau yang gratisan saja banyak, kenapa juga mesti harus beli air,” demikian kurang lebihnya orang-orang dulu mencibir terobosan Aqua. Tak terkecuali aku pun hampir demikian pula. Tapi kini, aku yakin di seluruh Indonesia ini ada lebih dari 100 merek produsen air minum dalam kemasan yang mengikuti jejak Aqua.

Masih belum cukup dengan itu, beberapa orang kreatif juga menangkap peluang usaha itu dengan berjualan air isi ulang galonan. Di kampung-kampung dan daerah sekitar kampus-kampus di seluruh Indonesia pasti banyak yang membuka gerai-gerai dan counter-counter penyedia air minum isi ulang dan semacamnya.

Tak hanya di sekitar kampus, di daerah-daerah perumahan hingga pedesaan pun tak sedikit yang ikut menjual air isi ulang seperti itu. Alasan para konsumen air isi ulang itu aku yakin bermacam dari yang mulai karena alasan malas merebus air (jw: nggodog banyu / nggodog wedang) sampai ke alasan kesehatan karena biasanya air-air isi ulang yang dijual di counter-counter air isi ulang itu diklaim lebih sehat dan lebih layak dikonsumsi manusia, meskipun klaim itu belum tentu benar. Sejak saat itulah teko atau ceret (jw) mulai langka dijumpai di rumah-rumah penduduk perkotaan. Mereka lebih suka menggantinya dengan air isi ulang dan atau dispenser.

Meskipun secara umum, air itu tidak bakal habis terkuras sampai kiamat, namun kualitas air yang layak dikonsumsi manusia sangat mungkin sekali bahkan pasti akan selalu mengalami penurunan kualitasnya. Di waktu-waktu dan atau di belahan-belahan bumi tertentu, air juga sangat mungkin sangat sulit diperoleh. Oleh karenanya, sikap bijak kita terhadap air penting untuk dijaga sebagai bentuk penghormatan kepada air itu sendiri dan yang menciptakan air.

(Ahmed Fikreatif)

Beberapa hal lainnya yang menarik hasratku untuk kupotret dan berhasil kubidik antara lain:

  1. Bapak Penjahit di Tepi Jalan Perempatan Tugu Sepatu;
  2. Tugu Sepatu Menuju Cibaduyut;
  3. Persib Harus Nomor Satu;
  4. Stasiun Bandung;
  5. Kantor Gubernur-an;
  6. Pemilihan Ketua RW di Perumahan Sukamenak;
  7. Air Bersih Masih Dibutuhkan Meskipun di Perumahan;
  8. Jembatan Pasopati;
  9. Nasi Oseng Depan Stasiun Bandung;
  10. Siswi SMA Nyeberang Jalan;
  11. Sepasang Sejoli Naik Motor Erat-Erat;
  12. Anjing Dilarang Bermain Di Taman;
  13. Musisi Jalanan Bandung;
  14. Pasar (kaget) Buah-Buahan Sepanjang Jl. Otista;
  15. Tukang Mie Rebus Keliling;
  16. Zahra, The Little Cute Girl;

(ahmed fikreatif)

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

Iklan

4 Tanggapan

  1. info yg menarik
    salam kenal sobat

  2. yang pertama….

  3. i need some water….

  4. butuh air bersih | air minum | air pegunungan untuk wilayah bandung dan sekitarnya:

    supplier air bersih :
    http://jual-air-bersih-bandung.blogspot.co.id/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: