Pasar Kaget Otista Bandung (semrawut)


Pasar Kaget Jl. Otista Bandung

Pasar Kaget Jl. Otista Bandung

Waktu ke Bandung hari Sabtu-Ahad, 30-31 Januari 2010, beberapa hari lalu, ada beberapa hal yang menarik untuk kujepret via kamera Casio Exilim EX-Z75 ku. Meskipun kamera murah, tapi cukuplah kalau sekedar untuk jepret objek-objek menarik hati untuk selanjutnya untuk di-share-kan melalui blog.

Saat naik angkot jurusan Kalapa-Soreang warna hijau, kebetulan nglewati Jalan Otista Bandung (bukan Otista Jakarta lho ya). Sang waktu kala itu menunjuk kisaran pukul setengah dua-an (13.30 an). Aku lihat jalan raya tinggal menyisakan setengah ruasnya karena di sepanjang jalan dipenuhi oleh puluhan hingga ratusan pedagang kaki lima yang kebanyakan menjual buah-buahan. Secara otomatis lalu lintas jalan menjadi terhambat dan macet. Sepanjang jalan pun terlihat kotor dan jauh dari kesan teratur.

Aku tidak tahu apakah para pedagang buah-buahan itu setiap harinya berdagang di sepanjang jalan Otista atau yang kulihat ini hanya sekedar pasar kaget yang dibuka setiap hari tertentu (Ahad misalnya). Dugaanku, gambar dalam foto itu hanya sekedar pasar kaget biasa yang berlangsung setiap hari Ahad.

Jauh dari Bandung, tepatnya di kota yang tertera di dalam KTP ku, Solo, ada pula pasar kaget semacam ini. Kalau ndak salah, orang Solo menyebutnya sebagai Sunday Market. Dinamai Sunday Market sepertinya dikarenakan alasan pasar itu buka hanya setiap hari Sunday atau Ahad. Sunday Market sendiri sekarang dipusatkan di dalam area Gelora Manahan Solo yang dikelola oleh Pemkot Surakarta. Pemkot memperoleh pendapatan retribusi dari adanya pasar kaget ini. Sebelum dipindah di dalam area Gelora Manahan, pasar kaget ini berada melingkar di luar Gelora Manahan. Akibatnya, jalanan menjadi macet dan menjadi kotor serta kumuh setelah aktivitas pasar kaget bubaran / selesai.

Agaknya, hal inilah yang kemudian memicu pembahasan di tengah masyarakat Solo dan selanjutnya direpon oleh Walikota dan jajaran pemerintahan Kota Surakarta dengan menata para pedagang pasar kaget di Manahan, Solo. Hasilnya setelah beberapa kali melalui kajian dan tahap pembahasan bersama antara Walikota, Pemkot, dan perwakilan para pedagang, disepakatilah ide memindah lokasi pasar kaget berada di dalam Gelora Manahan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi tingkat kemacetan lalu lintas dan menjaga tingkat kebersihan lokasi.

Pemilihan Manahan sebagai lokalisasi pedagang pasar kaget di Solo memang sangat tepat jika dilihat dari sudut pandang bisnis. Setiap hari Ahad, Gelora Manahan merupakan sentral lokasi warga masyarakat Solo dan sekitarnya menghabiskan waktu subuh hingga menjelang siang beraktivitas olahraga, jogging, atau sekedar jalan-jalan biasa. Sehingga setiap Ahad-nya, ribuan bahkan puluhan ribu orang tumplek blek di sini. Ada gula ada semut. Hal inilah yang kemudian mengundang para pedagang untuk mengais rezeki.

Aku sendiri bersama seorang kawan pernah ikut-ikutan mencoba mengadu untung di Sunday Market Manahan (dulu belum dinamai Sunday Market). Aktivitas ini berlangsung selama kurang lebih satu tahun saat aku duduk di tingkat pertama kuliah perguruan tinggi. Berdua dengan kawanku Sri Widodo (kemudian digantikan oleh Inal 13 a.k.a Muhammad Zainal), kami mencoba menambah uang saku dengan berjualan aneka macam Sandal mulai dari Sandal Batik, Sandal spon ala Hotel, Sepatu, dan pernak-pernik kecil lainnya. Sayangnya, usaha kami itu harus terhenti karena aku kemudian kuliah double pada tahun ke-2 nya. Ortu melarangku untuk melanjutkan aktivitas itu jika sudah kuliah double karena pasti akan mengganggu konsentrasiku dalam belajar.

Keberadaan pasar kaget atau sering disebut juga pasar tiban, di satu sisi memang memberikan manfaat kepada sebagian masyarakat, apalagi bagi para pedagang. Sambil berolahraga pagi, mereka bisa melihat-lihat dan atau membeli barang-barang yang dirasa sedang dibutuhkan atau disukainya. Terlebih lagi, rata-rata produk yang diperdagangkan di pasar kaget beraneka macam jenis barang, mulai dari sandal, sepatu, makanan, roti, kue, minuman, bunga, tanaman, perkakas dapur, pakaian, dan lain-lain. Namun di sisi lain, keberadaan pasar kaget juga seringkali menyisakan masalah dan persoalan berupa kemacetan dan kekotoran. Hal inilah sisi negatif yang sangat susah sekali untuk dihapuskan. So, bagaimana pendapat dan pandangan kamu terhadap pasar kaget di kotamu? Just share it !!!

Pasar Kaget Otista Bandung (jepretan dari dalam angkot)

Beberapa hal lainnya yang menarik hasratku untuk kupotret dan berhasil kubidik antara lain:

  1. Bapak Penjahit di Tepi Jalan Perempatan Tugu Sepatu;
  2. Tugu Sepatu Menuju Cibaduyut;
  3. Persib Harus Nomor Satu;
  4. Stasiun Bandung;
  5. Kantor Gubernur-an;
  6. Pemilihan Ketua RW di Perumahan Sukamenak;
  7. Air Bersih Masih Dibutuhkan Meskipun di Perumahan;
  8. Jembatan Pasopati;
  9. Nasi Oseng Depan Stasiun Bandung;
  10. Siswi SMA Nyeberang Jalan;
  11. Sepasang Sejoli Naik Motor Erat-Erat;
  12. Anjing Dilarang Bermain Di Taman;
  13. Musisi Jalanan Bandung;
  14. Pasar (kaget) Buah-Buahan Sepanjang Jl. Otista;
  15. Tukang Mie Rebus Keliling;
  16. Zahra, The Little Cute Girl;

(ahmed fikreatif)

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

Iklan

2 Tanggapan

  1. omahmu ngendi to mas neng bandung??

    • omahku Solo…
      aku di Jkarta saiki.
      di bandung cuman maen2 aja…

      -btw, krn aku di ban dr milis bengawan, maka aku kmungkinan besar absen kopdar di Bandungnya-

      😦 😦 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: