Peran Besar Ember di Kamar Kos


Ember Di Kamarku

Ember Di Kamarku

 

Foto di samping ini adalah foto sebuah ember yang berada di dalam kamar kost. Jujur aku tidak tahu apa bahasa Indonesia resminya ember. Kalau ada yang tahu mohon bantuannya untuk menuliskan di komentar bawah. Bukan tanpa alasan aku sengaja menaruh ember di dalam kamar. Kamu pasti tahu apa penyebabnya. Yup, benar sekali bagi kamu yang menebak alasan ada ember di dalam kamarku disebabkan atap kamar bocor. Dalam istilah bahasa Jawa biasa disebut dengan trocoh.

Jika hujan turun cukup deras, maka butiran-butiran air banyak yang menetes turun ke lantai kamar. Oleh karenanya, aku menyiapkan sebuah ember di bawah letak titik bocor yang kuprediksi. Sayangnya, tetesan air dari atap yang bocor sampai hari ini tidak diketahui sumber bocornya. Oleh karenanya, jika hujan tiba dengan kuantitas sangat deras ember yang kupasang di kamar sering tidak pas menampung air tetesan dari atap. Tak jarang, aku harus ngepel lantai yang digenangi air cukup banyak karena titik bocor tidak kuketahui saat hujan deras atau terlebih disertai badai.

Istilah ember ini ternyata berasal dari bahasa Belanda yaitu “emmer”. Coba anda cari di wikipedia bahasa Belanda lalu ketikkan kata emmer maka akan muncul penjelasannya. Een emmer is een waterdicht vat dat aan een hengsel gedragen en gebruikt wordt voor het vervoer van vloeistoffen. Vroeger werden emmers van hout, leer of metaal gemaakt, tegenwoordig meestal van kunststof. De inhoud van een huishoudemmer is ongeveer 10 liter. Dan seterusnya. Bagi yang bisa nerjemahin silakan diterjemahin sendiri. Yang jelas, aku mengerti bahasa Belanda. Jika kata emmer diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris maka yang muncul adalah kata bucket.

Sementara, aku teringat ada istilah kata “timba”. Menurut penuturan kawanku yang kuliah di Sastra Indonesia, kata “timba” justru bukan merupakan bahasa Indonesia, namun bahasa Jawa. Sedangkan kata “ember” lah yang lebih tepat untuk menggambarkan sebuah alat kedap air berbentuk silinder maupun terpotong kedap air dan vertikal, dengan bagian atas terbuka dan bagian bawah yang datar di dalam bahasa Indonesia. Ember atau timba telah digunakan sejak masa kuno, terutama untuk memindahkan air dari keran maupun sumur ke penampungan air tetap seperti lubang air dan tong. Ember juga digunakan untuk memuat cat, pasir, dan bahan makanan. Namun hingga kini aku tidak tahu siapa penemu ember pertama kalinya. 😀

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

Iklan

2 Tanggapan

  1. Haha* Tema yg sderhana, v menarik 😀 like thiz gan 😀

  2. waduh…
    ternyata kaskuser to…
    hahaha juga..
    bisa aja U said like that..

    *dah lama ga ngaskus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: