Parah, Busway Datang Setelah 1 Jam Ditunggu Para Penumpang



31 Januari 2010, hari keterlambatan bus Transjakarta atau yang lebih dikenal dengan BUSWAY yang parah dan ga masuk akal tapi benar-benar kejadian. Mau marah ga ada gunanya, mau numpahin kemarahan juga rugi sendiri. Kutulis aja pengalaman mengesalkan ini di blog.

Sore tanggal 31 Januari 2010, sekitar pukul 15.50 WIB, aku sampai di Gambir dari Bandung. Karena mau buru-buru ke Mangga Dua ngejar sebelum banyak toko-toko yang tutup, aku langsung mempercepat jalan menuju Halte Transjakarta Gambir 2. Sepuluh menit menunggu, bus tiba dengan kondisi penuh sesak penumpang. Sekitar perjalanan 5 menit, aku sampai di Halte Transit Pasar Senen. Sedikit terburu-buru, aku lagi-lagi mempercepat jalan menuju lorong pemberhentian bus yang ke arah jurusan Ancol.

Saat sampai di halte Pasar Senen, waktu menunjuk sekitar pukul 16.15 WIB. Sepuluh menit kemudian ada bus dari arah selatan. Ternyata bus itu tidak menuju ke Ancol melainkan ke PGC Cililitan. Sepuluh menit berselang sejak bus pertama tadi tiba, muncul lagi bus dari arah selatan. Ternyata, lagi-lagi bus yang datang bus yang hendak ke PGC Cililitan. Begitu berulang setiap sepuluh menit hingga lima kali. Kesemuanya bus yang menuju ke Cililitan. Aku pun kesal. Ga wajar sekali nunggu bus Transjakarta sampai hampir satu jam gini.

Ternyata bukan aku saja yang resah dan gelisah atas keterlambatan parah bus Transjakarta ini. Beberapa orang yang berada di dalam shelter bus Transjakarta kulihat keluar dari halte dan memilih naik angkutan-angkutan lain. Sementara di barisan-barisan belakangku, beberapa orang mulai sedikit marah dan terpancing emosi. Petugas yang ada di dalam shelter mereka hardik atas keterlambatan itu.

Hoe pak, ini bus nya ada ga sih? Eh, elu buruan lapor apa gimana kek gitu,, jangan hanya petantang-petenteng di sini aja.” teriak seseorang dari baris belakangku ke arah seorang petugas.

Wah, kami tidak bertanggung jawab dengan keterlambatan bus pak..” ujarnya sedikit menenangkan puluhan orang yang kemudian juga terpancing untuk mengumpat dan mengekspresikan kekesalannya.

Beberapa saat kemudian pun, sang petugas memilih menjauh dari hardikan para penumpang itu. Respon para petugas atas keterlambatan Bus Transjakarta di Pasar Senen khususnya memang terkesan cukup buruk. Melihat antrian calon penumpang bus yang berjubel selama hampir 1 jam dan melihat reaksi kekesalan para calon penumpang itu tak sedikitpun direspon para petugas yang ada di halte shelter Pasar Senen. Para petugas cenderung menghindari kontak dengan para penumpang bus Transjakarta yang terlambat itu. Bahkan setelah seorang yang kemudian diikuti puluhan penumpang lainnya mengungkapkan kekesalannya di depan salah seorang petugas, petugas lainnya justru terlihat pura-pura tak tahu. Tak ada yang berinisiatif menghubungi kantor operasionalnya atau bagaimana sekedar memastikan kenapa bisa terjadi keterlambatan yang separah itu.

Sekitar pukul 17.20 WIB, bus Transjakarta yang ditunggu itupun akhirnya muncul juga dari arah selatan. Tak hanya satu bus, tapi langsung 2 (dua) bus Transjakarta yang muncul dari arah Selatan. Masih dengan raut muka kekesalan, para calon penumpang pun masuk satu per satu, begitu pula aku yang berada di antrian baris paling depan. Obrolan dan omelan serta keluhan tentang keterlambatan Bus yang sangat parah itu masih menjadi topik pembicaraan di dalam bus oleh para penumpang.

Mungkin kejadian itu bukanlah hal yang pertama kali dilakukan oleh bus Transjakarta atau bukan hal yang pertama kali anda alami. Khusus untuk saya, sejujurnya aku baru mengalaminya kemaren itu saja karena aku bukan pemakai bus Transjakarta secara rutin setiap harinya. Selama ini, aku merasakan keterlambatan bus Transjakarta masih relatif normal-normal dan biasa saja. Hanya saja, satu hal yang paling bikin malas dan dari awal tidak merasa nyaman dengan bus Transjakarta ini adalah penuh sesaknya bus yang terisi penumpang setiap waktunya. Kemudian selain itu, di setiap shelter-shelter halte transit seperti Pasar Senen, Kampung Melayu, atau Harmoni, antrian para penumpang senantiasa memanjang sekian meter dengan dipenuhi desak sesak para penumpangnya.

Beberapa hal itulah yang membuatku memilih bus Transjakarta sebagai alternatif ke sekian dalam bertransportasi di Jakarta. Akhirnya, sebuah cita-cita mewujudkan sebuah sarana transportasi yang nyaman dan aman serta bebas keterlambatan sepertinya masih harus banyak diperbaiki lagi dan jauh panggang dari api. Sementara beberapa saat lalu ada wacana untuk menaikkan tarif Bus Transjakarta. Cukup relevankah wacana tersebut dengan kondisi itu? Semoga ekspresi kekesalanku terhadap keterlambatan bus Transjakarta melalui tulisan ini bukan membawa energi negatif baik bagiku maupun siapa saja sekalipun kekesalan itu masih terasa karena akhirnya aku tidak memperoleh hasil apapun saat aku sampai di tempat tujuan karena keterlambatan itu. 😦

(ahmed fikreatif)

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

Iklan

5 Tanggapan

  1. Saya biasanya sabar kalo nungguin sesuatu yang jelas, tapi kalo gg jelas ya mangkel juga. Apalagi di jakarta dengan hawa yang gg enak, orang2 yang udah naik pitam, eneg juga kali ya. Sabaaaar…. hehe

    • sebenarnya kalao masalah hawa udara di Solo dan Jakarta relatif sama ya… (according to me). Solo yg pusat kota tapi…

      alhamdulillah msh bs sabar hingga akhirnya ada Busway yg tiba meskipun stlah 1 jam menunggu. (tp tetep mangkel)
      LoL

  2. Saya belum pernah nunggu sampe 1 jam gitu. Palingan waktu mau naek ke arah pulogadung dari harmoni biasanya ngantri panjang bener..

  3. belum pernah mengalami kejadian seperti itu..
    maklum orang desa..
    wkwkwk

  4. @Ardian Eko: Sy jga baru kali itu saja… krn bkn pelanggan tetap sih.. Bukane tinggal d Bandung?

    @Annosmile: Busyet dah. orang Desa???
    tp perjalanannya wes keliling Indonesia je…
    (caranya kontribusi di Team Touring gimna tu?)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: