Aku Ingin Sholat Tepat Waktu !!!


Sewaktu aku nulis ini, waktu Maghrib beberapa menit sebelumnya telah masuk. Sholat maghrib berjamaah di Mushola kantorku pun sudah selesai. Selanjutnya aku membeli nasi di warung makan Tegal depan kantorku sebagai makanan berbuka puasa. Sebelumnya aku telah buka puasa dengan segelas air putih dan satu buah lemper. Sholat berjamaah di masjid besar dekat warung itu masih berlangsung dan belum usai. Semetara di warung makan itu, beberapa sopir taksi dan pegawai-pegawai kantor kulihat sedang asyik duduk-duduk santai sambil menghisap rokoknya. Logikaku mengatakan mereka belum sholat Maghrib. Semoga saja aku salah.

Kuakui, aku sering menunda waktu sholat. Terutama jika saat waktu isya dan masih berada di kantor. Alasan waktu isya yang masih lama ‘jatah waktunya’ adalah pemicu dan godaan yang membisikiku agar aku menunda sholat, setidaknya hingga nanti sampai di kost. Aku tahu bahwa sekalipun aku sholat di kost setelahnya pun sholatku tetap sah selama memenuhi rukun nya. Hanya saja, sebagai seorang hamba, aku malu kepada Allah SWT. Mengapa aku menomorduakan cinta-Nya sementara aku lebih suka berada di depan komputer atau menomorsatukan hal-hal keduniaan lainnya. Aku pun sadar, bahwa lama waktu sholat tidaklah selama dengan lama aku upacara bendera, bahkan dengan mandi atau pun membuang hajat ke belakang pun lama waktu sholat masih lebih cepat. Sayangnya, aku masih kerap jatuh akan godaan syetan. Lagi-lagi aku menyalahkan syetan jika aku bermaksiat kepada Allah SWT. Padahal, sebenarnya hatiku dan rasa malasku itulah yang telah menjadi syetan dalam diriku. Sementara syetan-syetan yang hakiki mungkin sudah tidak perlu lagi menghembuskan hipnotisnya.

Lain aku, lain pula beberapa orang lainnya. Aku sering melihat dan menyaksikan banyak orang berusaha menyempatkan waktunya sesempit apapun untuk mengetuk pintu Allah SWT saat waktu sholat telah masuk. Di dalam gerbong saat kereta melaju, aku sering menyaksikan beberapa orang terlihat komat-kamit mengucap lafal tertentu serta memberikan isyarat dengan kedua tangannya. Ternyata mereka sedang sholat. Dalam keadaan berdiri di dalam gerbong kereta sambil berdesak-desakan dengan para penumpang lainnya. Meskipun terkadang terlihat lucu dan aneh, mereka tak peduli apa kata orang sekelilingnya.

Meskipun di negeri yang mayoritas penduduknya muslim, terkadang beberapa kawanku malu jika harus sholat tidak sebagaimana biasanya mereka sholat di rumah. Bahkan, beberapa kawanku tak sedikit yang lebih suka menjama’ sholatnya di rumah atau malah melupakan sholatnya jika tengah berada di dalam sebuah perjalanan. bermacam-macam alasan yang dikemukakan. Tak ada masjid lah, tak ada air lah, pakai celana pendek lah begitu dan seterusnya.

Sementara itu, di beberapa negeri Eropa dan luaran Indonesia sana, tak sedikit orang-orang muslim yang sholat di atas gerbong kereta, di tepi trotoar, di tepi taman, di atap kantor, dan dimana saja yang suci untuk digunakan sebagai tempat sholat jika waktu sholat telah tiba. Ratusan orang yang memandangnya sinis bahkan mencelanya tak ia gubris. Ia menikmati pertemuan dengan Allah SWT Sang Pencipta dengan penuh ketenangan tanpa tergesa-gesa. Aku iri sama mereka. Orang-orang yang mampu selalu menjaga sholatnya dengan baik dimana saja mereka berada. Tak peduli di negara dengan mayoritas muslim maupun di negeri yang penuh dengan orang kafir. Semoga aku selalu menjaga sholatku mendekati kesempurnaan.

(Ahmed Fikreatif)

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

Iklan

2 Tanggapan

  1. SALAM KENAL dan SALING MENGUNJUNGI serta SALING BERBAGI.WAH…WEB-NYA CUKUP INFORMATIF …OYA,BISA PASANG LINK/BANNER GA YAH…???
    HTTP: / / DUTACIPTA.WORDPRESS.COM
    🙄

    • salam balik…
      maturnuwun

      pasang banner gmn maksudnya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: