Cikal Bakal Kereta Prameks (2-habis)


Kereta Prambanan Ekspress merupakan nama kereta yang sudah pasti banyak dikenal warga Solo, Yogkarta dan sekitarnya. Terlebih lagi bagi para komuter yang bertempat tinggal diantara Solo dan Yoyakarta. Jika Jabotabek a.k.a Jawa Bloon Tapi Beken (kata orang 😀 ) – maksudnya Jakarta Bogor Tangerang Bekasi (Tambah Depok), punya kebanggaan dengan Kereta Rel Listril (KRL), maka Solo-Jogja punya Prameks, moda transportasi kereta api yang secara rutin mengantar puluhan ribu penumpang setiap harinya bolak balik Solo-Jogja dan kini bertambah Kutoarjo. Saat ini Prameks beroperasi sepuluh kali pulang pergi dan dikelola oleh PT Kereta Api Daerah Operasi VI Yogyakarta.

Di tengah kebanggaan warga komuter Solo-Jogja, ada yang sedikit terlupakan dari sisi lain Prameks. Bagi ‘pengamat sejarah perkeretaapian komuter Solo-Jogja’, kelahiran Prameks sebenarnya telah melalui proses perjalanan panjang. Prambanan Ekspres bukanlah kereta komuter pertama yang melayani jalur Jogja dan Solo. Jika ditelisik jauh ke tahun 60-an dan 70-an ada kereta yang bernama Kuda Putih (lihat foto di atas), kereta yang menjadi cikal bakal kelahiran Prameks. Bagi para generasi cut bray dan penikmat musik ngek-ngok, serta orang-orang tua kita yang pernah tinggal di Jogja dan Solo mungkin tidak merasa asing dengan nama ini. Telisik dan telusuk, diketahui bahwa Kereta Rel Diesel (KRD) Kuda Putih adalah Kereta Rel Diesel pertama yang dimiliki oleh Pemerintah Indonesia.

Dibuat di Jerman oleh Ferrostaal pada pertengahan 1960-an dengan menggunakan mesin General Motor, KRD ini dianugerahi nama-nama tokoh Pandawa Lima. Pada masa jayanya, Kuda Putih merupakan favorit bagi para penumpang untuk menempuh Jogja dan Solo. Namun Kuda Putih yang perkasa harus mati muda. Pada pertengahan 1970-an beberapa di antaranya mulai rusak karena tidak adanya suku cadang. Bahkan di sebuah foto yang diambil oleh railfan Inggris, Malcolm Wilton-Jones, pada tanggal 23 Oktober 1976 di stasiun Tugu ada sepasang Kuda Putih yang harus ditarik oleh lokomotif BB200. Seiring bertambahnya waktu, Kuda Putih pun mati perlahan-lahan. Kereta tersebut bernama “Kuda Putih” dikarenakan adanya logo bergambar kuda di bagian atas jendela masinisnya. Setelah Kuda Putih tidak aktif (dihentikan pada tahun 1980-an), tidak ada lagi kereta api komuter yang menghubungkan kedua kota itu. 😦

Inilah wajah Kuda Putih sekarang (lihat foto di samping), teronggok tak berdaya berantakan dimakan usia di salah satu sudut dipo lokomotif Solo Balapan. Tersembunyi di antara semak-semak dengan kondisi yang memprihatikan. Dari sekian banyak Kuda Putih yang pernah dimiliki Indonesia, tinggal satu unit yang masih tersisa. Itu pun saat ini dijadikan gudang dan tempat ganti para pegawai Dipo.

Menurut penuturan seorang kawan bernama mas Eko Budi, di depo kereta Semarang Jl. Pengapon  (sekarang sudah tutup), di tengah sebidang tanah kebun kangkung, teronggok bangkai kereta Kuda Putih yang mulai berwarna kuning menghitam. Namun, kondisinya ketika mas Eko Budi masih SD tergolong lumayan. Kursi tempat duduk masih utuh, ruang masinis, dan panel-panel kontrolnya masih lengkap. Di kesempatan lain, bangkai kereta kuda putih juga sempat terlihat oleh mas Eko Budi di Stasiun Poncol Semarang. Terparkir di samping pintu masuk depo lokomotif Poncol Semarang.

Sungguh ironis. Di tengah berjayanya Prambanan Ekspres penerusnya, Kuda Putih seperti terlupakan. Dari ribuan komuter yang melintas, adakah satu orang pun yang teringat akan jasanya. Atau paling tidak pernah mendengar namanya dari cerita para orang tua dulu. Tengoklah Kuda Putih sesekali bersama teman, mungkin hati Anda akan tergerak untuk menyelamatkannya. Mungkin…..

Beralih dari Kuda Putih, Solo-Jogja pun kehilangan tunggangan yang lincah dan gagah dalam kurun waktu yang lama. Baru kemudian, tanggal 20 Mei 1994 KA Prameks Solo–Yogyakarta pergi pulang (PP) kali pertama dioperasikan. KA Prameks awal ini hanya menggunakan empat rangkaian kereta kelas bisnis yang ditarik oleh lokomotif diesel dengan tarif 2000 rupiah. Rangkaian ini memakai kereta milik KA Senja Utama Solo yang beroperasi hanya pada malam hari. Awalnya KA itu berjalan hanya dua kali sehari pergi-pulang. Dalam kurun pengoperasiannya, KA Prameks telah mengalami beberapa kali perubahan jadwal pemberangkatan maupun sarana yang dipergunakan. Bahkan untuk periode yang singkat, ke dalam rangkaian ini pernah pula ditambahkan satu gerbong KA eksekutif dengan tarif 5000 rupiah.

Setelah pola keberangkatannya diubah sesuai dengan keinginan pelanggan menjadi lima kali PP sehari, maka pada masa angkutan Lebaran 1998, manajemen PT KA (Persero) mengganti rangkaian kereta yang ditarik oleh lokomotif menjadi tiga set rangkaian KRD (kereta rel diesel).

Namun karena rangkaian KRD ini dianggap uzur (buatan tahun 1980-an), KA Prameks sering mengalami kerusakan yang mengakibatkan keterlambatan. Akhirnya Ditjen KA Dephub bersama manajemen PT KA menambah satu set armada Prameks berupa KRDE (Kereta Rel Diesel Elektrik) prototipe pertama dari PT Inka Madiun pada 1 Maret 2006. Rangkaian ini adalah yang pertama kali dioperasikan di Indonesia. KRDE ini merupakan modifikasi dari KRL buatan BN/Holec (“Belgien-Nederland-Holland Electric”, perusahaan KA Belanda-Belgia), Belgia, yang dimodifikasi oleh PT INKA dengan mengganti sumber daya menggunakan satu mesin diesel.

Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE) merupakan suatu bentuk Transportasi Cepat Massal (MRT, mass rapid transport) yang memadukan mesin diesel dengan teknologi yang dipakai pada Kereta Rel Listrik.

Pada KRDE, mesin diesel dipakai sebagai pembangkit tenaga listrik. Energi listrik yang dihasilkan diolah lagi pada VVVF (variable voltage variable frequency) inverter, yaitu suatu rangkaian yang dapat mengubah frekuensi dan tegangan listrik, yang digunakan sebagai kontrol motor induksi. Selanjutnya, output tegangan yang dihasilkan dialirkan ke traction motor (TM) yang ada pada roda. satu TM hanya menggerakan satu roda – jadi dalam satu railcar terdapat empat TM.

Jumlah TM yang ada pada satu set KRDE tergantung dari besarnya daya listrik yang dihasilkan generator. keuntungan dari sistem ini antara lain mesin diesel yang terpusat, getaran yang dihasilkan cukup kecil, tidak begitu bising, dan tarikan (akselerasi) lebih besar (3,7 m/s2).

Lima unit kereta Prameks per rangkaian KRDE tersebut terdiri atas satu unit kereta mesin (engine, KDE) diesel, satu unit kereta ko-trailer, dua unit kabin trailer dan satu unit trailer ditambah kabin masinis. KRDE ini diberi kode KDE-3, yang berarti KRDE kelas ekonomi.

Sejak 13 Maret 2006, ditambahlah dua perjalanan KA Prameks ini menjadi tujuh kali PP. Seiring dengan dioperasikannya jalur rel ganda Yogyakarta-Kutoarjo pada 29 September 2007 dan sekaligus untuk memenuhi permintaan masyarakat Kulonprogo dan Kutoarjo, PT KA Daop VI Yogyakarta sejak 15 Oktober 2007 mulai melakukan uji coba perjalanan KA Prameks Yogyakarta-Kutoarjo-Solo Balapan PP dengan pola operasi dua kali perjalanan sehari.

Dengan bertambahnya dua set KRDE yang diluncurkan oleh Menhub di Stasiun Solo Balapan, 16 Februari 2008, pola operasi KA Prameks Solo-Yogyakarta mengalami peningkatan dari tujuh kali menjadi sepuluh kali PP, sedangkan Solo – Yogyakarta – Kutoarjo menjadi empat kali PP. Kereta api ini juga sekarang berhenti di Stasiun Maguwo (Bandara Adisucipto), sebagai bagian dari sistem terpadu transportasi Yogyakarta yang menghubungkan sarana transportasi umum darat (bus TransJogja dan taksi), kereta api, dan pesawat terbang.

Dari tahun ke tahun, jumlah penumpang KA Prameks semakin meningkat. Saat ini rata-rata penumpang sekitar 3.500 orang/hari dan pada hari Minggu atau liburan mencapai 5.000 penumpang.

Penumpang KA Prameks terbagi dalam beberapa komunitas penumpang KA Prameks menjadi enam bagian. Pertama, adalah pelanggan harian atau pelaju yang berprofesi sebagai dosen, dokter, pegawai pemerintah, atau pegawai swasta. Kedua, adalah para mahasiswa S1, S2, S3 yang melaju setiap hari atau terkadang sepekan sekali. Ketiga, adalah pedagang yang memiliki akses dengan Pasar Beringharjo dan Malioboro di Yogyakarta atau di Pasar Klewer dan Pasar Gede di Solo yang jumlahnya relatif kecil. Keempat, adalah penumpang yang betul-betul baru, mereka mengisi liburan bersama keluarga sekaligus ingin menikmati perjalanan dengan KA Prameks. Kelima, adalah turis mancanegara yang sedang dalam perjalanan dari Yogyakarta menuju ke Solo atau sebaliknya. Keenam, adalah rombongan wisata dadakan anak-anak TK dengan tujuan Yogyakarta atau Solo, rombongan wisata siswa pelajar dari luar kota seperti Magelang dan Temanggung. (Ahmed Fikreatif)

(Sumber utama adalah Group Prambanan Ekspress di Friendster dan Wikipedia)

.::: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) :::.

NB: Galleri Foto-Foto Kuda Putih sudah ada di link ini (klik di sini)

Iklan

9 Tanggapan

  1. sip, besok kamis mo naek prameks rencanya, insyaALlah, dan itu pertamakalinya… :((

    • @Casofa: Weeleh..
      ckckckckck

  2. memangnya KRD Kuda Putih yang ada digambar yg ke-2 dijadiin gudang sama tempat pegawai, kayaknya baru dengar
    tuh. Kan bangkainya ada di semak2 berarti malam kalo disitu
    banyak hantunya donk. Hiiiiiiiiiiiii…………….. Serem amat!!!

    • @Handika: ya gitulah kira2

  3. mmng bgtu ya mas handhika……..

    • @Ariel: Ya nggak lah..

  4. Jadi inget dulu suka diceritain sama ibu mengenai kejayaan KUDA PUTIH…. karena dulu kakek pegawai PJKA (PT KA), Jd tahu bener soal kuda putih.

    • @Aji: Oh ya>? kakeknya masih hidup?

      kpn2 bs silaturahmi nih….untuk nanya2 ttg kuda putih lbh detail

  5. Alhamdulilah rekan2, saya di percaya untuk memugar KRD kuda putih dan saya tempatkan di stasiun lempuyangan sebagai perpustakaan. mohon doanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: