Nyantap Siang Dengan Nasi Oseng Depan Stasiun Bandung


Waktu ke Bandung hari Sabtu-Ahad, 30-31 Januari 2010, beberapa hari lalu, ada beberapa hal yang menarik untuk kujepret via kamera Casio Exilim EX-Z75 ku. Meskipun kamera murah, tapi cukuplah kalau sekedar untuk jepret objek-objek menarik hati untuk selanjutnya untuk di-share-kan melalui blog.

Kali ini aku sedang posisi lapar belum makan siang. Sementara kereta Parahyangan dari Bandung menuju tujuan akhir Stasiun Gambir Jakarta Pusat berangkat pukul 12.45 WIB. Sementara saat ini jarum jam menunjuk pukul 12.00 WIB. Andai aku tidak makan siang di Bandung, maka makan siang pun akan tertunda setidaknya pukul 16.00 WIB sesampainya Parahyangan di Gambir. Kalau beli nasi di atas kereta, orang Jawa bilang eman-eman (sayang). Mahal.

Kuputuskan untuk nyari warung makan di depan Stasiun Hall (Stasiun Bandung). Alhamdulillah, tepat di depan Stasiun Hall mepet tembok pagar stasiun tepat berada di bawah sebuah billboard besar bergambar walikota Bandung, Dada Rosada, yang mempromosikan Persib, ada sebuah warung makan kaki lima.

Nasi Oseng

Nasi Oseng

Aku memesan nasi dengan sayur oseng tempe dan buncis dilengkapi lauk tempe goreng serta telor dadar (lihat gambar di samping). Oleh ibu yang dagang nasi sebenarnya disediakan air teh tawar gratisan untuk sekedar minuman pelicin aliran nasi di dalam tenggorokan agar terhindar dari seret. Namun karena aku merasa ga sreg, aku lebih memesan air mineral merek AQUA.

Bismillah.., nyam…nyam…” aku menikmati makan siang sederhana ini.

Makan selesai, saatnya membayar. Hanya Rp. 6.000,-. Jika aku tidak minta air mineral maka cukup Rp. 5.000,- saja sebenarnya. Cukup murah dan penuh gizi bukan? Serta yang penting cukup wareg (kenyang).

Coba kalau dibandingkan dengan makan di dalam gerbong kereta yang disediakan Restorasi. Bisa senilai dua kali lipat lebih harganya. Itupun nasinya hanya sedikit dan menunya kurang bergizi. Kalau tidak salah, harga seporsi nasi goreng plus telor dadar sebesar Rp. 20.000,- kalau tidak Rp. 25.000,-. Sudah harganya relatif mahal, gizinya sedikit. Sedangkan nasi oseng ada karbohidratnya, proteinnya, serta mineral dan sedikit serat.

So, seandainya anda tengah “kelaparan” selepas perjalanan atau hendak mengadakan perjalanan dan sedang berada di Stasiun Bandung, maka pilihan warung ini patut dicoba. Perlu diketahui bahwa Stasiun Bandung memiliki dua pintu yaitu pintu Utara (dianggap sebagai pintu depan stasiun) dan pintu Selatan (yang dianggap pintu belakang). Warung ini berada di pintu depan.

Beberapa hal lainnya yang menarik hasratku untuk kupotret dan berhasil kubidik lainnya antara lain:

  1. Bapak Penjahit di Tepi Jalan Perempatan Tugu Sepatu;
  2. Tugu Sepatu Menuju Cibaduyut;
  3. Persib Harus Nomor Satu;
  4. Stasiun Bandung;
  5. Kantor Gubernur-an;
  6. Pemilihan Ketua RW di Perumahan Sukamenak;
  7. Air Bersih Masih Dibutuhkan Meskipun di Perumahan;
  8. Jembatan Pasopati;
  9. Nasi Oseng Depan Stasiun Bandung;
  10. Siswi SMA Nyeberang Jalan;
  11. Sepasang Sejoli Naik Motor Erat-Erat;
  12. Anjing Dilarang Bermain Di Taman;
  13. Musisi Jalanan Bandung;
  14. Pasar (kaget) Buah-Buahan Sepanjang Jl. Otista;
  15. Tukang Mie Rebus Keliling;
  16. Zahra, The Little Cute Girl;

(ahmed fikreatif)

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: