Anjing Dilarang Bermain di Taman


Waktu ke Bandung hari Sabtu-Ahad, 30-31 Januari 2010, beberapa hari lalu, ada beberapa hal yang menarik untuk kujepret via kamera Casio Exilim EX-Z75 ku. Meskipun kamera murah, tapi cukuplah kalau sekedar untuk jepret objek-objek menarik hati untuk selanjutnya untuk di-share-kan melalui blog.

No Dog

Foto di samping ini dijepret di kawasan perumahan Sukamenak (nama perumahannya lupa). Jujur aku tidak mengerti arti tulisan yang tertera di gambar itu ( 😦 ). Hanya saja , dari gambar yang nampak dari kejauhan aku sempat menangkap pesan bahwa perumahan ini melarang anjing berada di sekitar taman. Namun saat kucoba mendekat, aku menangkap pesan bahwa binatang Anjing dilarang BAB di taman. Demikian nalar IQ terbatasku menangkap. Logikaku berkata, secara otomatis jika Anjing dilarang berak sembarangan di taman, maka secara tidak langsung berarti bahwa Anjing dilarang dibawa ke taman karena siapa yang menjamin anjing bakal bilang kepada pemiliknya untuk pamit ke WC saat kebelet buang air besar? 😀

Barangkali, ada yang berpendapat pengumuman ini bernilai SARA. Kenapa anjing yang dilarang? Kenapa kucing nggak dilarang? Apa karena anjing binatang yang dilarang umat Islam untuk dipelihara kecuali dalam 3 keadaan? Aku yakin bakal ada yang berpendapat seperti itu. Namun jika memang benar-benar ada yang berpendapat seperti itu, terserah saja. Namanya juga pendapat. Bisa salah bisa benar.

Terlepas masalah pada paragraf ketiga di atas, aku suka dengan kesepakatan warga perumahan tempat pengumuman itu terletak. Bukan tanpa sebab aku menyetujui ide pengumuman larangan seperti itu. Hal itu dikarenakan tempat kost ku di Jakarta begitu dipenuhi dengan anjing-anjing yang dibiarkan lepas begitu saja. Permasalahannya, dengan seenaknya anjing-anjing ini kalau berak semaunya sendiri tanpa lihat dimana ia berak (namanya juga anjing). Lebih bikin mangkelnya lagi, anjing-anjing ini tidak tahu waktu kalau berak. Pagi, siang, sore, malam anjing-anjing di pemukiman kost-ku bergantian berak.

Efeknya, jalan-jalan di sekitar kost-ku dipenuhin ‘ranjau-ranjau’. Meskipun aku belum perah menjadi korban ‘ranjau-ranjau’ itu (jangan sampai deh..), beberapa kawanku yang pernah numpang nginep di kost-ku pernah beberapa kali menginjak ‘ranjau-ranjau’ itu. Jangan tanya bau-nya… (parah kata kawanku).

Parahnya lagi, melihat ‘kelakuan’ dan ‘moralitas’ anjing-anjing itu sang pemilik anjing bukannya berusaha menyapu ‘ranjau-ranjau’ itu tetapi malah lebih suka menyilangkan kaki sambil menghisap rokok. Saat mencoba melapor kepada pak kost tentang hal itu, oleh pak Kost dijawab kalau si pemilik anjing-anjing itu merupakan Ketua RW setempat. “Udah deh,,, mau nggak mau harus sabar dan nrimo ing pandum…” batinku dalam hati.

So, itulah mengapa aku setuju dengan pengumuman larangan membawa anjing seperti di foto atas tersebut. Kenapa harus Anjing yang dilarang. Melihat perilaku umum dan kebiasaan di kalangan binatang rumahan, ‘perilaku’ anjing kurasa lebih sulit untuk ditertibkan dalam urusan ‘berak’. Mungkin hal itu berbeda dengan kebiasaan kucing yang jika ingin berak, ia mencari area tanah dan kemudian berusaha menutup ‘ranjau’ yang dihasilkannya itu. Kesimpulannya, itulah alasanku mengapa aku mendukung ‘penertiban akhlak’ anjing-anjing di kawasan pemukiman padat penduduk dan bukan karena alasan yang bersifat SARA, meskipun aku juga merasa risih secara keyakinan agamaku terhadap binatang bernama Anjing.

Beberapa hal lainnya yang menarik hasratku untuk kupotret dan berhasil kubidik antara lain:

  1. Bapak Penjahit di Tepi Jalan Perempatan Tugu Sepatu;
  2. Tugu Sepatu Menuju Cibaduyut;
  3. Persib Harus Nomor Satu;
  4. Stasiun Bandung;
  5. Kantor Gubernur-an;
  6. Pemilihan Ketua RW di Perumahan Sukamenak;
  7. Air Bersih Masih Dibutuhkan Meskipun di Perumahan;
  8. Jembatan Pasopati;
  9. Nasi Oseng Depan Stasiun Bandung;
  10. Siswi SMA Nyeberang Jalan;
  11. Sepasang Sejoli Naik Motor Erat-Erat;
  12. Anjing Dilarang Bermain Di Taman;
  13. Musisi Jalanan Bandung;
  14. Pasar (kaget) Buah-Buahan Sepanjang Jl. Otista;
  15. Tukang Mie Rebus Keliling;
  16. Zahra, The Little Cute Girl;

(ahmed fikreatif)

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

Iklan

5 Tanggapan

  1. Terima kasih atas artikelnya kawan, tulisan yang sangat bermanfaat, ini Kali pertama saya mengunjungi blog ini, izinkan saya tuk menjelajahi dan menelusuri setiap postingan yang ada dan menitipkan link sebagai penanda agar pemilik blog ini selalu mengingat bahwa Saya adalah pengunjung setia dan berharap bahwa suatu saat pemillik blog ini sudi mengunjungi balik ke blog Saya dan menaruh komentarnya. Berhubung Blog Saya berbahasa Ingris, diharap mengisikan komentar menggunakan B Inggris. thanks by Sinjay School

  2. kalo dibuat peraturan kayak gitu.. emang anjing bisa baca ya..

  3. @Sinjay: thanks for your visitation,,,, I wish I could visit your asap. you’re welcome by Ahmed Fikreatif

    @Wibisono: hahaha, beneer juga ya?? Nulisku rung tak jelaske bhw aturan ini ditujukan buat pemilik anjingnya ya..
    bukan kepada Anjingnya..

    makasih-makasih..

  4. bagus dan menggelitik… 😀

  5. Selama tinggal di Bandung, baru kali ini saya tahu ada Peringatan kayak gitu… Hihihi. Kata-kata “Tonk Modolkeun Anjing, Go**og” memang ditujukan untuk Pemilik anjingnya… karena kata-kata itu klo kita bahasa indonesiakan berarti : “Jangan mem-BAB-kan anjing (disini) Go**og”…

    Salam kenal 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: