Kenapa Harga Rumah Nyaris Tak Terbeli?

*KENAPA HARGA RUMAH TINGGI NYARIS TAK TERBELI?*

Semalam, obrolan di sebuah group Whatsapp alumni sekolah yang saya ikut di dalamnya membahas tentang mahalnya harga rumah. Sejumlah anggota menyampaikan alasan-alasan penyebab kenapa harga rumah saat ini sangat tinggi seolah tak terbeli para buruh seperti kami. Ada yang menyampaikan, tingginya harga rumah salah satunya disebabkan karena makin kuatnya pengaruh sistem ribawi dalam perekonomian Indonesia yang cenderung kapitalistik. Baca lebih lanjut

Bahagia Itu Bersama Keluarga

Me, my wife, and my daughter

Me, my wife, and my daughter

*BAHAGIA ITU BERSAMA KELUARGA* Baca lebih lanjut

Laskar Pratu (Prameks Sabtu)

Laskar Pratu (Prameks Sabtu)

Laskar Pratu (Prameks Sabtu)

LASKAR PRATU (PRAMEKS SABTU)

Suasana seperti inilah yang kami jalani hampir di tiap hari Sabtu pagi. Rasa persaudaraan berbalut kehangatan dan keceriaan di dalam perjalanan dari Yogyakarta ke Klaten, Solo, Sragen, Sukoharjo, Wonogiri, atau Madiun. Sebuah perjalanan lanjutan dari Jakarta yang telah menempuh waktu semalam. Di balik letih kecapekan, wajah-wajah mereka menyimpan sinyal kebahagiaan. Kebahagiaan yang juga dinantikan orang-orang tercinta di rumah setiap akhir pekan. Baca lebih lanjut

Mia Audina, Antara Indonesia atau Belanda

mia-audina-ketemu-menporaMIA AUDINA, ANTARA INDONESIA ATAU BELANDA

Ia menjadi salah satu ‘pahlawan’ pengharum nama Indonesia di jagad olahraga. Torehan medali perak-nya di Olimpiade Atlanta 1996. Ia juga merupakan anggota peraih Piala Uber bagi tim Indonesia pada tahun 1994 dan 1996.

Delapan tahun kemudian, pada Olimpiade Athena 2004 ia kembali meraih medali perak. Namun kali ini bukan bersama tim Indonesia, melainkan di bawah bendera Belanda. Ia menjadi Warga Negara Belanda setelah menikah dengan pria berkewarganegaraan Belanda.

Awal Agustus 2016, Mia Audina menemui Menpora. Kedatangannya untuk menanyakan masalah tunjangan.

Seperti diketahui, Kemenpora baru saja membuat terobosan berupa pemberian tunjangan hari tua bagi para peraih medali Olimpiade; Emas Rp20jt/bulan, Perak Rp15jt/bulan, Perunggu Rp10jt/bulan selama seumur hidup.

“Saat ini saya memang WNA Pak Menteri, tetapi saya menanyakan penghargaan dan tunjangan untuk olimpiade waktu saya WNI saat meraih medali. Saya mohon kebijakan Pak Menteri agar saya mendapat penghargaan dan tunjangan itu,” kata Mia Audina.

Saat meraih medali perak pada Atlanta 1996, Mia Audina masih berstatus WNI. Karena itulah, Mia Audina menanyakan perihal tunjangan itu kepada Menpora. Sementara, atas keberhasilannya meraih perak di Athena 2004 dengan bendera Belanda, pemerintah Belanda hanya memberi bonus, tidak ada tunjangan hari tua seperti di Indonesia.

Bagaimana pendapat Anda?

Kesederhanaan Dalam Cengkaruk

cengkarukKESEDERHANAAN DALAM CENGKARUK

Cengkaruk, sejenis penganan yang dibuat dari nasi yang dikeringkan kemudian digoreng. Cengkaruk merupakan contoh konkret kesederhanaan masyarakat Jawa dalam bidang makanan dan kuliner karena pada dasarnya penganan ini adalah bagian dari makanan utama yang tersisa dan nyaris dibuang. Karakter cengkaruk renyah seperti kerupuk. Penganan ini contoh konkret tipikal masyarakat Jawa yang berusaha menghindari hal-hal yang mubazir. Cengkaruk telah diadopsi ke dalam bahasa Indonesia. Silakan cekkbbi.web.id/cengkaruk

Bakmi Toprak

bakmi-toprakBAKMI TOPRAK

Bakmi Toprak ala Solo ini berbeda dg Ketoprak Jakarta. Bakmi Toprak Solo menggunakan kuah bening. Bahannya: mie kuning atau mie basah, tahu goreng, tempe goreng, kobis, tauge, kacang, daging sapi. Bakmi Toprak enaknya dimakan dg lauk kerupuk Karak Solo dan perhiasan potongan lombok. Kalau di Solo, yg terkenal adl Bakmi Toprak Yu Nani Kartopuran.

Ustad Juga Manusia Biasa

USTAD JUGA MANUSIA BIASA

Dalam lubuk banyak toman
Sekali bah mudik ke rawa
Ustad sibuk menjual iman
Duduk menyembah menteri dan dewa

Mereka yang bergelar dai, kyai, atau ustad sering menasehati umat untuk menjaga lisan kita dan kehormatan sesama saudara. Mereka juga yang paling gemar menasehati pentingnya ukhuwah dan berbuat kebaikan. Namun mereka juga manusia yang tak luput dari dosa dan kesalahan. Tak jarang justru dari lisan-lisan mereka yang membuat umat makin terlibat dalam perselisihan. Perpecahan pun makin runyam nggak karuan. Vonis-vonis sesat menyesatkan, tuduhan ahli bid’ah yang menyakitkan, hingga pelaku syirik tak termaafkan, seperti ucapan ringan yang terlontar dari lisan yang nampak suci berlapis zikir yang tak sampai kerongkongan. Seandainya saja mereka mau mandahulukan persaudaraan dan persatuan serta mau sedikit menahan diri dari mengangkat kerasnya lisan. Semoga Allah SWT menyatukan hati kita dan mengampuni kesalahan-kesalahan kita.

Bulan bintang di atas cakrawala
Muda belia mencari ikan
Teladan hilang dari para ulama
Cinta dunia takut kematia

%d blogger menyukai ini: