Misi Haji RI Temui Raja Ibnu Saud dan Hasan Al Banna

Untuk tujuan meningkatkan dukungan pengakuan kemerdekaan Indonesia dan hubungan diplomatik Indonesia dengan dunia internasional, khususnya negara-negara di Timur Tengah, Perdana Menteri sekaligus Wakil Presiden Republik Indonesia pada saat itu, Moh Hatta meminta Menteri Agama KH. Masykur mengusahakan “Misi Haji”. “Misi Haji” adalah sebuah upaya peningkatan kegiatan politik luar negeri melalui pelaksanaan ibadan haji.

Pada tanggal 19 September 1948, KH. Masykur pergi ke Surakarta menemui KH. Raden Mohammad Adnan dan Syamsir untuk menyampaikan keputusan sidang kabinet Hatta dalam usaha mengirimkan Misi Haji Republik Indonesia yang pertama ke tanah suci Makkah pada musim haji 1948.

Baca lebih lanjut

SURAU

Surau Lubuk Bauk Tanah Datar

Surau merupakan bangunan peninggalan kebudayaan masyarakat Minangkabau sebelum datangnya Islam. Surau didirikan oleh suatu kaum tertentu sebagai bangunan pelengkap rumah gadang. Surau dimaksudkan sebagai tempat bertemu, berkumpul, rapat, dan tempat tidur bagi anak laki-laki yang telah akil baligh dan orang tua yang telah uzur. Fungsi ini berkaitan dengan ketentuan adat, bahwa anak laki-laki tidak mempunyai kamar di rumah orang tuanya sendiri. Yang mempunyai rumah gadang dan kamar di rumah yang didirikan orangtua adalah anak-anak gadis. Sedangkan laki-laki yang berusia lanjut harus meninggalkan rumahnya karena anak-anak gadisnya telah menikah, dan karena itu ia harus kembali ke lingkungan kaumnya.

Dengan masuk Islam, surai mengalami proses Islamisasi. Fungsinya meluas menjadi tempat pengajaran dan pengembangan ajaran-ajaran Islam, seperti menjadi tempat shalat (musholla) dan tempat belajar membaca Al Quran, dan lain-lain. Baca lebih lanjut

Rezeki Halal

Mari kita doakan seluruh sahabat, kerabat, teman dekat, dan siapapun juga, khususnya yang masih terjebak dalam pekerjaan yg membahayakan keimanan, semoga Allah ta’ala berikan kemudahan untuk lepas darinya serta menggantinya dengan pekerjaan yang lebih berkah dan lebih banyak. Amin.

“Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.” Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).”

Kincir Angin aka Windmill

Kincir angin pertama kali digunakan di Provinsi Sistan, Iran Timur sebagaimana tercatat oleh geografer Istakhri pada abad ke-19 M. Sejarawan Joseph Nedham menulis, “ Sejarah kincir angin benar-benar diawali oleh kebudayaan Islam” (Joseph Nedham,1986. Science and Civilization in China: Volume 4, Physics and Physical Technology,prt 2, Mechanical Engineering. Taipe: Caves Books Ltd. Vol 4). Baca lebih lanjut

Tragedi Gladag 22 Oktober 1965

Berawal dari dugaan adanya penyusupan informasi yang dilakukan oleh oknum CPM dan polisi kota Surakarta terhadap organisasi-organisasi pemuda Islam & nasionalis di kota Surakarta, sejumlah pemuda anti komunis di kota Solo bergerak berangkat menuju perempatan Gladag. Tujuan mereka, untuk menyambut kedatangan pasukan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD), cikal bakal Kopasus, dalam rangka melakukan operasi pembersihan pendukung PKI di Solo. Baca lebih lanjut

Omnibus Law & Mosi Tidak Percaya

Omnibus Law banyak ditentang oleh masyarakat luas. Tak hanya kaum buruh. Pemuka agama, pecinta lingkungan, insan pers, dan para mahasiswa pun banyak yang menyuarakan penolakan. Muaranya, Omnibus Law dianggap tidak berpihak kepada kepentingan rakyat banyak, tetapi berpihak kepada sebagian kalangan pengusaha & investor asing.
 

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: