Nama Yang Tertukar

Screenshoot dari Aplikasi Grab

Awal April lalu, saya naik Ojek Online (Ojol) dari kawasan Cikini menuju ke kawasan Salemba. Bukan perjalanannya yang menarik, tapi nama pengemudi atau biker nya yang menarik. Si biker memiliki nama Ahmad Stefanus. “Kira-kira, dia Muslim atau Kristen ya?” tanyaku dalam hati.

Bagi saya, nama Ahmad Stefanus menarik karena menggabungkan 2 nama yang seringkali mewakili 2 agama yang berbeda. Ahmad mewakili nama Islam. Sedangkan Stefanus mewakili nama Kristen atau Nasrani. Ahmad mewakili sebutan lain Nabi Muhammad SAW, sedangkan Stefanus adalah tokoh yang dihormati oleh umat Kristen sebagai protomartir atau martir perdana dan juga seorang diakon (semacam rohaniawan) Gereja pertama di Yerusalem (sumber: Wikipedia dan Rubrik Kristen). Pertanyaannya, apa agama dia? Baca lebih lanjut

Anda Pemilih Jenis Apa?

Sumber: Merdeka.com

Pemungutan suara sudah dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia pada Rabu, 17 April 2019. Sedangkan bagi WNI yang berada di luar negeri, pemungutan suara dilaksanakan pada 8 hingga 14 April 2019. Belum ada catatan resmi jumlah pemilih yang menggunakan hak suaranya. Namun yang pasti, KPU menyiapkan 801.838 TPS baik di Indonesia maupun di luar negeri.

Bagi pemilih yang berada di luar DKI Jakarta, pencoblosan dilakukan sebanyak 5x. Pertama, pemilihan pasangan Presiden dan Wakil Presiden. Selanjutnya, pemilihan partai politik beserta calon legislatif di DPR, DPRD I, dan DPRD II. Terakhir atau yang kelima, pemilihan calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Setiap orang memilih sesuai pilihannya masing-masing didasarkan atas berbagai macam alasan.

Kalau boleh saya membagi jenis para pemilih, terdapat 2 (dua) jenis pemilih besar yaitu pemilih rasional dan pemilih emosional. Baca lebih lanjut

19 Desember 1948, Latar Belakang Hari Bela Negara

Tanggal 19 Desember 1948 pada waktu subuh, militer Belanda melakukan serangan ke semua wilayah Republik Indonesia (RI) di Jawa dan Sumatera, termasuk ke Yogyakarta, ibukota RI pada saat itu. Sejarah Indonesia mengenal peristiwa ini sebagai Agresi Militer Belanda II sedangkan Belanda menamakan serangan ini sebagai “Aksi Polisional”. Agresi Militer Belanda ini menegaskan pelanggaran Belanda atas Persetujuan Renville. Dalam waktu singkat, ibukota Republik Indonesia Yogyakarta jatuh. Baca lebih lanjut

Driver Gr*** *C*** *Dilarang Menarik Penumpang Berjenggot dan Bercadar

*KEJADIAN NYATA SAYA BARUSAN:* *Driver Gr*** *C*** *Dilarang Menarik Penumpang Berjenggot dan Bercadar*

Kemarin siang sekira pukul 12.30 – 13.00 WIB, saya naik Gr** C** dari kawasan SCBD menuju kawasan Menteng. Setelah menunggu sekira 8 menit, datang mobil Sirion plat nomor B 15** U*Y dikemudikan oleh Driver berinisial SW.

Saat memutar di Bundaran HI, saya membaca sebuah spanduk terpasang di tepi jalan bertuliskan “Turut Berduka Cita Atas Gugurnya 6 Polisi”. Si bapak Driver pun merespon lalu kami ngobrol masalah tentang terorisme.

Memasuki Jalan Teuku Umar ketika melewati depan rumah Megawati, si Driver berkata kepada saya. _”Pak, mohon maaf sebelumnya. Sebenarnya, dari pihak Gr** melarang kami menarik penumpang-penumpang yang berjenggot dan berjilbab besar pak. Apalagi bercadar,”_ kata bapak Driver itu kepada saya. Baca lebih lanjut

Apalah Arti Sebuah Nama?

Akhir-akhir ini viral sejumlah nama yang unik dan anti mainstream di Indonesia. Ada orang kelahiran Banyuwangi yang diberi nama orangtuanya Tuhan. Ada lagi nama Saiton. Selain itu, ada lagi nama Polisi, Persib Satu Sembilan Tiga Tiga, . (baca: titik), Y, Andy Go To School, Anti Dandruf, Firman Allah, Honda Suzuki Impalawati, Satria Baja Hitam, Minal Aidin Wal Faidzin, Selamet Dunia Akhirat, Nabi, Royal Jelly, Dontworry, Loe Yakin Untung Luganda, Jashujan, Allah Husomat, dan masih banyak lagi.
***
Senin lalu, salah seorang pemilik nama unik dan anti mainstream mengaku senang dan bersyukur setelah PN Tangerang mengabulkan penggantian nama yang telah disandangnya sejak kecil. Kentut berganti nama menjadi Ihsan Hadi lantaran tak lazim dan kerap menjadi bahan olok-olokan karena nama Kentut itu. Nama Ihsan Hadi dipilihnya karena merupakan pemberian guru mengajinya ketika berusia 6 tahun. Nama itu artinya “Petunjuk yang Bagus”.

Baca lebih lanjut

Transkrip Puisi Sukmawati Soekarnoputri yang Singgung Azan dan Cadar

Pada 2 April 2018, Sukmawati membacakan puisi berjudul Ibu Indonesia di dalam acara ’29 Tahun Anne Avantie Berkarya’ di Indonesia Fashion Week 2018. Di dalam puisi berjudul Ibu Indonesia itu mengandung unsur SARA dimana ia menyebut suara kidung lebih merdu dari alunan adzan dan disebut melecehkan agama Islam. Baca lebih lanjut

Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Dengan Opium

Candu dan Opium dalam Revolusi Indonesia

Sambil menunggu istri kontrol dokter di RS. PKU Muhammadiyah Surakarta selama lebih dari 3 jam, saya membaca buku Opium dan Revolusi: Perdagangan dan Penggunaan Candu di Surakarta Masa Revolusi (1945-1950). Buku selesai dibaca selepas isya’ sekira pukul 20.30 WIB. Secara singkat, kesimpulan umum yang dapat saya tarik dari membaca buku ini adalah besarnya peran opium/candu dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia di masa pergolakan revolusi (1945-1950).

tanggal 8 Maret 1948, Kementerian Keuangan menyurati Kementerian Pertahanan untuk meminta kepolisian agar membantu memperdagangkan candu yang akan digunakan untuk delegasi Indonesia ke luar negeri, delegasi Indonesia di Jakarta dan membayar pegawai-pegawai RI – Djogdja Documenten no.230 ANRI Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: