Tren Bersepeda Saat Wabah Corona

Sepekan usai lebaran, di sejumlah ruas jalan semakin banyak rombongan orang bersepeda. Mulai kalangan anak-anak usia SD, remaja SMP-SMA, anak-anak kuliah, kaum pekerja hingga orang usia dewasa akhir. Ada yang gowes sendirian, tapi banyak yang berombongan entah bersama keluarga, pasangan, tetangga, komunitas, atau teman sekolah. Ada yang gowes subuh hingga pagi, ada yang lebih suka gowes sore hingga waktu senja, tapi para remaja banyak yang gowes di malam hari.

Kebanyakan diantara mereka kalau ditanya kenapa saat ini seakan jadi gemar bersepeda, jawabannya rata-rata karena untuk kegiatan olahraga supaya imun lebih sehat, daya tahan tubuh lebih kuat, dan untuk membunuh kebosanan karena terlalu lama di rumah dengan aktivitas yang terbatas. Baca lebih lanjut

Sakit Gigi Saat Pandemi (4)

Saya meminta izin pulang cepat ke Direktur untuk periksa ke dokter gigi yang dijadwalkan pada Sabtu (7/6/20) pukul 12.30 WIB. Usai shalat dzuhur, saya dijemput istri yang menunggu di depan kantor. Kami langsung capcus menuju RSGM yang berjarak sekitar 4,5 Km dengan waktu tempuh sekitar 12 menit.

Seperti sebelum-sebelumnya, kami dites suhu badan dan skrining Covid-19. Kalau tidak terdapat indikasi gejala Covid-19, pengunjung baru diperkenankan memasuki ruang pendaftaran dan ruang periksa di lantai 5 gedung. Selanjutnya pasien diminta menandatangani sejumlah dokumen administrasi termasuk dokumen kebersediaan mengganti biaya APD sebesar Rp50.000. Baca lebih lanjut

Sakit Gigi Saat Pandemi (3)

Usai shalat Jumat, saya siap-siap periksa gigi ke Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Saya dijadwalkan untuk periksa dengan dokter gigi SpKG pukul 15.30  WIB. Namanya, drg. Noor Hafida Widyastuti, Sp.KG. Seorang dokter gigi spesialis Konservasi Gigi lulusan UGM tahun 2011 yang juga Kepala Prodi Program Studi Profesi Dokter Gigi UMS. Baca lebih lanjut

Sakit Gigi Saat Pandemi (2)

Skrining di RSGM

Setelah lebih dari 2 bulan menahan sakit gigi, hari pertama lebaran, saya berharap sakit gigi sudah hilang. Ternyata tidak, sakit gigi masih terasa. Gigi rasanya ngilu cekot-cekot. Kepala ikut sakit. Leher juga merasakan sedikit sakit. Lagi-lagi saat sore hari, saya coba bawa tidur. Lagi-lagi gagal.

Hari kedua lebaran, istri mulai “memaksa” saya untuk pergi ke dokter. Masalahnya, berdasar nanya-nanya seluruh dokter masih tutup praktek. Secercah cahaya muncul Ketika ada kawan mengabarkan kalau Puskesmas sudah mulai buka pada hari ketiga lebaran. Di Puskesmas ada praktek dokter gigi.

Baca lebih lanjut

Sakit Gigi Saat Pandemi (1)

Skrining di Puskesmas

Meggy Z dalam lagunya mengatakan “lebih baik sakit gigi, daripada sakit hati”. Saya tak setuju dengan kata-kata salah satu penyanyi dangdut Indonesia yang terkenal itu. Saya yakin Anda yang pernah mengalami sakit gigi sependapat dengan saya.

Menurut pengalaman, sakit hati bisa disembuhkan sendiri dalam beberapa hari dengan membiarkannya mengalir begitu saja. Sedangkan sakit gigi jika tak diobati, bisa berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan bisa sebulan membuat kita terkapar di dalam kamar. Sakit hati tak perlu obat, sakit gigi butuh obat. Baca lebih lanjut

Saweran Donasi Saat Bus Stop Operasi

Sebagai bentuk rasa solidaritas kepada para pengemudi dan kru bus malam yang terdampak wabah Covid-19, komunitas Rombongan Bus PJKA RAYA FAMILIA menyerahkan donasi sebesar Rp7.000.000 pada Sabtu (22/05/2020) di kantor perwakilan bus Raya Gading, Solo. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: