Mosi Integral Dan Kelahiran NKRI

*MOSI INTEGRAL DAN KELAHIRAN NKRI*

Pada 3 April 1950, Mohammad Natsir (1908-1993) menyampaikan pidato di Dewan Perwakilan Rakyat Sementara Republik Indonesia Serikat (DPRS RIS). Pidato itu diberi judul *Mosi Integral*. Mosi Integral tidak lahir begitu saja. 

Terjadinya perdebatan di Parlemen Sementara Republik Indonesia Serikat (RIS) adalah merupakan titik kulminasi aspirasi masyarakat Indonesia yang kecewa terhadap hasil Konferensi Meja Bundar (KMB).  Baca lebih lanjut

Berikan Anak Kepercayaan Untuk Belajar

Awalnya, ibunya gusar saat bocah ini merengek mau nuang susu ke dot berisi air. Terjadilah rebutan diantara keduanya. Si bocah tak kurang akal. Dengan senjata pamungkas, ia menangis keras. Si ibu luluh membiarkan si bocah bereksperimen. Resikonya, susu bubuknya akan tumpah. Pelan-pelan, si bocah mengambil susu bubuk dengan sendok. Lalu ia menuangkan susu bubuknya ke dalam dot. Tiga kali ia menuang. Selanjutnya, ditutuplah dot dan kemudian diminumnya sambil tidur di kasur. Baca lebih lanjut

If It Is a Destiny, It Will Never Flee

Tampilan Akun Facebook Putri

Tampilan Akun Facebook Putri

Seperti biasa, menjelang akhir pekan setiap Jumat, saya pulang ke kota Solo naik kereta. Mengunjungi anak dan istri. Bedanya, jika biasanya KA Progo, tetapi kali ini KA Brantas relasi Pasar Senen-Kediri yang menemani perjalanan.

Sekira pukul 16.00 WIB tepat, KA Brantas mulai melaju meninggalkan Stasiun Pasar Senen. Saya duduk di gerbong 6 kursi 21B bareng-bareng sedulur PJKA (Pulang Jumat Kembali Ahad). Sebelah kiri saya, Bu Nunuk dari Gemolong sedangkan kanan saya, Mas Danang dari Solo. Sementara 2 kursi di depan saya ditempati mba Vina dari Madiun dan mas Adi dari Wonogiri. Kita berlima duduk di kursi 21ABC dan 22AB. Sedangkan kondisi kursi lainnya, seperti kursi 23DE ditempati sepasang suami istri. Lalu di depannya, kursi 24 D ditempati seorang pria paruh baya dan kursi 24E diduduki seorang gadis jilbab hitam dengan baju gamis bermotif bunga. Baca lebih lanjut

Pak Dwiatmo, Pejuang PJKA Sejak 1985

image

*PAK DWIATMO, PEJUANG PJKA SEJAK 1985*

Perjalanan naik KA Progo dari Jakarta menuju Yogyakarta semalam (23/11), tak seperti biasanya. Nyaris tak ada sedulur2 PJKA (Pulang Jumat Kembali Ahad), yang terlihat batang hidungnya di Stasiun Pasar Senen. Maklum, hari Rabu malam.

Di antara para penumpang KA Progo relasi Pasar Senen – Lempuyangan berangkat tanggal 23 November 2016, saya bertemu dengan pak Dwiatmo, seorang PJKA senior. Baca lebih lanjut

Ketangkasan Orang Madura

madura-angkat-di-kepalaSaya kagum dengan kemampuan orang-orang Madura seperti pada foto ini. Mereka bisa mengusung berbagai macam barang di atas kepala sambil berjalan biasa. Saya kira kearifan lokal seperti ini pasti diwariskan tiap generasi, dilatih terus menerus, dan dibiasakan dalam kehidupan sehari. Baca lebih lanjut

Aksi 411 dan Kebinekaan

bhineka-411Wanita yang berada di sebelah saya ini adalah rekan dan partner kerja saya. Kami biasa bekerjasama. Kami menyadari bahwa banyak hal diantara kami yang berbeda. Agama dan keyakinan kami berbeda. Saya merasa perlu mendukung Aksi Bela Islam pada 4 November 2016, beliau tidak mendukung. Beliau Tionghoa, saya Jawa. Menjadi orang Cina atau orang Jawa bukan pilihan kami. Itu sudah takdir Allah. Tapi kami juga menyadari bahwa kami juga memiliki banyak kesamaan. Kami sama-sama Warga Negara Indonesia. Kami sama-sama manusia. Sama-sama bisa melakukan kesalahan dan kekhilafan.
Baca lebih lanjut

Setelah Trump Jadi Presiden AS

trump-2Donald Trump sudah bisa dipastikan bakal menjadi Presiden Amerika Serikat. Ia mengalahkan Hillary Clinton dalam pemilu setempat. Banyak publik Indonesia bahkan dunia yang terkejut, tapi faktanya demikian. Kemenangan Trump ini tentu memiliki implikasi terhadap negara-negara lain, termasuk Indonesia. Indonesia yang sejauh ini lebih dekat berhubungan dengan China berpotensi akan digoyang Amrik, kalau Presiden Joko Widodo tetap memilih dekat dengan China. Kecuali, jika China-AS membuat poros kerjasama baru. 🙂 Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: