Silaturrahmi Kepada Dokter Amin

Dokter Amin Romas

Dokter Amin Romas

Silaturrahmi Kepada Dokter Amin

Dokter Amin Romas adalah seorang dokter yang juga memiliki jasa yang besar bagi keluarga kami, khususnya ayahku. Sewaktu ayahku masih kuliah di IKIP Surakarta (sekarang menjadi UNS), ayah diberikan kesempatan bekerja membantu dokter Amin Romas menjalankan praktek di klinik rumahnya. Puluhan bahkan ratusan kali aku sakit (dan keluargaku tentu saja) tidak pernah diminta serupiah pun ongkos periksa oleh beliau. Bahkan terkadang, kami justru diberikan obatnya sekalian jika sekiranya sakit yang kami derita hanya sakit-sakit biasa. Ringkasnya, jasa dan kebaikan dokter Amin Romas kepada keluarga kami tak terhitung banyaknya. Baca lebih lanjut

Keteladanan & Keikhlasan Kyai Jaman Dahulu

Rumah Kediaman Dokter Amin

Rumah Kediaman Dokter Amin

Keikhlasan Kyai Jaman Dulu

Beberapa hari silam, tepatnya saat silaturahmi ba’da Sholat Idul Fitri di Kauman – Solo, ada sebuah pelajaran penting yang bisa kuperoleh dari hasil keliling silaturahmi itu. Saat itu, aku dan keluarga (ayah, ibu, dan adikku) berkunjung ke rumah dr. Amin Romas.

Dokter Amin Romas adalah dokter langganan ku dan keluarga ku saat kami masih tinggal di Kauman-Solo. Dokter Amin, demikian aku biasa memangilnya sejak kecil sampai sekarang. Dulu, saat ayahku masih joko alias bujang dan belum menikah, pernah bekerja paruh waktu di rumah Dokter Amin untuk membiayai kebutuhan kuliahnya, adik-adiknya, dan tentu saja ayahku sendiri. Dari membantu Dokter Amin inilah ayahku sedikit banyak mengetahui jenis-jenis obat-obatan medis yang kemudian banyak bermanfaat baikk bagi beliau sendiri, keluarganya, dan orang-orang di sekitarnya. Oleh karena latar belakang ayahku itulah, keluarga ku benar-benar menghormati keluarga Dokter Amin. Silaturahmi minimal setahun sekali adalah salah satu bentuk penghormatan kami kepada beliau dan seluruh keluarga beliau. Baca lebih lanjut

Keistimewaan Hari Jumat Bagiku

Jumat - Friday

Jumat - Friday

Jujur karena membaca tulisan tentang Jumat oleh chiekebvo pada postingannya berjudul it’s friday *yeaaahh..*, maka aku terinspirasi untuk menulis tema serupa tentang hari Jumat. Hari Jumat, secara pribadi merupakan hari yang memiliki keistimewaan tersendiri pada diriku. Bukan karena semata-mata klenik atau hal-hal mistis lainnya, cuman karena Jumat memang memiliki arti tersendiri bagiku. Kenapa?

Pertama, sejak TK sampai aku lulus SMA, aku selalu belajar di sekolah yang liburnya hari Jumat, bukan hari Ahad sebagaimana umum dianut oleh sekolah-sekolah zaman sekarang. Waktu itu di Solo, hampir setiap sekolah di bawah yayasan Islam meliburkan siswa-siswinya pada hari Jumat, kecuali yayasan-yayasan pendidikan Muhammadiyah yang sejak awal liburnya hari Ahad. Di Solo, yayasan-yayasan pendidikan yang meliburkan kegiatan pada hari Jumat saat itu antara lain adalah Yayasan Assalam Pabelan, Yayasan Al Muayyad Mangkuyudan, Yayasan Ta’mirul Islam Tegalsari, Yayasan Al Mukmin Ngruki, Yayasan Nadhotul Muslimat Kauman, Yayasan Suniyah, Yayasan Al Islam Gumuk, dan Yayasan Perguruan Al Islam Solo Raya.

Mengalami libur hari Jumat selama kurang lebih 14 tahun pada awalnya memang bikin bete. Betapa tidak, ketika banyak kawan-kawan di lingkungan sekolah yang libur, aku justru masuk sekolah. Sementara di saat kawan-kawan masuk sekolah dan aku libur, aku kesepian sendiri tidak ada kawan main di sekitar rumah. Aku harus menunggu terlebih dahulu sampai sholat Jumat, baru deh kawan-kawan pulang dari sekolah mereka. Oleh karenanya setiap hari Jumat, aku lebih sering main jalan-jalan atau bersepeda keliling Solo atau main ke daerah-daerah pedesaan sekitar Solo bareng teman-teman SD ketimbang dengan teman-teman di sekitar rumah. Sehingga, jika ada sebuah kesempatan sekolahku libur hari Ahad atau tanggal merah, maka benar-benar aku memanfaatkan kesemptan itu untuk main dengan kawan-kawan yang libur hari Ahad. Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 92 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: