Renovasi Masjid Nurul Huda Yang Tidak (Pernah) Selesai

Masjid Nurul Huda Medio Februari 2010

Masjid Nurul Huda Medio Februari 2010

Renovasi Masjid Nurul Huda Yang Tidak (Pernah) Selesai

Aku lupa kapan renovasi kampus masjid di lingkungan Universitas Sebelas Maret ini dimulai. Namun sampai lebaran 1432 H kemarin, kuperhatikan renovasi masjid ini masih gitu-gitu saja. Belum terlalu banyak perubahan dibandingkan setahun sebelumnya. Aku tidak tahu pasti apa yang menyebabkan renovasi masjid ini -yang menurut hemat saya- terhambat. (more…)

Bus Tingkat Akan Hadir Kembali di Solo

 

Bus Tingkat Solo Yang Telah Jadi Besi Tua (Rongsokan) - Seingatku terparkir di kawasan sumber

Bus Tingkat Solo Yang Telah Jadi Besi Tua (Rongsokan) - Seingatku 'terparkir' di kawasan sumber

Bus Tingkat Akan Hadir Kembali di Solo

Kemarin karena libur long weekend peringatan hari Maulud Nabi SAW, aku sengaja pulang mudik ke Solo. Salah satu tujuannya tentu saja adalah berlibur dan yang utama tentu saja silaturahmi kepada orangtua. Saat jalan-jalan keliling kota yang disebut kawanku sebagai city of divine science and movement (entah apa lasannya_pen) ini, pesona Solo tak pernah luntur. Kemajuan zaman dan modernisasi seperti berjalan beriring dengan pesona klasik kota pewaris tahta kerajaan Mataram Islam ini. Bahkan barangkali pesona kota Solo justru lebih meningkat dibandingkan sepuluh tahun silam.

Sesampai di kota Solo, aku diberitahu kabar bahwa Solo akan kembali mengaktifkan serta mengeksiskan atau mengoperasikan kembali bus tingkat yang selama beberapa tahun telah menghilang. Kabar ini tentu saja sangat menggembirakanku. Dan aku yakin seluruh warga dan masyarakat kota Solo dan sekitarnya pasti merasa senang dan bangga mendengar kabar ini. Bus tingkat atau bus tumpuk, yang telah lama dirindukan kembalinya, itu akan menambah daya tarik dan pesona kota Solo Berseri (Bersih Sehat Rapi Indah). (more…)

Sejarah Bus Tingkat di Kota Solo

 

Bus Tingkat Solo Yang Telah Jadi Besi Tua (Rongsokan) - Seingatku terparkir di kawasan sumber

Bus Tingkat Solo Yang Telah Jadi Besi Tua (Rongsokan) - Seingatku 'terparkir' di kawasan sumber

Nostalgia Naik Bus Tingkat Kota Solo

Satu lagi keistimewaan dan keunikan kota Solo yang tidak dimiliki kota lainnya. Yaitu keberadaan Bus Tingkat atau yang lebih dikenal oleh penduduk setempat dengan sebutan bus tumpuk atau bis tumpuk. Sayangnya, keunikan itu kini sudah tidak dijumpai lagi di kota bersumbu politik pendek itu. Bersama dengan kota Jakarta, Surabaya, dan Makassar, dulu bus tingkat pernah eksis cukup lama di empat kota tersebut. Hanya Solo lah satu-satunya kota kecil yang memperoleh keistimewaan itu.

Semasa masih SD, aku masih ingat dulu sering naik bus tingkat itu dari Pasar Kleco dan turun di Kusuma Sahid saat berangkat ke sekolah jika tidak ada yang mengantar. Terkadang, aku juga sengaja pulang naik bus tingkat dari Matahari Beteng (sekarang jadi Pusat Grosir Solo) dan turun di Toserba Relasi (Mendungan). Perjalanan pulang ini yang menarik karena menempuh rute lebih panjang dan lebih lama serta lebih sepi. Kalau naiknya pas berangkat sekolah, bus tingkat sering dijejali penumpang. Sementara kalau naiknya pas pulang sekolah, penumpangnya relatif lebih sedikit sehingga biasanya aku sengaja naik ke lantai dua dengan tujuan sambil melihat-lihat pemandangan sekitar rute yang dilalui bus siput itu (sengaja kusebut bus siput karena jalannya relatif sangat pelan dan lama). (more…)

Kilas Balik Posting Sepanjang Tahun 2010 [372 Posting]

Maaf jika postingan ini terlalu panjang. Soalnya ini postingan rangkumanku selama setahun. Tahun 2010. Hanya judul-judulnya saja yang kutulis dan langsung nge-link ke artikelnya. Terima kasih. Salam.

Desember 2010

  1. Kuburan Bayi Kembar

  2. Kuburan Satu Keluarga ?

  3. Aneka Bentuk Nisan, Mau Pesan?

  4. Bebek Goreng H. Slamet Cabang Meruya

  5. Bunga Kamboja Tak Sekedar Bunga Kuburan

  6. Benarkah Kata “Palestina” Tidak Ada di Google?

  7. Andai Aku Seorang Presiden RI

  8. Rumah Mewah-ku

  9. Selamat Jalan Ustadz….

  10. Kesendirian

  11. @ Bandung, Where Are You Guys…?

  12. Aturan ‘Polisi Tidur’

  13. Apa Yang Spesial Dari Ice Cream Magnum?

  14. Ngobrol Hukum Bareng Seorang Anak Band

  15. Daerah Istimewa Surakarta Itu (Pernah) Ada !

  16. Interview Syaikh Zindani & Upaya Pengobatannya Terhadap Penderita AIDS

  17. Kreativitas Penumpang Kereta Ekonomi

  18. Tiga Malaikat Kecil

  19. Pohon Gundul diantara Pohon Subur

  20. Setetes Embun di Pagi Hari

  21. Permainan Bocah Ndeso Tempo Doeloe #1

  22. Tahu Kilometer ’0′ di Bandung?

  23. Pulang Kampung Dengan Gaya Baru Malam Selatan

  24. Ketika Rumah Allah pun Tak Ditakuti Maling

  25. Ini Makam atau Taman?

  26. Cemara Dua

  27. Pemugaran Gedung Toko de Vries

  28. Kojom di Kampus Meruya

  29. Ini Masjid, Toko, atau Kelenteng?

  30. H.R. Rasuna Said, Laki-Laki atau Perempuan?

  31. Orang Yang Berani Menempeleng Pak Harto (more…)

Kojom

KOJOM

Ini adalah beberapa hasil potretan-ku di berbagai kota saat jalan-jalan keliling. Temanya kukasih judul KOJOM. Bagi orang Jogja atau Malang, istilah KOJOM sudah pasti familiar. Setahuku istilah yang populer di dunia maya ini berawal dari bahasa gaul walikan khas kota Ngalam atau Jogja yang terbiasa dengan ukoro-ukoro alias kata-kata DIBOLAK-BALIK. So, sudah tahu dong arti “KOJOM” ? Yupz, bener sekali. KOJOM artinya MOJOK. Masih banyak istilah-istilah yang populer dari model bahasa gaul walikan ala Ngalam dan Jogja.

Khusus walikan khas Jogja, agak lebih sulit membuatnya karena berkaitan dengan aksara Jawa (Jowo). Bahasa telik sandi di zaman perang kemerdekaan yang kemudian justru populer di kalangan anak muda Jogja antara lain DAB yang berarti MAS dan DAGADU yang berarti MATAMU. Istilah yang terakhir, DAGADU, bahkan menjadi merek dagang kaos oblong terkenal aseli Jogja yang penuh tulisan dan pesan kocak, unik, menggelikan dan penuh makna.

Kembali kepada aktivitas KOJOM sesuai judul di atas, istilah ini kemudian dalam perkembangannya menjadi populer di dunia per-chatungan. Pada saat itu chatting terkenal dengan MIRC. Kegiatan obrolan (chatting) berduaan di MIRC itulah yang kemudian disebut dengan istilah KOJOM. Dalam perkembangannya, istilah KOJOM semakin populer hingga banyak digunakan dalam dunia persilatan maya. Jadi, istilah KOJOM atau KOJOM-an (diberi akhiran -an) pada sejarahnya -setahu penulis- berawal dari bahasa gaul tongkrongan jaka-dara JogjaJaya (eh Jogjakarta maksudnya) yang kemudian berkembang di komunitas maya MIRC pada channel #Yogyakarta. Dan setelah perkembangan dunia internet yang mengglobal, istilah KOJOM pun ikut pula mengglobal hingga ke seluruh Indonesia bahkan dunia (halah, mulai deh lebay..). Salut deh buat jaka-dara Jogja atas sumbangsih kosakatanya.

Nah, berbicara tentang kegiatan KOJOM dalam makna yang sebenarnya, kali ini aku ingin berbagi foto hasil bidikan kameraku kepada seluruh jaka-dara, bloggerwan-bloggerwati, serta semua orang yang ada di dunia maya. Berikut beberapa lembar potret aktivitas KOJOM yang berhasil kubidik dalam beberapa waktu lalu: (more…)

Interior Prambanan Ekspress (Cadangan)

Interior Kereta Prambanan Ekspress

Foto ini adalah foto interior salah satu kereta Prambanan Ekspress (Prameks) yang kupotret seraya menunggu keberangkatan dari stasiun Tugu sekitar pukul 05.30 WIB pada tanggal 28 Mei 2010. Ceritanya, setelah perjalanan dari Jakarta naik kereta Sawunggalih yang mengakhiri perjalanannya di Stasiun Kutoarjo, kemudian aku nggandul kereta Lodaya kemudian turun di stasiun Tugu Yogyakarta. Dari sini, kemudian aku melanjutkan perjalanan dengan kereta Prambanan Ekspress bareng Ersa, kawan kuliahku di Solo yang melanjutkan kuliah di UGM. (more…)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 69 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: