Pedjah Gesang Nderex Ngarso Dalem
Kaos yang dikenakan oleh salah seorang tukang becak ini kujumpai di kawasan Jalan Malioboro, Yogyakarta. Sebuah kalimat yang artinya cukup dalam dan boleh dibilang berbau ‘politis’ serta sarat perjuangan masyarakat Yogyakarta pada saat ini. Kalimat Pedjah Gesang Nderex Ngarso Dalem memiliki arti bebas “Hidup dan Mati ikut ‘Ngarso Dalem‘ (yang dalam hal ini adalah Raja atau Sultan)”. Jika dibaca dalam situasi politik yang sedang terjadi di kota Yogyakarta pada saat aku memotret itu, kata-kata itu merupakan ungkapan dukungan akan Keistimewaan Yogyakarta yang sedang bersitegang dengan pemerintah pusat di Jakarta. (more…)
Filed under: Ahmed Fikreatif, Diary, Kata Dalam Kamera, Sosial Budaya | Ditandai: Ahmed Fikreatif, Ekspresi Jogja, Jogja, Jogja Istimewa, Malioboro, Ngarso Dalem, Pedjah Gesang Nderex Ngarso Dalem, Pedjah Gesang Nderex Sinuhun, Pedjah Gesang Nderex Sinuwun, Sinuwun, Solo, Sultan, Yogyakarta | 1 Komentar »








