Masa Hidup di bawah (Ketiak) di bawah Belanda dan Pasca Proklamasi RI
Sepeninggal HB V, maka tongkat estafet kesultanan dipegang oleh adiknya, Raden Mas Ariojoyo yang bergelar Hamengkubuwana VI. Pada masa pemerintahannya terjadi gempa bumi yang besar yang meruntuhkan sebagian besar Keraton Yogyakarta, Taman Sari, Tugu Golong Gilig, Masjid Gede (masjid keraton), Loji Kecil (sekarang Istana Kepresidenan Gedung Agung Yogyakarta) serta beberapa bangunan lainnya di Kasultanan Yogyakarta.
Sebagaimana diketahui, ketika HB V masih hidup dan bertahta, Ariojoyo dikenal sebagai penentang keras kebijakan politik Kasultanan yang menjalin hubungan dekat dengan pemerintah Hindia-Belanda. Namun setelah ia sendiri yang bertahta melanjutkan pemerintahan Kasultanan Yogyakarta, ia justru menelan ludah sendiri.
Semasa pemerintahannya, dia justru melanjutkan kebijakan dari kakaknya yang sebelumnya dia tentang keras. Tapi lambat laun hubungan dengan pemerintahan Hindia-Belanda agak mulai menuai konflik terutama karena keraton Yogyakarta kala itu banyak menjalin hubungan dengan kerajaan-kerajaan yang menjadi musuh pemerintah Hindia-Belanda dan Kerajaan Belanda. (more…)
Filed under: Artikel Ringan, Sejarah | Ditandai: Ahmed Fikreatif, Amangkurat I, Amangkurat II, Amangkurat III, Amangkurat IV, Anggèr-anggèr Nagari, aron von Hohendorff, Arya Mangkunegara, Astana Imogiri, Baron van Imhoff, Hamengkubuwana I, Hamengkubuwana II, Hamengkubuwana III, Hamengkubuwana IV, Hamengkubuwana IX, Hamengkubuwana V, Hamengkubuwana VI, Hamengkubuwana VII, Hamengkubuwana VIII, Hamengkubuwana X, Hamengkubuwono, Herman Daendels, Hindia Belanda, Indonesia, Inggris, isi Perjanjian Giyanti, Jogja, Kapten de Clerck, Kasunanan Kartasura, Kerajaan, Keraton, Kesultanan Pajang, Mangkubumi, Mas Said, Mataram, Ngayogyakarta, Pajang, Paku Alam I, Pakubuwana, Pakubuwana I, Pakubuwana II, Pakubuwana III, Pakubuwana IV, Pakubuwana IX, Pakubuwana V, Pakubuwana VI, Pakubuwana VII, Pakubuwana VIII, Pakubuwana X, Pakubuwana XI, Pakubuwana XII, Pakubuwono, Pangeran Diponegoro, Pangeran Mangkubumi, Pangeran Puger, Patih Cakrajaya, Pemberontakan kaum Cina, Pemberontakan Kuning, Perang Sabil, Perang Sabilillah, Perjanjian Giyanti, Raden Mas Derajat, Raden Mas Prabasuyasa, Raden Mas Said, Raden Mas Sapardan, Raden Mas Suryadi, Raden Mas Suryaputra, Raja Muda, Ranggawarsita, Serat Centhini, Serat Kalatida, Serat Wulangreh, Solo, Sultan, Sultan Agung, Sultan Agung Hanyokrokusumo, Sultan Hamengku Buwono Senopati Ingalaga Ngabdurrahman Sayidin Panotogomo Kalifattullah, Sunan, Surakarta, Susuhunan Paku Buwana Senapati Ingalaga Ngabdurahman Sayidin Panatagama Khalifatulah Tanah Jawa, Tanah Sukowati, Tanjung Harapan, Thomas Raffles, VOC, Yogya, Yogyakarta | 2 Komentar »










