Berburu Tiket Kereta Mudik Lebaran

Suasana Antrian Pemesanan Tiket Lebaran 2011 di Gambir

Suasana Antrian Pemesanan Tiket Lebaran 2011 di Gambir

Berburu Tiket Kereta Mudik Lebaran

Subuh hari, tanggal 27 Juli 2011, aku berangkat berjalan kaki menuju Stasiun Gambir setelah menunaikan Sholat Subuh dari kos. Jarak kos dengan Stasiun Gambir sekitar 1 KM atau 10 menit jalan kaki. Sengaja aku berangkat pagi-pagi ke Stasiun Gambir karena niat ngantri tiket kereta api untuk keperluan mudik lebaran.

Awalnya, aku sebenarnya merasa aras-arasen menuju Gambir untuk ngantri tiket kereta api. Pertama, aku memperkirakan Stasiun Gambir sudah dipenuhi oleh ratusan calon penumpang yang sudah mengantri lebih dahulu dari saya, bahkan tak sedikit diantara mereka yang rela menginap di stasiun. Kedua, aku memperkirakan akan berada di antrian belakang jauh dan sangat berpotensi tidak memperoleh tiket mudik. Karena dua alasan itulah aku sangat pesimis bakal berhasil mendapatkan tiket lebaran yang hendak kubeli. (more…)

Usaha PT. KA Mengurangi Dampak Kecelakaan

Usaha PT. KA Mengurangi Dampak Kecelakaan

Tanggal 2 Februari lalu, aku dan beberapa kawan pulang ‘mudik’ ke Solo. Dari Stasiun Senen – Jakarta, kami menumpang kereta Sawunggalih kelas bisnis jurusan Kutoarjo. Pukul 07.10 WIB, kereta mulai meninggalkan Senen. Singkat cerita, kami masih tertidur saat kereta yang kami tumpangi berhenti di Stasiun Kroya. Tidur kami terputus setelah ada pedagang asongan yang sedikit berteriak mengabarkan kedatangan Kereta Lodaya dari Bandung jurusan Solo yang akan berhenti di stasiun Kroya. Seketika juga aku dan kawanku terbangun dan segera mengemasi barang bawaan untuk turun dari kereta Sawunggalih dan berpindah ke kereta Lodaya. (more…)

Pulang Kampung Dengan Gaya Baru Malam Selatan

 

(Sumber: Semboyan 35)

(Sumber: Semboyan 35)

Pulang Kampung Dengan Gaya Baru Malam Selatan

Sewaktu pulang ke Solo lebaran haji lalu, aku sengaja naik kereta kelas ekonomi. Disamping karena alasan nyari murah juga karena alasan ngejar sholat idul adha pagi hari di Solo. Selebihnya, ada juga alasan sekunder untuk memotret situasi dan suasana di kereta gebrong ekonomi.

Kereta yang kunaiki waktu itu Gaya Baru Malam Selatan jurusan Jakarta – Surabaya. Berangkat dari Pasar Senen seharusnya pukul 12.20 WIB, namun prakteknya baru bisa berangkat pukul 13.00an. Suasana kereta sejak dari awal sudah dipenuhi penumpang yang berdesak-desakan. Lebih parahnya, hampir seluruh penumpang yang tidak memperoleh tiket tempat duduk harus berdiri sepanjang perjalanan karena sudah tidak ada space untuk duduk sama sekali. Beberapa kursi yang seharusnya diduduki 2 orang penumpang diisi 3 orang. Sementara kursi yang seharusnya 3 penumpang diisi 4 orang. Meskipun demikian, masih ada saja penumpang yang berdiri. (more…)

Kreativitas Penumpang Kereta Ekonomi

Kreativitas Penumpang Kereta Ekonomi

Pernah naik kereta ekonomi? Apa yang anda saksikan? Kalau bagiku, terlalu banyak kisah dan cerita yang ingin dibagi saat pengalaman naik kereta kelas ekonomi. Terlalu banyak hal-hal yang bikin geleng-geleng sendiri melihat keadaannya. Maka tak jarang aku stand by kamera saat naik kereta karena ingin mengabadikan sebagian momen-momen menarik itu.

Foto berikut ini merupakan salah satu momen menarik yang berhasil kutangkap dan kuabadikan. Selanjutnya, kubagi dengan kawan-kawan semua.

Kreativitas Penumpang Kereta Ekonomi

Kreativitas Penumpang Kereta Ekonomi

(more…)

Kakek Pengamen Yang Romantis dan Kocak

Copyright di Den Baguse' Fadly

Copyright di Den Baguse' Fadly

Kakek Pengamen Yang Romantis dan Kocak

Kehadiran pengamen di bus kota, bus antar kota, kereta, di perempatan, dan di mana saja seringkali mengganggu kenyamanan kita. Namun terkadang, kehadiran sebagian diantara pengamen-pengamen itu cukup menggelikan dan membuat perut sakit karena tak kuasa menahan tawa.

Ceritanya episode pengamen kali ini, ada seorang pengamen udah berusia cukup lanjut (bc: tua) dengan gigi yang sudah ompong. Untuk berbicara saja, yang bersangkutan sudah terdengar pelo (bahasa Indonesia-nya pelo apa ya? -cadel kli ya…?) Apalagi jika ia menyanyikan sebuah lagu. Bisa dibayangin khan betapa lucunya si kakek pengamen ini? Lebih lucunya lagi, sang kakek pengamen ini menyanyikan lagu ber-lirik bahasa Inggris diiringi kencrung.

Ia menggabungkan dua lagu sekaligus menjadi terlihat seperti satu lagu. Lagu yang ia nyanyikan cukup dikenal sebagai lagu populer dan romantis, “Why Do You Love Me”-nya Koes Plus dan “When You Tell Me That You Love Me”.

Langsung saja deh bro n sist, silakan menikmati persembahan lagu dari sang kakek pengamen lengkap dengan batuk-batuknya. Check this out..! ;) (more…)

Pemandangan Jalur Kereta Bandung – Jakarta

Perjalanan dari Bandung ke Jakarta saat siang hari di kala langit masih terang menggunakan transportasi Kereta Api bagiku cukup mengasyikkan. Cukup mengasyikkan karena sepanjang perjalanan, mata kita dimanjakan dengan pemandangan sawah yang menghijau membentang luas menyegarkan mata. Terlebih setelah memasuki kawasan perbukitan setelah melewati Stasiun Cikampek. Mataku enggan berkedip menyaksikan pemandangan bukit-bukit dan lembah di sisi jalur kereta. Inilah salah satu daya tarik perjalanan Bandung – Jakarta menggunakan transportasi kereta api.

Ada kelebihan, ada pula kekurangannya. Salah satu kekurangan menempuh perjalanan Bandung – Jakarta menggunakan kereta api adalah lambatnya kecepatan kereta karena rute rel yang ditempuh dan dilalui berkelok-kelok dan rawan akan anjlok. Sudah terlampau sering kereta yang melewatu jalur Bandung – Jakarta mengalami anjlok sehingga mengganggu kenyamanan dan keamanan para penumpang sehingga kini masyarakat (sejak dibukanya Tol Cipularang) memiliki alternatif pilihan jalur transportasi darat.

Sebagai oleh-oleh, berikut pemandangan yang berhasil kupotret di sepanjang jalur kereta api Bandung – Jakarta. (more…)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 68 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: