Korupsi ala Tukang Parkir

(foto ini terinspiras dari pameran fotografi di Balai Soejatmoko)

Parkir Rp 500 atau Rp 1000 ?

Korupsi ala Parkir

Sekitar dua pekan lalu, aku ke Solo Square (sebuah mall di kota Solo). Aku memarkirkan motor di luar gedung (bukan di dalam mall). Oleh petugas parkir, aku diberi selembar karcis berlogo pemkot Surakarta (nama resmi kota Solo dalam administratif) dan coretan nomor plat motor yang kuparkir.

Sekarang atau nanti pak?” tanyaku kepada petugas parkir bermaksud menanyakan apakah parkirnya dibayar sekarang atau nanti setelah selesai parkir.

Sekarang mas,” jawabnya singkat dengan bahasa Jawa logat Solo yang khas.

Berapa?” tanyaku kepada petugas tersebut, sengaja.

Seribu,” jawabnya lagi.

Kuambillah dari saku celana selembar uang seribu rupiah lalu kuserahkan kepada petugas.

Setelah menyerahkan uang seribu rupiah tersebut, aku tersenyum sendiri. Namun senyumku ini bukan karena aku gila atau gejala gila. Aku tersenyum karena merasakan hal yang tidak sesuai pada materi diskusi sebelumnya dengan tukang parkir. (more…)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 70 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: