Belajar Ijab Qabul Dalam Akad Nikah

Belajar Ijab Qabul Dalam Akad Nikah

Dalam candaan, sepertinya kita (baca: aku) sering menirukan kalimat lafadz ijab qabul dalam akad nikah. “Saya terima nikah dan kawinnya bla..bla..bla.. dengan seperangkat alat sholat… dst,” demikian misal contohnya. “SAH,” ucap kita. Selidik punya selidik, belajar dari pengalaman menyaksikan ijab qabul dalam akad nikah kawan-kawanku, ternyata hal yang nampak sepele ini tidak seperti yang nampak. Sering sekali dalam pembacaan ijab qabul seperti itu harus diulang beberapa kali sehingga bisa dijawab oleh para saksi dengan jawaban “SAH”. Setidaknya diulang dua kali. Aku lebih banyak menyaksikan pengucapan ijab qabul yang diulang daripada yang hanya satu kali langsung “SAH”. (more…)

Iklan Menyesatkan GenRe (Generasi Berencana)

Iklan 'menyesatkan' GENRE

Iklan 'menyesatkan' GENRE

Generasi GENRE

Kata kawanku yang bekerja mandiri sebagai seorang Art Director, iklan Genre yang dikeluarkan oleh BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) di atas ‘menyesatkan’. Ia menganggap iklan tersebut ‘menyesatkan’ karena visualisasi iklan tersebut sangat tendensius dan menyesatkan.

Pada visualisasi gambar pada iklan tersebut, ada dua gambaran umum model wanita. Pertama pada gambar sebelah kiri adalah seorang wanita dengan dua anak yang nampak kerepotan. Sedangkan yang kedua pada gambar sebelah kanannya adalah seorang wanita yang terlihat senang dan bahagia. Kedua gambar tersebut kemudian diperjelas dengan sebuah tagline bertuliskan “Nikah Tanpa Rencana Jadi Bencana, GENerasi beREncana Jauh Dari Sengsara”. Sebagai penguat pesan, ada lagi tulisan eye catching “2 Anak Lebih Baik”.


(more…)

Sepotong Kisah Kaum Adam Mencari Pasangan

Menunggu Di Batas Waktu

Menunggu Di Batas Waktu

Ada seorang kawan, sebutlah namanya Sutrisno. Teman satu sekolah di SMA. Pada sebuah kesempatan, ia secara eksplisit memohon bantuanku untuk mencarikan seorang wanita yang hendak ia jadikan sebagai istri.

Med, aku khan dah coba nyari-nyari jodoh belum ketemu-ketemu nih, aku minta tolong kamu dong nyariin jodoh buatku,”pintanya kepadaku, “temenmu khan banyak to? Kenalinlah salah satunya ke aku yang kira-kira pas untukku,” tambahnya.

Owh, kamu serius apa nggak?” tanyaku.

Serius lah, Med..” jawabnya dengan memasang mimik serius.

Oke. Kamu mau nyari yang model gimana (*emangnya barang..) ?” tanyaku.

Gini Med, aku sih pada dasarnya nggak mau neko-neko. Yang biasa saja lah.”jawabnya menerangkan.

Sederhana itu gimana? Jelasin agak sedikit mendetail gitulah!” tegasku bertanya.

Yaa, carikan aku yang sholihah lah. Pinter mengaji dan berpakaian islami menutup tubuhnya dengan selimut jilbab rapat dan menjaga pandangannya. Tidak terlalu mengenal dunia-dunia luar seperti sekarang ini.” urainya mengawali. (more…)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 68 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: