Ketika Rumah Allah pun Tak Ditakuti Maling

Masjid Al Ikhlas (Daerah Jl. Kautaman Istri Bandung)

Masjid Al Ikhlas (Daerah Jl. Kautaman Istri Bandung)

Ketika Rumah Allah pun Tak Ditakuti Maling

Saat aku ‘numpang’ sholat jama’ maghrib-isya’ di masjid Al Ikhlas di kawasan perkampungan dekat Jl. Kautaman Istri – Bandung, pak kyai pengurus masjid sempat cerita kepadaku mengenai alasan kenapa masjid yang beliau urus selalu dikunci rapat setelah kegiatan ibadah sholat wajib.

Di masjid ini, dulunya sering mengalami kecurian aneka macam perlengkapan dan peralatan masjid. Bahkan sandal yang saya pakai pun beberapa hari yang lalu diembat juga sama maling-maling itu. Karena itulah, masjid ini selalu dikunci setiap selesai sholat wajib karena pencuriannya tak kenal waktu. Bisa pagi, siang sore, maghrib, apalagi malam,” demikian kurang lebih penjelasan panjang pak kyai pengurus masjid al Ikhlas itu.

Setelah dibukakan pintu masjid dan ditunjukkan tempat wudhu, maka aku pun segera masuk masjid. Saat posisi berdiri menghadap kiblat hendak takbiratul ihrom, aku melihat sebuah kipas angin berdiri yang yang terbelenggu oleh rantai besar yang mengikatkannya dengan lemari. Kipas angin itu digembok rapat. Sempat kaget dan agak keheranan juga sebetulnya melihat itu. (more…)

Ketika Sholat Gubernur Bikin Repot Ratusan Orang

Ketika Sholat Gubernur Bikin Susah Ratusan Orang

Insya Allah, nanti malam (Selasa, 24 Agustus 2010), ada seorang pejabat gubernur yang akan sholat tarawih di Masjid Cut Mutiah, Jakarta Pusat. Seharusnya, masyarakat di sekitar masjid menyambut dan merasa gembira jika ada seorang pejabat apalagi setingkat gubernur yang berkenan sholat berjamaah di sebuah masjid di lingkungannya. Namun ternyata tak semua orang merasa seperti itu.

Hanya gara-gara kedatangan seorang gubernur, Masjid Cut Mutiah mau tidak mau diminta berbenah diri. Ta’mir masjid mau tidak mau terpaksa harus lebih sibuk lagi dari hari-hari sebelumnya di tengah agenda kegiatan Romadhon yang diadakan di Masjid Cut Mutiah. Bahkan tidak menutup kemungkinan, acara buka puasa bersama yang biasanya rutin diadakan pada saat maghrib dengan melibatkan masyarakat umum termasuk kaum papa terancam ditiadakan. Kalaupun tetap diadakan, acaranya akan terasa hambar.

Kenapa? (more…)

Masjid Tak Sekedar Tempat Ibadah

Masjid (Al Barkah - Bekasi)

Masjid (Al Barkah - Bekasi)

Masjid merupakan tempat ibadah umat Islam. Sebagaimana umat agama lain seperti umat Kristiani dan Katolik dengan Gereja, atau Hindu dengan Pura, dan Budha dengan Vihara-nya1, maka umat Islam menyebutnya dengan peristilahan masjid.

Kata Masjid berasal dari bahasa Arab dari akar kata s-j-d atau sajada yang berarti sujud atau tunduk. Sehingga secara bahasa, Masjid berarti tempat bersujud. Konon, kata Masjid ini sendiri berasal dari akar kata bahasa Aram “masgid (m-s-g-d)” yang ditemukan dalam sebuah inskripsi dari abad ke 5 sebelum Masehi. Kata masgid (m-s-g-d) ini berarti “tiang suci” atau “tempat sembahan”2.

Kata masjid dalam bahasa Inggris disebut mosque. Kata mosque ini berasal dari kata mezquita dalam bahasa Spanyol3. Sebelum itu, masjid juga disebut “Moseak”, “muskey” , “moscey” , dan “mos’key”. Diduga kata-kata ini mengandung nada yang melecehkan. Contohnya pada kata mezquita yang diduga berasal dari kata mosquito, yang dimaksudkan bahwa masjid tempat berkecamuknya nyamuk-nyamuk dengan bunyi-bunyi dan suara-suara yang gaduh dan mengganggu. Oleh karena itu, umat Islam Eropa dan Amerika kini mulai menggunakan kata Masjid dalam bahasa pergaulan sehari-hari dan meninggalkan menyebut masjid dengan Mosque. (more…)

Berbohonglah! Karena Bohong Bikin Terbengong

(Kisah Bodoh Saat Pemasangan Spanduk)

Pemasangan Spanduk promosi PERSADA PRIVAT ini disebut sebagai Criminal Job oleh Adin (Blognya beralamat di sini). Betapa tidak, pemasangan spanduk yang seharusnya dimohonkan ijin sebelum pemasangannya ke pemerintah daerah kota atau kabupaten setempat, tidak kami lakukan sepenuhnya. Dari sepuluh spanduk yang akan kami pasang, hanya dua spanduk saja yang kami mohonkan ijinnya ke pemkot Solo. So, Adin said that it is a criminal job! He added, “I like criminal job!” ::)

Kali ini kami berada di kawasan perumahan Fajar Indah. Secara administratif geografis, wilayahnya berada di bawah kekuasaan Kabupaten Karanganyar Tentram. Setelah melihat-lihat dan memperhatikan secara acak lokasi yang tepat dan “aman” (maksudnya aman dari penurunan paksa) untuk pemasangannya, kami memutuskan untuk memasang di lokasi perempatan sebelah utara Masjid. Asumsi kami kenapa kami memasangnya di dekat Masjid karena semata-mata alasan strategis.

Dalam asumsi kami, masjid betapapun bentuknya seperti apa, adalah pusat aktivitas masyarakat, setidaknya sepekan sekali akan datang berduyun-duyun ratusan masyarakat setempat untuk beribadah sholat Jumat berjamaah di masjid. Sehingga dengan demikian, spanduk yang kami pasang juga akan lebih berpeluang untuk dibaca dan diperhatikan oleh banyak orang. Apalagi, di area masjid tersebut juga berdiri sebuah sekolah taman kanak-kanak (TK) yang tentunya setiap hari dipenuhi oleh balita-balita yang belajar menggambar dan membaca ditemani ibu, eyang, kakak, atau bibinya. Inti kesimpulannya adalah bahwa Masjid tersebut adalah tempat yang strategis. (more…)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 70 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: