Selamat Idul Fitri

Selamat Idul Fitri

Setelah 1 bulan penuh umat Islam berpuasa guna meraih derajat ketakwaan, maka tibalah hari Idul Fitri. Hari dimana kita kembali berbuka sekaligus hari raya dimana kita memetik buah ketakwaan. Namun Idul Fitri bukanlah final dari aktivitas kita. Idul Fitri justru menjadi awal hari kita mempertahankan ketakwaan sekaligus ujian sebenarnya ketakwaan kita. Mampukah kita menjaga tingkat derajat ketakwaan yang telah kita rintis selama bulan Romadhon. Mampukkah kita mempertahankan amal ibadah yang selama bulan Romadhon kita lakukan dengan ringan pada bulan Syawal dan bulan-bulan lainnya.

Terakhir kata, Ahmed Fikreatif mengucapkan kepada semua blogger sekalian –khususnya blogger muslim- :

Taqabbalallahu minna wa minkum shiyamana wa shiyamakum. Kullu ammin wa antum bi khoir. Minal aidin wal faizin.”

Ahmed Fikreatif

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Antri Tiket Mudik Lebaran

Antri Tiket Mudik (sumber: jakartapress.com)

Antri Tiket Mudik (sumber: jakartapress.com)

Dua hari ini [Ahad kemaren (8 Agustus 2010) dan Senin tadi (9 Agustus 2010) ], aku menghabiskan cukup banyak waktu untuk ‘sekedar’ berburu tiket kereta api untuk mudik lebaran. Aku ingin membeli tiket kereta yang bisa menjadi sarana transportasiku pulang ke Solo, kampung halamanku dimana kedua orangtuaku tinggal. Untuk berburu tiket itu, aku sengaja memilih Stasiun Pasar Senen karena lokasi tersebut berdekatan dan paling dekat dengan tempat tinggalku (bc: kos-an ku) dibandingkan dengan lokasi titik pembelian tiket lainnya.

Hari pertama, aku datang ke stasiun sekitar pukul 06.30 WIB, 1/2 jam menjelang dibukanya pembelian tiket. Aku terkaget-kaget melihat antrian yang sedemikian panjangnya. Prediksiku sekitar 50-75 meter yang terbagi menjadi 5 banjar / baris. Melihat antrian yang sebegitu panjangnya, aku langsung pesimis bakal memperoleh tiket. Dan ternyata benar. Tak lebih dari 1/2 jam (jam 07.30 WIB), tiket untuk jurusan Solo, Yogya, Semarang, dan Kutoarjo sudah habis tak tersisa.

Bagas, kawanku yang sebelumnya nitip aku untuk dibelikan tiket sebagaimana tahun sebelumnya dan kebiasaan biasanya, langsung ku telpon dan kuminta ke Pasar Senen untuk melihat kondisi medan ‘perburuan’ tiket. Harapanku, kami berdua bisa mempersiapkan segala macam keperluan dan bekal untuk ‘perburuan’ keesokan harinya agar bisa memperoleh tiket untuk tanggal 8 September 2010 (H-2 lebaran). Singkat cerita, kami pun menyusun strategi yang menurut kami sudah cukup matang. (more…)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 69 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: