Kilas Balik Posting Sepanjang Tahun 2010 [372 Posting]

Maaf jika postingan ini terlalu panjang. Soalnya ini postingan rangkumanku selama setahun. Tahun 2010. Hanya judul-judulnya saja yang kutulis dan langsung nge-link ke artikelnya. Terima kasih. Salam.

Desember 2010

  1. Kuburan Bayi Kembar

  2. Kuburan Satu Keluarga ?

  3. Aneka Bentuk Nisan, Mau Pesan?

  4. Bebek Goreng H. Slamet Cabang Meruya

  5. Bunga Kamboja Tak Sekedar Bunga Kuburan

  6. Benarkah Kata “Palestina” Tidak Ada di Google?

  7. Andai Aku Seorang Presiden RI

  8. Rumah Mewah-ku

  9. Selamat Jalan Ustadz….

  10. Kesendirian

  11. @ Bandung, Where Are You Guys…?

  12. Aturan ‘Polisi Tidur’

  13. Apa Yang Spesial Dari Ice Cream Magnum?

  14. Ngobrol Hukum Bareng Seorang Anak Band

  15. Daerah Istimewa Surakarta Itu (Pernah) Ada !

  16. Interview Syaikh Zindani & Upaya Pengobatannya Terhadap Penderita AIDS

  17. Kreativitas Penumpang Kereta Ekonomi

  18. Tiga Malaikat Kecil

  19. Pohon Gundul diantara Pohon Subur

  20. Setetes Embun di Pagi Hari

  21. Permainan Bocah Ndeso Tempo Doeloe #1

  22. Tahu Kilometer ’0′ di Bandung?

  23. Pulang Kampung Dengan Gaya Baru Malam Selatan

  24. Ketika Rumah Allah pun Tak Ditakuti Maling

  25. Ini Makam atau Taman?

  26. Cemara Dua

  27. Pemugaran Gedung Toko de Vries

  28. Kojom di Kampus Meruya

  29. Ini Masjid, Toko, atau Kelenteng?

  30. H.R. Rasuna Said, Laki-Laki atau Perempuan?

  31. Orang Yang Berani Menempeleng Pak Harto (more…)

Tiga Hari Liburan Hanya di Rumah

Sumber gambar: azzahra08.wp.com

Sumber gambar: azzahra08.wp.com

Tiga Hari Liburan Hanya di Rumah

Tak seperti biasanya, liburan long weekend kali ini terasa tak seperti biasanya. Disamping karena kawan-kawanku di Solo yang sudah mulai meninggalkan kampung halamannya untuk merantau meretas karir pekerjaan demi penghidupan, liburan kali ini badanku merasa kurang bugar dan kurang sehat. Akibatnya, aku tidak mau mengambil resiko keluar jalan-jalan keliling Solo seperti liburan-liburan biasanya karena takut badanku justru bertambah parah sakitnya.

Bukan sakit yang berat sih memang, hanya saja aku merasa khawatir jika aku masih sakit atau justru bertambah sakit saat liburan berakhir sementara aku sudah harus kembali rutin dalam aktivitas kerja di kantor nantinya. Oleh karena itulah aku tidak berani mengambil resiko keluar jalan-jalan. Harapanku untuk ikut menonton film di acara Jifest 2010 yang berlangsung di kawasan Taman Sriwedari pupus sudah. Harapan bersilaturahmi ke rumah simbah Barid yang pernah ikut mengajariku bahasa Arab secara privat dan pak Joko Mulyono yang menjadi guru favorit Matematika di SMA juga mesti kuurungkan. (more…)

Mesin Ketik Belum Terpinggirkan Zaman

Mesin Ketik Listrik Saat Dibuka

Mesin Ketik Listrik Saat Dibuka

Selama empat tahun terakhir kupikir keberadaan mesin ketik sudah “terpinggirkan zaman”. Kukatakan seperti itu karena memang keberadaan mesin ketik sepertinya sudah benar-benar tergantikan oleh adanya mesin komputer, dan kemudian notebook. Jika dulu tidak semua orang memiliki mesin ketik, namun kini hampir semua orang memiliki minimal satu unit komputer di rumahnya. Namun faktanya, di kantorku masih ada minimal satu unit mesin ketik di setiap ruangan (bagian) yang digunakan oleh karyawan-karyawab yang membutuhkannya. :) Jangan bilang kantorku kuno ya :( :D .

Secara rutin, mesin ketik di kantorku pun selalu di-service setiap bulannya. Di ruanganku terdapat dua mesin ketik. Pertama mesin ketik manual biasa. Kedua, mesin ketik listrik.

Mengenai mesin ketik listrik, aku baru mengetahuinya pertama kali saat aku magang (kerja) di Bank BTN Syariah cabang Solo pada akhir tahun 2008. Konon, harga mesin ketik listrik itu juga senilai harga mesin komputer seri Intel Pentium (wallahu a’lam). Artinya harganya cukup mahal. Lantas mau buat apa sih mesin ketik itu jika sudah ada komputer? Oh, ternyata mesin ketik (baik listrik maupun manual) di kantor-kantor memiliki fungsi yang cukup penting yang kurang dimiliki oleh mesin komputer. Untuk menuliskan dalam faktur, invoice, atau blanko-blanko yang terpola, maka mesin ketiklah yang digunakan sebagai alat bantunya. Jika menggunakan komputer, tentunya akan sulit untuk mengepaskan sesuai format blanko, faktur atau invoice tertentu. (more…)

Saat Aku di Atas Gerbong Kereta

Ilustrasi Suasana Gerbong Kereta Penumpang

Ilustrasi Suasana Gerbong Kereta Penumpang

Saat aku memposting tulisan ini, dan saudara membacanya sebelum 9 jam sejak waktu penerbitannya, aku sedang berada di dalam perjalanan malam menggunakan kereta api pulang kampung dari Jakarta menuju kota halamanku, Solo. Aku berada di gerbong nomor 4 Senja Utama Solo dengan nomor tepat duduk 1 A. Di sampingku, ada seorang kawan kuliah bernama Saputro Kesit yang berada di kursi tempat duduk no 1 B.

Kereta api merupakan media transportasi favoritku pulang kampung hingga saat ini dari Jakarta, kendatipun jika aku ditanya soal kenyamanannya, aku lebih memilih menggunakan bus AC atau Eksekutif. Rata-rata kereta api jarak jauh kelas bisnis dan ekonomi di pulau Jawa memang sangat terkesan kotor dan kumuh. Namun, pilihanku menggunakan kereta api sebenarnya lebih disebabkan karena faktor ketepatan dan kecepatan waktu tempuhnya saja yang lebih dapat diandalkan dibanding dengan menggunakan transportasi bus malam. Namun jika berbicara kenyamanannya, BUS MALAM merupakan pilihan yang lebih pas. (more…)

Gadget Yang Ada di Kamar Kostku

Gadget yang ada di Kamar Kos

Apakah aku Gadget Man???

Pertanyaan itu kutanyakan pada diriku sendiri. Terutama saat aku tersadar bahwa di dalam ruang kost kecilku yang seukuran 2 x 2,5 meter, terdapat beberapa alat elektronik (lihatlah gambar di samping). Satu laptop Lenovo G400, satu netbook Lenovo Thinkpad X100e, dua flashdisk Kingstone masing-masing 8 GB dan 1 GB, Satu kamera saku digital Casio Exilim Ex-Z75, dan empat handphone aneka merk. (more…)

Apakah aku Gadget Man???

Alat Elektronik di Kamar Kost

gadget

Apakah aku Gadget Man???

Pertanyaan itu kutanyakan pada diriku sendiri. Terutama saat aku tersadar bahwa di dalam ruang kost kecilku yang seukuran 2 x 2,5 meter, terdapat beberapa alat elektronik (lihatlah gambar di samping). Satu laptop Lenovo G400, satu netbook Lenovo Thinkpad X100e, dua flashdisk Kingstone masing-masing 8 GB dan 1 GB, Satu kamera saku digital Casio Exilim Ex-Z75, dan empat handphone aneka merk. Jika aku berada di rumah atau kantor Solo, masih ada satu unit PC komputer, televisi, VCD player, dan tape recorder yang hanya bisa untuk mendengarkan radio saja. Dulunya sewaktu masih di Solo, jika pergi kemana-mana aku selalu membawa satu tas punggung yang di dalamnya berisi 1 laptop berikut kabel charger nya, 1 modem, 2 handphone lengkap dengan chargernya, kamera saku, dan satu buah flashdisk. (more…)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 70 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: