Seratus Sosok Karakter Dalam Satu Atap
Tanggal 23 Juni 2009. Aku tiba di Gambir saat langit kota Jakarta masih gulita. Jam tangan menunjuk waktu 04. 23 WIB. Aku tak sendirian. Aku datang dengan tiga orang kawan yang baru kenal dua hari sebelumnya. Kami berangkat bersama dari Yogyakarta. Beberapa jam selanjutnya, kami akan masuk kerja hari pertama. Di Jakarta.
Setelah mandi dan sedikit rehat di kos adik salah satu teman baruku, kami berangkat menuju kantor baru kami. Dari Rawamangun naik Metromini 03 turun di Senen. Turun di Senen kami naik Metromini turun di Tugu Tani. Dari Tugu Tani kami menyusur jalan Menteng Raya. Setelah dua kali bertanya kepada dua orang Satpam yang berbeda, kami sampai juga di kantor. Kantor yang menjadi tempat kerja pertamaku setelah lulus kuliah.
Di depan gerbang kantor, seorang petugas berpakaian Satpam berdiri tegak dengan pandangan mata tajam. Badannya gempal, perut buncit. Dengan rambut kepala nyaris gundul dan kulitnya yang gelap makin menampakkan kesangarannya. Perlahan dengan sopan kami utarakan maksud kedatangan kami. Kemudian, ia meminta kami menunggu di sebuah ruang yang disebut Lounge.
Pukul 09.13 WIB. Kami terlambat 13 menit dari waktu yang ditetapkan. Beruntung kami masih diterima dengan keterlambatan itu. Di dalam Lounge, sudah menunggu seorang lelaki yang merekrut kami saat tes di Yogyakarta. Setelah berjabat tangan, kami pindah menuju ruang rapat di basement untuk diserahterimakan kepada urusan Sumberdaya Manusia (SDM) perusahaan tempatku bekerja. Proses rekrutmen kami memang melalui lembaga lain. Bukan langsung dari perusahaan. (more…)
Filed under: Ahmed Fikreatif, Diary | Ditandai: Ahmed Fikreatif, Bekerja, Kantor, Kerja, Kesan Kerja Pertama, KEsan Pertama Kerja, Seratus Sosok Karakter Dalam Satu Atap | 1 Komentar »









