Benarkah Petugas Pajak Tempatnya Di Neraka?

Pegawai Pajak di Neraka?

Pegawai Pajak di Neraka?

Benarkah Petugas Pajak Tempatnya Di Neraka?

“Sesungguhnya, pelaku/pemungut pajak (diadzab) di neraka.” (HR Ahmad 4/109, Abu Dawud
kitab Al-Imarah : 7) (more…)

Milad, So What?

Sumber Gambar Silakan Di Klik Saja

Milad, So What?

Mas, nanti makan siang kemana?” ucap salah seorang rekan kerja di kantor.

Pizza Hut atau De Cost ada paket murah lho. Kalau mau pesan online juga bisa saya bantu deh,” tambahnya.

Mendengar ucapan kalimat-kalimat yang terlontar membuatku tersenyum.

Semoga makin bijak, enteng rezeki, enteng jodoh, serta dimudahkan Allah atas semua cita-citanya,” ucap rekan kerjaku yang lain. “Amiin, terima kasih,” jawabku.

Makan-makan paling seberapa duit sih, nggak bikin habis tabungan kok. Kalau bilang nggak punya duit, bohong banget deh. Secara, tanggal 25 pas gajian gitu…,” timpal kawan kerjaku lainnya menyindir. Lagi-lagi aku hanya tersenyum saja.

Hanya tinggal keikhlasan dan kesadaran saja,” pungkas rekan kerjaku yang lain.

Hahahahaha…. terima kasih atas doa-doanya, tapi saya tidak bisa mentraktir makan kalian,” ucapku merespon sindiran-sindiran kawanku serta ucapan selamat ulang tahun dan doa-doa yang mereka sampaikan. Aku tetap bersikeras enggan untuk mentraktir mereka makan-makan. Aku sudah siap jika barangkali disebut pelit, uthil, mbethithil, atau kikir sekalipun. Tapi aku berharap semoga saja tidak demikian. (more…)

Alasan-Alasan Penetapan Berbasis “Ijab Qobul” Yogyakarta

Alasan-Alasan Penetapan Berbasis “Ijab Qobul”

  1. Adanya jaminan status khusus dari pemerintah Indonesia untuk dua negara yang bersifat Kerajaan, yaitu Kesultanan Yogyakarta dan Kepangeranan Paku Alam sebagai “imbalan” untuk bergabung dengan Negara Republik Indonesia sebagaimana tertuang pada Piagam Penetapan 19 AGustus 1945.
  2. Adanya status keistimewaan bahwa Yogyakarta adalah Daerah Istimewa Setingkat Propinsi (Bukan Propinsi) yang dipimpin oleh Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Bukan Gubernur dan Wakil Gubernur) dengan konsep Dwi Tunggal sesuai UU No. 3 Tahun 1950.
  3. Adanya kekuasaan penuh atas Pemerintahan Dalam Negeri Yogyakarta serta Pemahamannya dari Kekuasaan-Kekuasaan lainnya di tangan Sri Sultan dan Sri Paku Alam yang dipertanggungjawabkan langsung kepada Pemerintah Pusat Negara Republik Indonesia sebagaimana tertuang pada Amanah HB IX / Paku Alam VIII – 5 September 1945

“BERGABUNG TAK BERARTI MELEBUR”

Pengawal Amanah HB IX 5 September 1945

Leaflet (selebaran) ini harap disimpan sebagai pegangan memperjuangkan keistimewaan DIY

 

Leaflet (selebaran) itu saya temukan tertempel di dinding trotoar jalan Malioboro, beberapa waktu lalu.

Ahmed Fikreatif

 

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

 

 

Apa Latar Belakang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta?

Apa Latar Belakang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta?

  1. Adanya “Ijab Qobul” dimana Piagam Kedudukan 19 Agustus 1945 yang merupakan LAMARAN dari Republik Indonesia dalam hal ini oleh Ir. Soekarno sebagai Presiden kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX sebagai Penguasa Kerajaan Ngayogyakarto Hadiningrat telah DITERIMA dengan MAHAR yang tertuang dalam Amanah Sri Sultan Hamengku Buwono IX pada 5 September 1945. (more…)

Win-Win Solution

Sumber gambar silakan klik di gambar

Sumber gambar silakan klik di gambar

Win-Win Solution

Andi dan Iwan adalah dua orang siswa baru sebuah SMA yang tinggal dalam satu kamar asrama. Suatu saat, keduanya menghadapi ulangan pelajaran. Demi memperoleh nilai yang maksimal, keduanya menyiapkan diri dengan belajar di malam ulangan. Andi tipikal siswa pembelajar yang lebih merasakan mudahnya mencerna pelajaran sambil mendengarkan musik. Sementara Iwan merupakan tipikal siswa pembelajar di kesunyian. Iwan tak bisa mencerna pelajaran ketika suasana lingkungannya berisik.

Kedua orang siswa tersebut boleh dibilang memiliki tipikal pembelajar yang bertolak belakang. Mesti harus ada solusi buat keduanya. Setelah berunding dengan baik, akhirnya dicapailah sebuah kesepakatan antara Andi dan Iwan agar saling mendukung dan tidak saling merugikan. Karena Andi lebih mudah mencerna pelajaran sambil mendengarkan musik, maka Iwan rela meminjamkan walkman-nya kepada Andi. Sehingga dengan demikian, Andi tetap bisa mendengarkan musik untuk memudahkan pembelajarannya. Namun di sisi lain, Andi tidak mengganggu Iwan yang model pembelajarannya lebih suka dalam suasana yang tidak bising (sunyi). (more…)

[HIDUP MANUSIA] Antara Mengisi Cangkir dengan Kerikil atau Pasir?

Ilustrasi Cangkir (Source: Maramissetiawan)

Ilustrasi Cangkir (Source: Maramissetiawan)

Kita seringkali melihat pada diri kita betapa kita telah sempurna atau mendekati sempurna. Segala cita-cita yang kita raih seolah-olah semakin menambah kebanggan pada pencapaian kita dan kesempurnaan itu. Bagi seorang pelajar, memperoleh nilai maksimal pada mata pelajaran atau ujian atau memperoleh peringkat 10 besar bahkan terbaik menjadi kebanggan tersendiri tentunya. Bagi seorang mahasiswa, kesempurnaan itu mungkin bisa terlihat dari betapa cepatnya kita lulus kuliah dengan nilai yang memperoleh predikat summa cumlaude.  Dan bahkan kemudian langsung melanjutkan untuk studi S2 bahkan S3.  Sementara bagi seorang karyawan atau pegawai, kesempurnaan itu mungkin dikesankan dengan kedisplinan berangkat pagi dan pulang petang meskipun hanya membawa penghasilan pas-pasan. Atau bagi sementara karyawan lain bisa saja diartikan dengan jabatan yang kita terima serta gaji yang lebih dari cukup untuk kebutuhannya bersama keluarganya.

Demikianlah mungkin sebagian orang ketika telah melakukan sesuatu sebagaimana hal di atas merasa bahwa dirinya telah sempurna. Si A, seorang mahasiswa yang sangat berprestasi dengan peroleh IPKnya yang tak pernah kurang dari 3,5. Aktivitasnya pun tak kurang dengan ikutbeberapa organisasi kegiatan mahasiswa. Asisten dosen merupakan sambilannya di sela-sela prosesnya menyelesaikan skripsi. Ia paun terbilang berasal dari keluarga yang cukup kaya serta memiliki paras yang cukup cantik. Seolah-olah si A atau orang-orang di sekitarnya melihat bahwa ia seperti Cangkir yang penuh dengan pasir. (more…)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 70 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: