Cinta Dalam Sepotong Mata

Cinta Dalam Mata

Solo, 15 Agustus 2009. Di pinggiran kota yang biasa dikenal dengan sebutan Makamhaji. Nampak rombongan orang berjalan berduyun-duyun keluar turun dari 2 bus, puluhan mobil, dan motor. Seratusan lebih orang itu kemudian berjalan tertib, pelan, dan beriringan. Mereka rata-rata berpakaian dengan motif hitam. Beberapa orang yang berada pada posisi paling depan membawa rangkaian bunga dan bendera plastik berwarna merah.

Sementara itu, pada waktu yang hampir bersamaan, muncul satu buah kotak persegi panjang besar dari sebuah mobil berwarna putih yang sebelumnya meneriakkan bunyi sirene yang meraung-raung. Di sisi mobil itu terdapat tulisan bercetak hitam “Mobil Jenazah”. Bersama dengan rombongan-rombongan yang lain, 6 orang yang memikul kotak persegi panjang berwarna coklat berjalan menuju sebuah lokasi yang tanahnya berlubang sedalam 2 meter dengan ukuran panjang sekitar 1,8 meter dan lebar 90 meter. Beberapa orang kemudian mengambil bungkusan putih di dalam kotak persegi panjang dan selanjutnya memasukkannya ke dalam lubang. Sosok jenazah yang sudah tak bernyawa itu kemudian ditinggal sendiri di dalam lubang kemudian dikubur ditutup secara rapat dengan tanah. Sebuah papan kayu tertancap dengan tulisan Titin Kusuma, lahir 21 Desember 1985, wafat 15 Agustus 2009. Continue reading

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 91 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: