Realisasi Praktik Pembiayaan Bank Islam Dalam Dunia Bisnis


Realisasi praktek pembiayan bank Islam dalam dunia bisnis dalam rangka untuk mendapatkan keuntungan pada dasarnya hampir sama dengan konsep bank konvensional. Bank Islam sebagai sebuah bank atau lembaga keungan menghimpun dana dari para nasabahnya dengan melalui berbagai macam produknya (deposito, tabungan, dll). Selanjutnya pihak bank berperan sebagai kreditur menanamkan dana yang diperolehnya tersebut dalam pembiayaan-pembiayaan tertentu yang sesuai konsep syariah Islam kepada nasabah debitor. Kemudian, dari hasil keuntungan yang diperoleh oleh bank tersebut melalui pembiayaannya, laba tersebut dibagi dengan para nasabah sesuai perjanjian akad nishbah bagi hasilnya. Semakin besar perolehan laba yang diterima oleh bank Islam itu, maka semakin besar pula bagi hasil yang diterima para nasabah.

Sebagai gambaran umum cara penghitungan dalam bank Islam, berikut ini penulis tengahkan simulasi perhitungan pembiayan bank Islam dalam praktik (diambil dari contoh simulasi Bank Muamalat)
(more…)

Perbedaan Bank Syariah dan Konvensional

Perbedaan Bank Syariah dan Konvensional

Perbedaan mendasar antara bank Islam dengan bank konvensional secara umum terletak pada dua konsep yaitu konsep imbalan dan konsep sistemnya. Perbedaan konsep sistem antara bank konvensional dan bank Islam dapat dilihat dalam tabel perbandingan di bawah berikut. (more…)

Sejarah Perkembangan Bank Syariah di Indonesia

Perbankan Islam pertama kali muncul di Mesir tanpa menggunakan embel-embel Islam, karena adanya kekhawatiran rezim yang berkuasa saat itu akan melihatnya sebagai gerakan fundamentalis. Perintisnya adalah Ahmad El Najjar. Sistem pertama yang dikembangkan adalah mengambil bentuk sebuah bank simpanan yang berbasis profit sharing (pembagian laba / bagi hasil) pada tahun 1963. kemudian pada tahun ’70-an, telah berdiri setidaknya 9 bank yang tidak memungut maupun menerima bunga, sebagian besar berinvestasi pada usaha-usaha perdagangan dan industri secara langsung dalam bentuk partnership dan membagi keuntungan yang didapat dengan para penabung.

Baru kemudian berdiri Islamic Development Bank pada tahun 1974 disponsori oleh negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam, yang menyediakan jasa finansial berbasis fee dan profit sharing untuk negara-negara anggotanya dan secara eksplisit menyatakan diri berdasar pada syariah Islam.

Kemudian setelah itu, secara berturut-turut berdirilah sejumlah bank berbasis Islam antara lain berdiri Dubai Islamic Bank (1975), Faisal Islamic Bank of Sudan (1977), Faisal Islamic Bank of Egypt (1977) serta Bahrain Islamic Bank (1979) Phillipine Amanah Bank (1973) berdasarkan dekrit presiden, dan Muslim Pilgrims Savings Corporation (1983). Bagaimana dengan di Indonesia? (more…)

What is Bank Islam ?

Bank Islam sebenarnya di Indonesia lebih populer disebut dengan istilah bank syariah. Adapun pengertian bank Islam adalah bank yang beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam atau bank yang tata cara beroperasinya mengacu kepada ketentuan-ketentuan al Quran dan Hadits (Antonio dan Perwataatmadja, 1999: 1). Pengertian syariah secara harfiah adalah jalan Allah seperti yang ditunjukkan oleh al Quran dan as Sunnah / Hadits.

Selanjutnya, yang dimaksud dengan prinsip-prinsip syariah di dalam pengertian ini adalah prinsip-prinsip atau ketentuan mengenai hukum muamalat. Dalam ketentuan hukum muamalat, prinsip utama muamalat ekonomi atau perbankan islami adalah menghindarkan diri dan menjauhkan diri dari unsur-unsur riba dengan menggantinya dengan sistem bagi hasil dan pembiayaan perdagangan. Riba secara bahasa berarti al-ziyadah yang berarti tambahan. Sedangkan menurut istilahnya, riba dalam pandangan Prof. Abdul Manannan, Ph.D. dalam bukunya ”Teori dan Praktek Ekonomi Islam” adalah perpanjangan batas waktu dan penambahan jumlah peminjaman uang sehingga berjumlah begitu besar, sehingga pada akhir jangka waktu peminjaman itu, si peminjam akan mengembalikan kepada orang yang meminjamkan sejumlah dua kali lipat atau lebih darijumlah pokok yang dipinjamkannya. (more…)

Budaya Kerja Bersama di BTN Syariah

Kantor BTN Syariah Solo

Kantor BTN Syariah Solo

Tiba-tiba aku teringat saat magang di Bank BTN Syariah Cabang Solo.  Magang berlangsung setelah aku memperoleh Yudisium, dan menjelang hari wisuda. Magang sebetulnya direncanakan berlangsung selama 2 bulan mulai tanggal 1 Desember  2008– 31 Januari 2009. Namun aku hanya mengikuti kegiatan magang selama 1 bulan saja karena per tanggal 1 Januari aku menandatangani sebuah kontrak kerja.

Selama sebulan magang di BTN Syariah Cabang Solo (selanjutnya disebut BTN Syariah), banyak hal yang kupelajari dan selanjutnya kujadikan sebagai pelajaran untuk dipraktekkan. Beberapa hal positif (yang negatif tidak kutuliskan) yang kuperoleh dan membuatku salut adalah sebagai berikut: (more…)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 70 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: