Mengenal Sisi Lain Juru Bicara KPK, Johan Budi

Johan Budi

Johan Budi

Anda mencari biodata atau biografi tentang Johan Budi SP di Google tapi tidak menemukan jejaknya? Apakah jangan-jangan Johan Budi seorang agen, intelijen, atau spion yang punya koneksi kuat dengan orang-orang kuat negeri ini sehingga bisa meminta mereka menghapuskan jejak-jejaknya dari dunia maya? (more…)

Ir. Soekarno

Soekarno

Empat puluh satu tahun silam, seorang tokoh besar yang sangat dikenal di negeri ini dan cukup dikenal di dunia meninggal dunia pada pukul 07.00 WIB. Orang yang meninggal dunia itu bernama Koesno Sosrodihardjo atau yang lebih dikenal dengan Ir. Soekarno atau Bung Karno, seorang tokoh proklamator Indonesia dan presiden pertama Republik Indonesia.

Semasa aku masih sekolah usia sekolah dasar, aku sangat mengagumi sosok Bung Karno. Pidato-pidatonya yang terdengar menggelegar serta selalu heroik penuh ketegasan menginspirasiku untuk menjadi seorang orator. Di depan cermin kamar, aku sering mengenakan peci hitam sambil berteriak-teriak seolah tengah berpidato dan berorasi di depan ribuan massa. Tak jarang aku ke masjid dan berdiri di atas mimbar membaca pidato seolah berada di depan massa. “Saudara-saudara sebangsa dan setanah air! Kita sebagai bangsa yang merdeka, jangan pernah tunduk pada penjajahan-penjajahan oleh bangsa lain…!” kira-kira demikianlah aku berteriak-teriak di atas mimbar. (more…)

Batik Fractal ala Tante Nancy Magried

Nancy Magried-Batik Fractal

Karena tak ada waktu untuk nulis hari ini, aku ingin share ke kawan-kawan saja sebuah video presentasi yang disampaikan oleh tante Nancy Magried tentang Batik Fractal. Apa itu batik Fractal, secara singkatnya aku mengatakannya sebagai batik yang dibuat dengan bantuan software komputer. Namun untuk lebih jelasnya silakan kawan-kawan menyimak presentasi si tante saja. Aku yakin kawan-kawan akan memperoleh informasi yang fresh dan baru serta inspiratif. Batik Fractal adalah sebuah contoh betapa teknologi bisa disandingkan dengan budaya. Monggo. silakan menyimak. (more…)

Mbah Barid, Ahli Bahasa Arab Sepuh dari Solo

 

Kyai Mubarrid (Mbah Barid-Solo)

Kyai Mubarrid (Mbah Barid-Solo)

Mbah Barid, Ahli Bahasa Arab Sepuh dari Solo

Selepas lulus SMA, keinginanku mendalami ilmu keislaman menyadarkanku untuk mempelajari ilmu bahasa Arab, khususnya Nahwu dan Shorof. Meskipun sejak SD aku sudah belajar bahasa Arab sampai lulus SMA, namun aku merasa kemampuanku dalam ilmu bahasa Arab sangat jauh sekali dari yang kuharapkan atau diharapkan ayahku. Berbeda dengan bahasa Inggris yang relatif berkembang pesat. Atas saran orangtuaku (ayah khususnya), aku disuruh belajar kepada mbah Barid. Nama lengkap beliau adalah Muhammad Mubarrid bin Aslam bin Ahmad bin Akram.

Sejak saat itulah aku hampir rutin ba’da subuh setiap hari naik sepeda atau terkadang motor sejauh 3 KM ke rumah mbah Barid belajar kitab Qowa’idul Lughoh karangan Fuad Ni’mat yang tebalnya cukup untuk bantal halaman demi halaman dan berisi huruf arab gundul full. Selama rata-rata kurang lebih 1 – 1,5 jam, paling-paling hanya untuk menjelaskan 3 – 5 baris tulisan saja. Pelajaran pertama yang paling kuingat adalah pengertian tentang Isim (kata benda) dan Fi’il (kata kerja). Begitulah setiap hari aku pelan-pelan belajar mengulang kembali bahasa Arab dari konsep sangat dasar selama berbulan-bulan.

Mbah Barid ketika itu sudah berusia lebih dari 80 tahun. Namun dalam memberikan pelajaran bahasa Arab, beliau masih sangat bersemangat. Seringnya, justru murid-muridnya lah yang kalah semangat meskipun muridnya jauh lebih muda dari beliau.

Pada usia yang sudah se-sepuh (tua) itu, beliau memiliki banyak keistimewaan. Pada usia 80-an tahun, beliau tidak pernah mengenakan kacamata dalam membaca kitab-kitab yang tulisannya sering dicetak kecil, bahkan sampai sekarang. Di usia se-sepuh itu, beliau juga masih sering mengisi pengajian-pengajian, ceramah-ceramah, khotbah-khotbah, serta majelis ta’lim di sekitar kota Solo secara rutin. Pergi kemana-mana keliling Solo, beliau sering bersepeda. Kadang, inilah yang membuatku khawatir karena takut kalau-kalau nantinya kesrempet kendaraan, mengingat usia beliau yang sudah sangat sepuh.Beliau juga pandai dalam bahasa Inggris. Dan Masih banyak keistimewaan-keistimewaan beliau lainnya.

(more…)

Orang Yang Berani Menempeleng Pak Harto

 

Alex Kawilarang

Alex Kawilarang

Orang Yang Berani Menempeleng Pak Harto

Siapa coba orang yang berani menempeleng pak Harto? Kira-kira mungkin hanya orangtuanya barangkali. Hehehehe. Tapi ternyata selain orangtuanya (inipun masih kemungkinan) ada juga orang lain yang menempeleng pak Harto. Alex Kawilarang, demikian nama orang tersebut.

Menurut informasi dari Permesta, kisah penempelengan ini terjadi pada kisaran tahun 1950-an. Alkisah, karena sebagai Panglima Wirabuana (salah satu wilayahnya Makassar), Kawilarang baru saja melapor kepada Presiden Soekarno bahwa keadaan di Makassar sudah aman dari pemberontak RI. Namun Soekarno malah menyodorkan sebuah radiogram yang baru saja diterimanya yang melaporkan bahwa pasukan KNIL Belanda sudah menduduki Makassar. Makassar dapat dikuasai oelh KNIL Belanda karena Brigade Mataram, pasukan yang seharusnya mempertahankan kota Makassar, telah melarikan diri ke lapangan udara Mandai. Komandan Brigade Mataram ini saat itu dijabat oleh Letkol Soeharto. Kawilarang memberi pesan agar pak Harto -ketika itu- menjaga Makassar. (more…)

H.R. Rasuna Said, Laki-Laki atau Perempuan?

H.R. Rasuna Said, Laki-Laki atau Perempuan?

Bagi yang tinggal atau setidaknya pernah di Jakarta pasti mengenal nama Rasuna Said. Bagi masyarakat Jakarta secara umum, Rasuna Said dikenal lebih sebagai daerah atau nama jalan yang dilewati bus Kopaja P-20 kawasan Kuningan-Jakarta Selatan. Sebelum lebih banyak membaca tentang nama Rasuna Said, aku pun mengenalnya tak lebih dari sekedar nama sebuah jalan saja.

Hanya saja, berawal dari pemikiran bahwa nama jalan-jalan protokol di kota-kota di Indonesia yang banyak menggunakan nama tokoh pahlawan nasional, maka aku berusaha mencari informasi lebih dalam tentang Rasuna Said. “Apakah dia pahlawan atau yang lainnya?”

Nah usut punya usut, ternyata Rasuna Said itu perempuan saudara-saudara… Nama lengkapnya Hajjah Rangkayo Rasuna Said. Ia lahir di Maninjau, Agam, Sumatera Barat, 14 September 1910 dan meninggal di Jakarta, 2 November 1965 pada umur 55 tahun. (more…)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 68 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: