“Goyang Dangdut Pekerjaan Halal!”

Goyang Dangdut Pekerjaan Halal!”

Beberapa waktu (mungkin bulan atau tahun_pen) lalu, secara tidak sengaja aku menonton sebuah tayangan acara televisi. Acara gosip. Pada saat itu, acara gosip itu menampilkan rekaman wawancara seorang artis wanita yang cukup (mungkin malah sangat) terkenal di Indonesia, khsusunya di telinga-telinga kaum yang update berita keartisan. Si artis wanita itu terkenal karena pakaiannya yang seronok. Ia seorang penyanyi yang kemudian juga terjun di dunia film yang bergenre horor komedi dewasa. Begitu kata media-media dan salah seorang kawan. Cukup sering ia membuat kontroversi dengan berbagai macam kekontroversiannya.

Wartawan Gosip: “Mbak, bagaimana tanggapan mbak atas pencekalan diri mbak di kota Bebek oleh pemerintah daerahnya?”

Mbak Artis: “Saya nggak habis pikir. Di zaman reformasi seperti sekarang ini, kok masih saja ada pencekalan-pencekalan seperti ini. Saya heran sebenarnya pada orang-orang yang mencekal aksi panggung saya. Seharusnya yang dicekal itu para koruptor-koruptor yang maling harta rakyat itu. Bukan saya. Saya ini khan hanya mencari nafkah dengan menghibur masyarakat agar merasa senang. Pekerjaan saya khan halal. Saya tidak mencuri, mencopet, merampok atau korupsi. Bukankah menghibur orang itu ibadah? Jadi kenapa orang beribadah kok malah dicekal? Tapi terlepas dari itu, terserahlah. Rezeki sudah ada yang mengatur. Saya tidak ambil pusing. (more…)

Derita Orang Pintar di Indonesia

Orang Pintar di Indonesia
Ibuku menasehatiku agar menjadi orang yang bodoh. “Orang pintar hanya jadi cacian dan makian di negeri ini,” keluhnya (more…)

Milad, So What?

Sumber Gambar Silakan Di Klik Saja

Milad, So What?

Mas, nanti makan siang kemana?” ucap salah seorang rekan kerja di kantor.

Pizza Hut atau De Cost ada paket murah lho. Kalau mau pesan online juga bisa saya bantu deh,” tambahnya.

Mendengar ucapan kalimat-kalimat yang terlontar membuatku tersenyum.

Semoga makin bijak, enteng rezeki, enteng jodoh, serta dimudahkan Allah atas semua cita-citanya,” ucap rekan kerjaku yang lain. “Amiin, terima kasih,” jawabku.

Makan-makan paling seberapa duit sih, nggak bikin habis tabungan kok. Kalau bilang nggak punya duit, bohong banget deh. Secara, tanggal 25 pas gajian gitu…,” timpal kawan kerjaku lainnya menyindir. Lagi-lagi aku hanya tersenyum saja.

Hanya tinggal keikhlasan dan kesadaran saja,” pungkas rekan kerjaku yang lain.

Hahahahaha…. terima kasih atas doa-doanya, tapi saya tidak bisa mentraktir makan kalian,” ucapku merespon sindiran-sindiran kawanku serta ucapan selamat ulang tahun dan doa-doa yang mereka sampaikan. Aku tetap bersikeras enggan untuk mentraktir mereka makan-makan. Aku sudah siap jika barangkali disebut pelit, uthil, mbethithil, atau kikir sekalipun. Tapi aku berharap semoga saja tidak demikian. (more…)

SEA GAMES Adalah Ajang Persahabatan Bukan Arena Politik dan Perang

SEA GAMES Adalah Ajang Persahabatan Bukan Arena Politik dan Perang

Saat aku menuliskan posting ini, hanya berselang beberapa jam menjelang laga final cabang sepakbola dalam even Sea Games. Final sepakbola kali ini mempertemukan Indonesia vs Malaysia. Muncullah euforia massa khususnya di kalangan masyarakat Indonesia yang luar biasa baik di dunia nyata dan dunia maya. Sebagai misal, aku membaca di beberapa media online Indonesia dihiasi komentar-komentar ‘kasar’ dari sebagian oknum pembaca Indonesia. Komentar-komentar mereka nampak dari materi umpatan, serapah, dan paling kecil adalah plesetan-plesetan nama negara seperti Malaysia menjadi Malingsial, Malingsia, mALAYsia, dan sejenisnya. Dalam waktu yang sama pula mereka mengelu-elukan Indonesia dengan simbol Garuda-nya bak agama yang tidak pernah mungkin salah. Sangat disayangkan sebenarnya. (more…)

Tentang Tulang Rusuk

Tentang Tulang Rusuk

Ini artikel atawa kisah ada di arsip lama kompi-ku yang baru saja kutemukan. Aku tidak tahu siapa penulis aslinya dan siapa yang pertama kali menyebarluaskannya. Mumpung inget, ku-share kembali saja barangkali bisa menjadi hiburan sekaligus pelajaran. (more…)

Tak Ada yang Sempurna

Tak Ada yang Sempurna

Ternyata hidup ini khas dan bervariasi pada setiap orang yang mengalaminya. Ada yang sukses, ada yang kurang sukses. Ada yang menjadi baik ada yang lebih suka dibilang buruk oleh sebagian besar masyarakat. Ada yang kaya ada yang harus makan seadanya. Ada yang cepat dalam karirnya ada yang stagnan seumur-umur di tempat yang sama. Ada yang bersyukur, tak sedikit yang kufur. Ada bisa menikmati dunia ada yang selalu disibukkan dengan aktivitas yang habis untuk kegiatannya itu. Intinya, semuanya memiliki jalannya masing-masing. Itulah dunia, sebuah kehidupan yang dari sejak zaman Adam memiliki anak hingga nanti kiamat itu tiba. (more…)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 70 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: