Meluruskan Pemberitaan Menyesatkan Bahwa Penumpang Sukhoi Pesta Minuman Keras Sebelum Kecelakaan

Meluruskan Pemberitaan Menyesatkan Bahwa Penumpang Sukhoi Pesta Minuman Keras Sebelum Kecelakaan 

Bismillahirrahmanirrahim.

Di tengah-tengah suasana duka yang menyelimuti Indonesia dengan adanya kasus kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 yang menabrak Gunung Salak, Rabu lalu (9/5/2012), sebuah media Islam justru melawan arus pemberitaan media mainstream.

Media-media mainstream secara umum menonjolkan sisi humanisme dalam penyajian berita kecelakaan pesawat Sukhoi dengan beraneka macam gaya. Bahkan hampir semua media mainstream mengucapkan belasungkawa atas tragedi kecelekaan tersebut.

Namun sebuah media Islam Arrahmah.com justru berani melawan arus media mainstream. Dengan keberanian berbekal bukti beberapa lembar gambar foto yang terbatas dan belum terverifikasi, Arrahmah.Com menampilkan sebuah headline pemberitaan yang kontroversial. “Sebelum jatuh ada suguhan Sampanye di Pesawat Sukhoi SJ-100 demikian judul berita yang diterbitkan pada hari Ahad, 13/05/2012. (more…)

Mewaspadai Gerakan Sekulerisme, Pluralisme, Liberalisme (Sepilis)

Indonesia Damai Tanpa JIL

Indonesia Damai Tanpa JIL

Mewaspadai Gerakan Sekulerisme, Pluralisme, Liberalisme (Sepilis)

Bismillahirrahmanirrahim

يُرِيدُونَ أَن يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلَّا أَن يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

“Mereka ingin memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci.” (QS. At-Taubah:32)

Pendahuluan

Pernahkah Anda mendengar sebuah ‘fatwa’ yang menyatakan beberapa hal berikut ini:

  1. Bahwa homoseksual adalah kelaziman dan dibuat oleh Tuhan sehingga dengan begitu homosexual diizinkan dan diperbolehkan dalam Islam?

  2. Bahwa menikah beda agama itu boleh?

  3. Bahwa murtad dari Islam itu boleh-boleh saja dan tidak berdosa?

  4. Bahwa semua agama itu sama menuju jalan kebenaran?

  5. Bahwa Al Qur’an adalah kitab saduran yang mengedit keyakinan dari kitab suci Kristen sekte Ebyon?

Kalau Anda pernah mendengar adanya seseorang yang mengatakan hal-hal demikian itu, maka apa kira-kira yang ada dalam pikiran Anda? (more…)

Menangguk Laba Dalam Musibah Gempa

Menangguk Laba Dalam Musibah Gempa (Kasus: Mie Sedap)

Salah satu bentuk risiko yang tak bisa dicegah serta berimplikasi besar adalah musibah. Bisa berwujud gempa, banjir, bah, tsunami, dan lain-lain. Menghadapi bentuk risiko murni fisik seperti itu umumnya banyak pihak yang merugi. Hampir seluruh orang berkemungkinan besar akan mengalami penurunan pendapatan jika terjadi hal-hal demikian. Namun jika ada seorang yang jeli melihat suatu peristiwa dan bisa mentransformasikannya ke dalam suatu nilai tambah maka bisa dipastikan besar kemungkinannya ia akan menjadi pemenang.

Saya ada sedikit cerita tentang keberhasilan produk Mie Sedaap dalam merebut pasar mie instan di kawasan Padang dan sekitarnya. (more…)

Perubahan Sederhana Berimplikasi Luas (Studi Kasus: ATM)

Perubahan Sederhana Berimplikasi Luas (Studi Kasus: ATM)

Anda tahu ATM khan? Pernah bertransaksi melalui ATM khan? Dari beberapa orang rekan kerja di kantor, ternyata ada dulu banyak orang yang sering kelupaan mencabut kartu ATM dari mesin ATM saat melakukan penarikan tunai. Bahkan sebagian orang masih sering kelupaan sampai sekarang.

Dulu beberapa tahun sebelumnya, kebanyakan mesin ATM -setahuku- menggunakan prosedur dengan mendahulukan keluarnya Uang Tunai dari mesin terlebih dahulu daripada keluarnya Kartu. Selama menggunakan prosedur seperti itu, ternyata sering ditemui kasus-kasus tertinggalnya Kartu ATM di mesin ATM. Orang cenderung lupa mencabut Kartu setelah mereka mengambil uang tunai dari mesin ATM.

Kasus tertinggalnya Kartu ATM tersebut bisa dirasakan sedikit wajar mengingat umumnya orang yang datang bertransaksi di ATM motivasinya adalah melakukan Penarikan (Uang) Tunai. Dengan motivasi umum untuk menarik Uang Tunai, maka secara psikologis orang cenderung lupa akan hal-hal lainnya jika dia telah mendapatkan tujuannya. Setelah uang berada di tangan, maka ia merasa lupa kalau seharusnya ia masih harus mengambil Kartu ATM-nya. (more…)

Milad, So What?

Sumber Gambar Silakan Di Klik Saja

Milad, So What?

Mas, nanti makan siang kemana?” ucap salah seorang rekan kerja di kantor.

Pizza Hut atau De Cost ada paket murah lho. Kalau mau pesan online juga bisa saya bantu deh,” tambahnya.

Mendengar ucapan kalimat-kalimat yang terlontar membuatku tersenyum.

Semoga makin bijak, enteng rezeki, enteng jodoh, serta dimudahkan Allah atas semua cita-citanya,” ucap rekan kerjaku yang lain. “Amiin, terima kasih,” jawabku.

Makan-makan paling seberapa duit sih, nggak bikin habis tabungan kok. Kalau bilang nggak punya duit, bohong banget deh. Secara, tanggal 25 pas gajian gitu…,” timpal kawan kerjaku lainnya menyindir. Lagi-lagi aku hanya tersenyum saja.

Hanya tinggal keikhlasan dan kesadaran saja,” pungkas rekan kerjaku yang lain.

Hahahahaha…. terima kasih atas doa-doanya, tapi saya tidak bisa mentraktir makan kalian,” ucapku merespon sindiran-sindiran kawanku serta ucapan selamat ulang tahun dan doa-doa yang mereka sampaikan. Aku tetap bersikeras enggan untuk mentraktir mereka makan-makan. Aku sudah siap jika barangkali disebut pelit, uthil, mbethithil, atau kikir sekalipun. Tapi aku berharap semoga saja tidak demikian. (more…)

Kantor Tata Usaha Pikiran Rakyat

Kantor Tata Usaha Pikiran Rakyat - Bandung

Kantor Tata Usaha Pikiran Rakyat - Bandung

Kantor Tata Usaha Pikiran Rakyat

Sejarah harian Pikiran Rakyat berawal pada kisaran bulan Januari 1966 di Bandung. Sejumlah wartawan kota Kembang harus kehilangan pekerjaan karena surat kabar N.V. bernama Pikiran Rakyat tempat mereka bekerja harus berhenti terbit. Koran yang pertama kali terbit pada 30 Mei 1950 itu harus berhenti terbit karena terlambat memenuhi ketentuan peraturan pada saat itu yang mengharuskan setiap surat kabar untuk berafiliasi dengan salah satu kekuatan politik atau memilih bergabung dengan koran yang ditentukan oleh Departemen Penerangan. Sebuah regulasi yang aneh memang jika dilihat pada masa ini. Namun hal itu menjadi sebuah kebijakan umum pada konteks saat itu yang. (more…)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 69 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: