Orang Pintar di Indonesia
Ibuku menasehatiku agar menjadi orang yang bodoh. “Orang pintar hanya jadi cacian dan makian di negeri ini,” keluhnya
“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”
Filed under: Fiksi, Renungan Ditandai: | Ahmed Fikreatif, Blog, Blogger, Derita Anak Jalanan, Derita Orang Pintar di Indonesia, Diterima Kerja, Fiksi, Fiksi Mini, Fiksimini, Titin









Yang dicaci-caci itu kalau pintarnya “pintar” korupsi, pintar mengambil hak rakyat banyak untuk kepentingan pribadi serta anak, istri, adik, dll anggota kelauraga dekatnya.
Salam,
Mochammad
http://mochammad4s.wordpress.com
http://piguranyapakuban.deviantart.com
jelas tidak semua orang pintar lah yg dicaci-maki.
tapi nasihat ibu itu ibarat perintah, namun yg diatas itu jelas ada makna yg lebih dalam dari sekedar redaksionalnya.
semua juga pintar, pintas mengelabui, pinatr menipu apalagi korupsi
salam kenal
umaee
tp jngn jd orang bodoh yg membodohi orang lain yow..
Yang benar adalah “orang jujur” yang selalu dimaki.
lebih baik menjadi orang yg biasa saja di dunia,,, tapi luar biasa di akhirat…..!!!
mending jadi orang cerdas dibanding jadi orang pintar,,,