Kethek Menek


Kethek Menek

Permainan ini dinamakan Kethek Menek mungkin karena dalam permainan ini, peserta yang dikejar oleh si penjaga harus naik (JW: menek) di pohon atau tiang seperti kethek alias kera yang sedang manjat pohon.

Permainan Kethek Menek ini biasanya dimainkan oleh banyak anak. Semakin banyak anak akan lebih seru. Seperti biasa, pemilihan si penjaga yang bertugas mengejar nantinya ditentukan melalui undian hompimpa dan pingsut.

Selanjutnya jika sudah terpilih siapa yang menjadi penjaga atau pengejar alias sing dadi, maka permainan ini sudah siap dimainkan. Pengejar berkewajiban mengejar teman-temannya sampai ketangkap untuk menggantikannya jadi pengejar. Sementara anak-anak yang dikejar harus berusaha menghindari diri dari kejaran si pengejar dengan berlari dan menghindari penangkapan dari si pengejar. Sebagai tempat safety buffer atau tempat yang aman bebas dari kejaran, maka peserta yang dikejar bisa memanjat tiang, pohon, pagar, atau benda-benda lain yang tidak berada di permukaan tanah / lantai. Peserta yang cerdik bisa menghindari kejaran dengan membawa batu untuk kemudian dinaikinya sehingga posisinya lebih tinggi dari permukaan tanah. Tetapi cara terakhir ini sering tidak disetujui oleh peserta permainan dan dianggap curang.

Kalau yang dikejar sudah naik pohon/tiang/dll, dia sudah punya kekebalan sehingga tidak boleh ditunggu dibawah pohon. Pengejar harus mencari teman lainnya yang tidak naik pohon. Tidak boleh berlama-lama ada di atas pohon dan harus segera turun ketika pengejarnya sudah pergi.

Permainan ini akan berakhir jika anak-anak sudah diminta pulang oleh orangtua untuk mandi, atau karena harus segera berangkat ke musholla atau masjid atau surau untuk belajar mengaji, atau jika sudah surup menjelang maghrib.

Begitulah kira-kira permainan kethek menek di kampungku dulu dimainkan (jika salah mohon koreksinya..). Biasanya dimainkan di kebun-kebun kosong yang luas dan teduh di bawah pepohonan besar. Kira-kira, apakah permainan kethek menek ini masih eksis sampai sekarang ya bro/sist?

Sepertinya, dengan bergesernya waktu dan perkembangan jaman yang serba canggih dan instan saat ini sepertinya telah membuat permainan-permainan sederhana penuh energy dan ketangkasan ini tersingkir jauh. Semoga permainan-permainan seperti ini masih terus eksis di era IT ini.

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

About these ads

4 Tanggapan

  1. wew, baru tau ada mainan kaya gini mas.. :D

    • @Mabruri: Wadhu, g gaul kau Brur :D
      hehehehe

  2. huahaha..menek opo kethek kuwi? wkwk

    sempatkan juga mengunjungi website kami di http://www.hajarabis.com
    sukses selalu!!

    • @HajarAbis: Kethek Menek

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 90 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: