Matematika & Keadilan Dalam Hukum (di Indonesia)


Matematika & Keadilan Dalam Hukum (di Indonesia)

Beberapa waktu lalu, aku membaca Tempointeraktif. Dikabarkan bahwa seorang petugas satuan pengamanan (satpam) di PT Eagle Farma Caplang, Jatiuwung, Kota Tangerang bernama Lili Kurniawan, 31 tahun, diancam hukuman lima tahun penjara. Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tangerang, jaksa penuntut umum menyatakan terdakwa mencuri pipa besi berukuran 20 dan 50 sentimeter senilai Rp 100 ribu sehingga diancam penjara 5 tahun. Terdakwa terancam pasal 362 KUHP tentang pencurian sehingga diancam hukuman lima tahun penjara.

Masih ingat dengan kisah nenek Minah yang dianggap mencuri tiga biji bibit kakao? Si nenek Minah (55 tahun), warga Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Banyumas dijatuhi vonis penjara satu bulan 15 hari oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Purwokerto.

Dalam pasal 362 KUHP disebutkan bahwa “Barang siapa yang mengambil suatu barang, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk memilikinya secara melawan hukum diancam karena pencurian dengan pidana penjara maksimum lima tahun.”

Pada saat yang bersamaan, aku membaca Hukumonline yang memberitakan bahwa Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menghukum mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan menjatuhkan pidana kepada terdakwa selama tiga tahun tiga bulan dan denda Rp100 juta subsidair tiga bulan kurungan karena terdakwa dinyatakan bersalah melakukan korupsi dengan cara menyalahgunakan kewenangannya selaku Sekjen yang mengarahkan agar PT Kimia Farma Trading Distribution ditetapkan sebagai rekanan. Si mantan Sekjen Kemenkes itu terbukti melanggar Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP dan terbukti korupsi sehingga merugikan negara sebesar Rp9,4 miliar.

Kasus lain, besan Presiden SBY yang merupakan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Aulia Pohan divonis empat tahun enam bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi dalam kasus korupsi penyelewengan dana Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) sebesar Rp. 100 miliar pada tahun 2003.

Kesimpulan:

Kasus

Pelaku Nilai

Pidana

Pencurian Lili Kurniawan – Satpam Rp. 100 ribu Didakwa Jaksa 5 tahun penjara
Pencurian Nenek Minah – Rakyat 3 biji kakao (±senilai Rp. 100 ribu) Penjara 1 bulan 15 hari
Korupsi Sekjen Kemenkes Rp. 100 juta Penjara 3 tahun 3 bulan
Korupsi Aulia Pohan – Deputi BI (Besan Presiden) Rp. 100 miliar Penjara 4 tahun 6 bulan

Menurut anda, adilkah hukuman yang dijatuhkan kepada Sekjen Kemenkes dan Aulia Pohan jika dilihat dari hitung-hitungan ilmu matematika?

Berpijak pada kasus pencurian nenek Minah senilai Rp. 100 ribu yang divonis hakim dengan penjara selama 45 hari, maka menurut hitung-hitungan Matematika hukuman sehari penjara equivalent dengan pencurian sebesar Rp. 2.222,22. Anggap saja Rp. 2.200,-.

Jika memang seseorang yang mencuri uang atau barang senilai Rp. 2.200,- hukumannya satu hari penjara, maka seharusnya hukuman untuk Sekjen Kemenkes adalah penjara selama 124,53 tahun dan hukuman untuk Aulia Pohan yang korupsi 100 miliar adalah penjara selama 124.533 tahun. Kalau tidak percaya silakan hitung sendiri!

Dari sini saja hitung-hitungan matematika keadilan hukum di Indonesia ini sudah terlihat sekali ketidakadilannya. Kalau seperti ini model hukumannya sih, sepertinya akan lebih banyak orang belajar mencuri, dan akan lebih banyak pencuri akan belajar jadi koruptor. Na’udzubillahi min dzalik. Semoga tidak demikian.

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

10 Tanggapan

  1. Hmmm.. perlu diunjukan pada para penegak hukum tu, agar beliau” itu lebih teliti lagi dalam berhitung.

    • @Ida Raihan: sudah. di FB tulisan ini sudah ku-Tag ke kawan2 yg jd penegak hukum :D

  2. hakim memang ga pandai berhitung matematika bro :mrgreen:

    • @Rio: hahahahaha
      dalam kasus ini tidak hanya hakim
      tp juga jaksa lho :d

  3. haaaahh???
    ahli matematika perlu diikutsertakan dalam urusan hukum2an ni sekarang…

    • @Mabruri: gak usah. nanti sy takutnya si ahli matematika malah justru diajari ngitung matematika ala penegak hukum
      bisa bahaya ntar

      nanti 5 + 6 bukan 11 hasilnya tapi cuman 7 :D

      • hahaha…. ya itu brarti tergantung bagaimana cara mempengaruhinya itu mas…..

      • @Mabruri: nah mk itu, sy takutnya ahli matematika yg terpengaruh :-s

  4. Sayangnya hakim sepertinya enggak pinter matematika.. :)

    • @GIe: Wkwkwwkwkwkwkwk
      di FH memang g diajari Matematika kok om
      *sy alumni FH :D

      dan raat2 org masuk FH krn g suka Matematika :D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 95 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: