Berani Jujur dan Bersyukur

Berani Jujur dan Bersyukur

Sudah bukan rahasia lagi jika banyak anggota DPR dari tingkat daerah sampai pusat sekalipun yang terlibat korupsi dan sering berkata dusta. Sudah terlampau banyak pula para pejabat pemerintahan dan BUMN yang dipidana sebagai koruptor dan melakukan tindakan-tindakan tidak jujur dan tidak amanah. Bahkan ketidakjujuran orang-orang ‘yang di atas’ itu sudah menulari orang-orang yang dibawahnya. Ratusan siswa yang tidak lulus UAN dalam pengumuman kelulusan tempo hari banyak yang mensinyalir karena sebagian mereka telah mencoba tidak jujur dengan menerima jawaban kunci yang menyesatkan. Dan beberapa bulan silam, kita juga menyaksikan ‘curhat’ presiden RI di depan para tentara yang mengungkapkan bahwa dirinya tidak naik gaji selama beberapa tahun.

Tak perlu juga mencari contoh jauh-jauh. Dalam diri kita, sering kita selalu saja merasa kurang akan sesuatu yang telah kita terima. Dalam urusan pekerjaan misalnya, gaji yang sebenarnya cukup untuk kehidupan yang sederhana selalu saja kita keluhkan sehingga tak jarang diantara kita yang harus bertindak tidak jujur hanya demi menambah pundi-pundi harta tak seberapa berlumur dosa yang berujung neraka. Na’udzubillahi min dzalik.

Jangan sampai kita kalah dengan Supir Bus di bawah ini. Ia berpesan pada dirinya dan mengajak orang-orang disekitarnya untuk Berani Jujur dan Selalu Bersyukur. Sebuah ajakan klise memang, namun patut kita acungi jempol. Apa anda tidak malu dengan Supir Bus kota yang berani berikrar jujur? Apa kita yang mungkin memiliki taraf pendidikan lebih tinggi dari Supir Bus Kota itu tidak malu jika kita masih saja bekerja dengan ketidakjujuran dan selalu saja enggan berkawan dengan kesyukuran? Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 91 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: