J.Co Donuts & Coffee Insya Allah (Sudah) Halal
Ahad malam (1 Mei 2011), ceritanya aku diajakin ketemuan bareng salah seorang sobatku di Jakarta yang enggan disebutkan namanya di sini. Sebutlah namanya Sutrisno (nama samaran). Setelah janjian ketemu di daerah Kwitang, kami awalnya menuju ke kawasan Cikini. Di Cikini, tepatnya di depan Menteng Huis, ada sebuah kedai kopi langganan Sutrisno. Namanya Bakoel Kopi. Beberapa kali aku diajak Sutrisno ke situ.
Namun sesampainya di depan kedai Bakoel Kopi, Sutrisno mengubah niatnya. Secara tiba-tiba, ia kepikiran memilih J.CO Donut & Coffee yang berada di dekat taman Menteng. Segera saja, ia tancap gas kembali menuju sana.
Sutrisno memesan pesanannya, sementara aku memesan Hot Cappuccino. Sambil menunggu pesanan tiba, aku mengirim pesan singkat ke kawanku, sebutlah namanya Ersa. Intinya aku menginformasikan sedang di J.Co Donuts & Coffee bareng Sutrisno. Beberapa menit kemudian Ersa membalas sms ku. “Apa yakin sudah tersertifikasi Halal MUI?” tulisnya dalam sms.
Dengan perasaan bingung bercampur ragu, aku menjawab, “Moga-moga saja halal.”
Ketika pesanan kami datang, aku mencoba melihat-lihat kemasan yang ada. Hasilnya aku tidak menemukan satupun ada label Halal MUI. Aku mulai bertambah ragu apakah makanan dan minuman di sini bisa dijamin kehalalannya. Dengan membaca bismillah dengan mantap, aku beranikan untuk meminum Cappuccino di depanku.
Sepulang dari J.Co Donuts & Coffee, aku jujur masih merasa ragu dengan kehalalan produk-produk J.Co Donuts & Coffee. Aku segera mencoba mencari informasi di internet malam itu juga. Sayangnya, karena rasa kantuk aku belum berhasil menemukan informasi tentang kehalalan produk-produk J.Co Donuts & Coffee.
Baru di keesokan harinya lah, dengan pikiran yang lebih fresh aku mencari informasi seputar kehalalan produk-produk J.Co Donuts & Coffee. Ternyata bukan aku saja yang merasa penasaran dan ragu. Ada banyak orang yang mempertanyakan kehalalan J.Co Donuts & Coffee. Alhamdulillah.
Setelah googling kesana kemari, aku memperoleh sebuah informasi awalan yang cukup penting tentang kehalalan produk-produk J.Co Donuts & Coffee di blog mas/mbak Rozzwin. Mas/mbak Rozzwin singkatnya menyatakan bahwa J.Co Donuts insya Allah halal karena di Malaysia produk ini sudah memperoleh sertifikasi halal dari MUI-nya Malaysia. Bahkan sebagai penguat buktinya, mas/mbak Rozzwin melampirkan file kopi sertifikatnya. Namun sayangnya, sertfikat itu pun sudah kadaluarsa dan harus segera diperbaharui.
Langkah berikutnya, aku segera menuju web HalalMui.org. Baru di web inilah aku berhasil memperoleh kepastian tentang kehalalan produk-produk J.Co Donuts & Coffee yang telah lolos sertifikasi Halal MUI Indonesia. Melalui list daftar produk-produk yang telah lolos sertifikasi Halal MUI per Maret 2011, aku mengetahui bahwa produk-produk J.Co Donuts & Coffee sudah lolos sertfikasi halal MUI. Silakan mendownloadnya jika ingin lebih memastikannya. Klik di sini. Ada ribuan produk beraneka macam.
Alhamdulillahirabbil a’lamin. Kabar baik ini pun segera kusampaikan dan kuinformasikan kepada Sutrisno dan Ersa melalui sms. Dan untuk seluruh masyarakat di Indonesia yang barangkali belum tahu, maka aku mencoba menginformasikannya melalui blog ini.
Salam.
“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”
Filed under: Artikel Ringan, Diary Ditandai: | Ahmed Fikreatif, Diary, Halal J.Co, Halal MUI, J.Co, J.Co Donuts & Coffee, Jakarta, Kehalalan J.Co, Kehalalan J.Co Donuts & Coffee, Sertifikasi Halal













kalau bread talks setahuku juga sudah halal… salah yah?
@R10: sempet sy cari2 juga informasi kehalalan breadtalk sampai skrg belum nemu mas..
jd sy srankan lbh berhati2..
apalagi konon roti itu banyak mengandung komposisi rum nya…
jd, mungkin mas bs lbh berhati2…
ya informasi ini sebenernya penting, tapi tdk terlalu di anggap penting (misal dengan menaruk sertifikat halal di tiap counter Jco) oleh pengelola Jco.
Selling point nya jadi turun mungkin ??
@Lady cemplux: pasti ini penggemar rubrik Ah tenane di koran Solopos ya>
bisa turun jika mereka meremehkan hal itu.
apalagi, sasaran pasar mereka rata2 adl negar2 muslim
saya juga termasuk orang yg ragu dengan kehalalan produk J.Co dll tapi setelah baca2 di blog anda alhamdulillah keraguan itu sudah tidak ada lg, makasih gan..
saya share game yg bgs jg nih..
join di hon idgsjoin di aion idgs
join di o2jam idgs
join di gta idgs
forum khusus gamers
Alhamdulillah
hehehe
*pecinta j.co
bread talk juga halal ga, mas? soalnya banyak berita beredar yg bilang kalo bread talk ga halal
@Jasmine: sy smpai hr ini belum dpt informasi tentang kehalalan breadtalk.
hati2 saja deh…
konon banyak rum nya
itu yang sudah disertifikasi halal oleh MUI baru tepung nya.. apakah kira-kira bahan lainnya juga sudah halal?
wallahu’alam
Mas..masuk kategori apa ?? koq saya cari kategori resto nggak ada ? masih ragu nih !
Kalo gak salah pemilik JCo & bread Talk adalah orang yang sama. Dia susah banget untuk mendaftarkan produknya supaya bisa mendapatkan produk halal. Gak ngerti kenapa.
JCo & Bread talk pernah dapet sertifikat halal dari MUI tapi gak diperpanjang lagi begitu habis masa berlakunya…
Kalo sekarang sertifikat halalnya sudah diperpanjang lagi ya alhamdulillah. Pemiliknya sudah sadar pentingnya sertifikat itu….
di list halal MUI yang saya lihat baru minyaknya saja “Dunkin’ Donuts/ J.Co/KFC Special Frying Fat”..tapi produk2nya belum masuk di list produk halal MUI per september 2011
Menurut saya J.CO pasti mendengar grasak-grusuk kita di blog ini,
sebagai orang muslim dan mayoritas masyarakat Indonesia adalah
beragama islam, hal ini merupakan isu positif yang bisa teridentifikasi oleh J.CO dengan bereaksi cepat dan tepat, terutama PR sangatlah berperan disituasi seperti ini. Hal ini bisa dijadikan momentum baik untuk lebih meningkatkan citra J.CO yang telah sangat baik sampai saat ini, yaitu momen yang baik untuk lebih menekankan bahwa produk J.CO adalah halal dan mendapat setifikat halal MUI, yakni harus berkaca dari pengalaman BreadTalk akan Isu kehalalannya yang direspon dan berdampak positif bagi penjualan dan citra BreadTalk. Dan blog ini sangat inspiratif dan mengajarkan kita semua para consumer untuk lebih cerdas dan kritis akan menilai suatu kebenaran isu-isu yang beredar di tengah masyarakat. Dan bagi J.CO hal ini bisa menjadi sebuah masukan untuk menempelkan sertifikat halal diproduknya ataupun digerainya. Secara personal saya pencinta produk J.CO yakin bahwa produk J.CO halal kok
Udah cek di daftar halal September 2011. Tetep aja, J.Co ama Bread Talk belum masuk. Klo emang semua menu halal, tentunya masuk kategori resto, seperti Dunkin Donuts, Pizza Hut, KFC, ama McD.
J.Co yang halal mentega nya. Bread Talk malah cuman tepung nya. Padahal komponen pembuatan roti itu banyak banget.
Soal J.Co ama Bread Talk udah halal di Malaysia, itu kan di Malaysia. Kita kan kaga tau bahan baku J.Co en Bread Talk yang Malaysia dan di Indonesia. Apakah sama persis ?
So, sampai tertempel sertifikat HALAL di resto nya, mending ane kaga deket-deket situ dah….
Wallahu’alam.
saya juga udah pelototin list yang maret & september gak nemu tuh di kolom restoran klo JCO sudah halal…
idem sama “Luwak si Kopi” n “Ummu Ghaida”, dikantor nih sering banget bagi2 j.Co tapi selalu ane tolak soale blm jelas produk nya (padahal yang bagi2 org muslim jg).. di list halal MUI november-des 2011(http://www.halalmui.org/images/stories/pdf/daftarproduk/daftar%20produk%20halal%20nov%202011.pdf) jg masih blm ada… buhbye j.Co …
alhamdulillah…berarti temen2 udah care ama halal haram sbh pruduct. skaligus ini sbg peringatan bg pengusaha2 kuliner u/ lbh care lagi ama msyrk muslim. sbb kalo tidak….selamat tinggal buat kuliner subhat (meragukan) apalagi yang haram.
info: jangan dekati dulu Bread Talk sbb temen ane sthn yll kerja disitu
& ksh saran jgn dl makan itu sbb msh campur ama bhn2 yg
tidak jelas & sertifikat MUI yg dl udah dicabut…emm btl2 egois
maaf saya baru saja hari ini (29 Des 2011) telpon ke seorang teman yang bekerja sebagai timm Audit makanan halal MUI, beliau mengatakan bahwa JCO belum halal.
wah, yg bner mas, musti di up nih komen ente
update lg gan kalo ada brita trbaru tntang kehalalan makanan dr tmen ente tuh
gw baru aja dpt email dari infohalal.org bahwa J.CO Donuts Blm halal… ingat BELUM HALAL.. harap di sebar ke teman yg lain
yah memang banyak produk roti dan bakery yang menjadi fav.muslimin belum jelas kehalalannya,contoh aja bread story yg baru masuk juga gak ada logo halal mui jg,makanya gw bingung ini roti ko wangi&empuk jngn2 ada additive yg haram /syubhat keikut ya!!
WASPADALAH….WASPADALAH!
Maaf Mas, td baru aja sy confirm k orang MUI, Orangny menjelaskan bahwa suatu merk mungkin saja tidak semua produknya halal(tergantung produk apa aja yang merk tersebut daftarkan untuk mendapatkan sertifikat halal), untuk J.co, hanya tepungnya saja yang baru halal, CMIIW
kan linknya jelas, yg halal bukan J.Co nya. Maksud link tsb : merk dari Frymasta (sejenis minyak goreng) dan Shortening (lemak untuk melembutkan roti) telah sertifikasi MUI. dan JCo pakai 2 produk tsb. CMIWW
berarti, dengan ini dapat dinyatakan bahwa J.Co belum mendapat sertifikasi halal untuk produknya ya? hmmm… sayang, padahal J.Co ini perusahaan besar dan pangsa pasarnya luas di Indonesia. Semoga J.Co segera berusaha maksimal untuk mengganti bahan-bahannya dengan produk yang halal, dan tentu saja mendapatkan sertifikasi halal dari LPPOM MUI agar konsumen muslim aman dan thoyyib..
ni yang punya blog mestinya update judul artikel ini kalo emang J-Co udah halal.. *dohh gw suka bgt J-Co
Maaf, JCo memang belum halal, Bread Talk sertifikat halal-nya dicabut pd tahun 2007, pun demikian Roti Boy, harvest, cheese cake factory, silahkan follow twitter @halalcorner
Maaf sebelumnya,
Yang punya blog payah banget. Awalnya saya yakin-yakin saja dengan yang anda tulis hingga akhirnya saya penasaran.
Setelah saya buka link yang anda kasih plus membaca produk halal per Januari 2012, tidak ada J.Co dalam produk halal kategori restoran.
Saya jadi bingung dengan apa yang anda informasikan bahwa anda telah mengcross check dengan membaca daftar produk halal bahkan melampirkan link halalmui.org sebagai penguat tulisan anda.
Tulisan anda cukup menyesatkan bagi pembaca yang tidak kritis alias tidak membuka link yang anda lampirkan.
Mohon kepada pemilik blog ini untuk merubah judul maupun isi dari artikel ini karena cukup menyesatkan atau tidak memberikan informasi yang sebenarnya.
Terima Kasih.