Siapa Mau Pasang Iklan Murah?

Pasang Iklan Murah

Banyak dari kita mungkin meremehkan keberadaan media. Padahal, ada sebuah hipotesa bahwa media memiliki dampak yang lebih luas dari yang kita duga.

Sebuah profesi yang menarik kalangan remaja, artis, juga merupakan produk dari media. Tanpa media, artis tak pernah memiliki nama besar, bahkan mungkin tak pernah ada.

Demikian juga iklan. Mereka tidak mungkin ada tanpa kehadiran media.

Michael Jackson merupakan salah satu artis yang sangat terkenal namanya. Salah satu yang membuat namanya terkenal adalah konser amal yang sering ia lakukan. Dan dipercaya bahwa Jackson merupakan artis pertama yang menggelar konser amal. Salah satu proyek amal Jackson adalah konser untuk masyarakat miskin di Afrika. Sekarang jika kita runut, apakah ada hubungan antara Jackson, konser amal dan orang miskin di Afrika dengan media. Tentu ada. Jackson adalah artis. Artis ada karena media. Konser amal dihadiri banyak orang kaya karena publikasi di media.

Anda tahu seorang pengusaha sukses asal Grobagan-Jawa Tengah yang sukses di Jepang dengan bisnis Tempe-nya? Rustono namanya. Baca kisahnya di Kompas. Dalam sebuah tayangan acara di sebuah televisi swasta, dia menuturkan bahwa awal mula produksi tempenya bisa masuk ke restoran-restoran, hotel-hotel dan pasar Jepang yang luas karena ada seorang wartawan yang menulis profil usahanya melalui media. Perlahan tapi pasti, usahanya pun berkembang dan maju dari media. (more…)

Sholat di Kereta Sambil Duduk

Sholat di Kereta Sambil Duduk

“Dimana saja kamu mendapatkan waktu shalat maka shalatlah.” (HR. Bukhori).

Seorang penumpang kereta Senja Utama perjalanan hari Selasa, tanggal 15 Februari 2011, kulihat tengah Sholat Maghrib – Isya (dijamak) dengan duduk. Berikut video hasil rekamanku.

وَعَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ -رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا- قَالَ : ( قَالَ لِيَ اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم صَلِّ قَائِمًا فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَاعِدًا فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَعَلَى جَنْبٍ ) رَوَاهُ اَلْبُخَارِيُّ

Dari Imran Ibnu Hushoin Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Sholatlah dengan berdiri jika tidak mampu maka dengan duduk jika tidak mampu maka dengan berbaring dan jika tidak mampu juga maka dengan isyarat.” Diriwayatkan oleh Bukhari. (more…)

Sholat di Kereta Sambil Berdiri

Sholat di Kereta Sambil Berdiri

“Dimana saja kamu mendapatkan waktu shalat maka shalatlah.” (HR. Bukhori).

Seorang penumpang kereta Senja Utama perjalanan hari Selasa, tanggal 15 Februari 2011, kulihat tengah Sholat Maghrib – Isya (dijamak) dengan berdiri. Umumnya para penumpang, jika hendak sholat di dalam perjalanan naik kereta biasanya memilih duduk. Namun untuk penumpang yang satu ini beda. Dia tetap mengusahakan untuk berdiri. Berikut video hasil rekamanku.

(more…)

Mbah Barid, Ahli Bahasa Arab Sepuh dari Solo

 

Kyai Mubarrid (Mbah Barid-Solo)

Kyai Mubarrid (Mbah Barid-Solo)

Mbah Barid, Ahli Bahasa Arab Sepuh dari Solo

Selepas lulus SMA, keinginanku mendalami ilmu keislaman menyadarkanku untuk mempelajari ilmu bahasa Arab, khususnya Nahwu dan Shorof. Meskipun sejak SD aku sudah belajar bahasa Arab sampai lulus SMA, namun aku merasa kemampuanku dalam ilmu bahasa Arab sangat jauh sekali dari yang kuharapkan atau diharapkan ayahku. Berbeda dengan bahasa Inggris yang relatif berkembang pesat. Atas saran orangtuaku (ayah khususnya), aku disuruh belajar kepada mbah Barid. Nama lengkap beliau adalah Muhammad Mubarrid bin Aslam bin Ahmad bin Akram.

Sejak saat itulah aku hampir rutin ba’da subuh setiap hari naik sepeda atau terkadang motor sejauh 3 KM ke rumah mbah Barid belajar kitab Qowa’idul Lughoh karangan Fuad Ni’mat yang tebalnya cukup untuk bantal halaman demi halaman dan berisi huruf arab gundul full. Selama rata-rata kurang lebih 1 – 1,5 jam, paling-paling hanya untuk menjelaskan 3 – 5 baris tulisan saja. Pelajaran pertama yang paling kuingat adalah pengertian tentang Isim (kata benda) dan Fi’il (kata kerja). Begitulah setiap hari aku pelan-pelan belajar mengulang kembali bahasa Arab dari konsep sangat dasar selama berbulan-bulan.

Mbah Barid ketika itu sudah berusia lebih dari 80 tahun. Namun dalam memberikan pelajaran bahasa Arab, beliau masih sangat bersemangat. Seringnya, justru murid-muridnya lah yang kalah semangat meskipun muridnya jauh lebih muda dari beliau.

Pada usia yang sudah se-sepuh (tua) itu, beliau memiliki banyak keistimewaan. Pada usia 80-an tahun, beliau tidak pernah mengenakan kacamata dalam membaca kitab-kitab yang tulisannya sering dicetak kecil, bahkan sampai sekarang. Di usia se-sepuh itu, beliau juga masih sering mengisi pengajian-pengajian, ceramah-ceramah, khotbah-khotbah, serta majelis ta’lim di sekitar kota Solo secara rutin. Pergi kemana-mana keliling Solo, beliau sering bersepeda. Kadang, inilah yang membuatku khawatir karena takut kalau-kalau nantinya kesrempet kendaraan, mengingat usia beliau yang sudah sangat sepuh.Beliau juga pandai dalam bahasa Inggris. Dan Masih banyak keistimewaan-keistimewaan beliau lainnya.

(more…)

Ada ‘Gayus’ di Iklan Terbaru Djarum 76 ?

Ada ‘Gayus’ di Iklan Terbaru Djarum 76 ?

Bukan iklan rokok kalau nggak kreatif. Begitupula dengan iklan kreatif rokok Djarum 76 di atas. Tak hanya kreatif, iklan Djarum 76 itu juga secara tersirat mengkritik keras praktik-praktik Korupsi, Suap, Sogok, dan budaya KKN lainnya di instansi-instansi pemerintahan namun dengan cara yang kocak, lucu, dan unik. Apalagi iklan itu menampilkan sosok ‘Gayus’.

Iklan yang mempopulerkan jargon ‘Yang penting Hepi…’ itu diawali dengan adanya seorang warga yang datang mengurus admnistrasi di kantor instansi (Pajak, karena ada sosok mirip Gayus-nya). Seorang warga itu selanjutnya digambarkan tengah menghadap petugas mirip Gayus. Dengan kode dan isyarat jari, sosok mirip Gayus itu pun digambarkan meminta uang sogokan atau pungli (pungutan liar). Melihat tindakan sosok mirip Gayus itu, si warga pun mengumpat, “ CUK, DASAR RAMPOK!!” umpatnya dengan muka diliputi ekspresi geram.

Si warga kemudian berjalan keluar meninggalkan kantor. Saat berjalan, ia kemudian tersandung Poci. Tak dinyana poci itu berisi Jin Jawa yang siap mengabulkan SATU permintaan dari orang yang membebaskannya (si warga).

Kuberi satu permintaan. Monggo…” ucap si Jin poci dengan logat Jawa kental serta pakaian adat khas Jawa.

Mau korupsi, pungli, sogokan ilaaaang dari muka bumi. Isoh Jin (bisa nggak)?” jawab si warga dengan nada mantap masih menyisakan guratan kegeraman.

Sambil mengelus dada dan pasang muka sok bijak, si Jin pun menjawab, “Bisa diatur…” kata si Jin poci. Namun ia menambahkan kalimatnya.

Wani piro (terj: berani bayar berapa?)?”tambah si Jin poci dengan nada senyum dan ekspresi mengejek. (more…)

(Pura2) Ngamen di Perempatan Taman Menteng

(Pura2) Ngamen di Perempatan Taman Menteng

Ceritanya, setelah kurang lebih sejam berlari-lari main futsal aku kecapekan dan memutuskan istirahat. Setelah sekiranya badan cukup segar kembali, aku ambil kamera saku di dalam tas dan motret-motret objek bareng seorang kawan. Dan entah kenapa juga tiba-tiba kepikiran untuk ngelakuin hal yang ‘gokil’ dan nekad. Istilahnya “Berani Malu” gitu lah.

Setelah mencari-cari ide ‘kreatif’ motret gokil, barulah aku kepikiran untuk ngambil gambar saat ‘ngamen’ di lampu merah perempatan Taman Menteng. Aku beranikan diri dan aku siapkan mentalku untuk berani malu. Setelah berada di posisi yang diinginkan, kamera dipegang kawanku sementara aku ‘acting’ selayaknya pengamen di perempatan. Ku angkat tangan di depan dada seolah seperti tengah bertepuk sambil bernyanyi di samping pintu kemudi Mobil Jazz. Sang sopir hanya memandangku seolah penuh tanya, “Ini anak ngapain? Ngamen kok nggak niat gitu?” barangkali demikian yang terlintas di pikirannya. Sementara di jok belakangnya kulihat beberapa SPG Djarum cekikian senyum-senyum gak jelas. Kawanku beberapa kali mengambil gambar saat aku ‘beraksi.’ (more…)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 68 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: