Aturan ‘Polisi Tidur’


Aturan ‘Polisi Tidur’

Kalian tahu khan yang namanya Polisi? Sebuah profesi yang sering dikonotasikan dengan seragam coklat yang berdiri di pinggir or tengah jalan yang selalu siap ‘menjewer’ para pengendara yang melanggar. Nah, kalau polisi tidur tahu juga khan? Polisi yang sering tiduran? Halah. Pertanyaan pertama, kenapa bisa disebut polisi tidur? Kalau kamu punya jawabannya, mohon di-share di sini ya… :-)

Begini kawan, berbicara mengenai polisi tidur, tak kusangka ternyata Polisi tidur ada aturan pembuatannya. Di dalam peraturan menteri perhubungan, polisi tidur disebut dengan ‘alat pembatas kecepatan kendaran bermotor’. Mungkin karena alasan fungsi polisi tidur adalah untuk membatasi dan menghalangi pengendara yang melewati sebuah jalan yang memiliki kesamaan fungsional praktik dengan profesi polisi (lalu lintas) yang secara tidak langsung menjadi penghambat kecepatan, maka disebutlah dengan polisi tidur. Tidur karena posisinya seperti orang yang tidur.

Versi lain, ini yang dulu diceritakan ibu, bulik, dan paklik ketika aku masih usia TK. Dulu, yang namanya polisi tidur itu selalu ditandai dengan cat tanda zebra (garis hitam putih). Nah, karena polisi memiliki decker serupa berwarna hitam putih yang menghiasi seragam pada lengannya, maka disebutlah dengan polisi tidur. Untuk alasan tidur sama, yaitu karena posisinya seperti orang tidur.

Kembali ke topik masalah bahwa pembuatan polisi tidur itu ternyata ada aturan main resminya. Informasi ini kuperoleh saat aku membaca Pikiran Rakyat, Sabtu 11 Desember 2010. Di situ disebutkan mengutip dari Peraturan Menteri Perhubungan No. 3/2004 Pasal 5, terdapat ketentuan bahwa pembatas kecepatan harus dibuat dengan tinggi maksimal 12 cm, lebar minimal 15 cm, dan sisi miring dengan kelandaian maksimal 15%.

Masih belum lengkap kawan. Di dalam pasal 4 ditambahin lagi bahwa alat pembatas kecepatan hanya bisa dipasang di jalan pemukiman, jalan local kelas III C, dan jalan-jalan yang sedang dilakukan pekerjaan konstruksi.  Selain itu, sebelum adanya polisi tidur harus didahului dengan rambu peringatan.

Nah, sekarang jika kita sudah tahu aturan pembuatan ‘polisi tidur’, maka sudah saatnya kita perbaiki polisi-polisi tidur di lingkungan kita. Jangan sampai keberadaan polisi tidur justru bikin masalah lebih luas lagi. Oke guys, sekarang saatnya tidur dulu. :-d

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

About these ads

10 Tanggapan

  1. polisi tidurnya tiduran massal :))

    “sudah saatnya kita perbaiki polisi-polisi tidur di lingkungan kita” << kita yang perbaiki..? eh? gimana cara?

    • @NAdia: dibongkar lah
      lapor RT
      kasih informasi ini,
      diprint saja posting ino :D

      heheehhe

  2. Nice article, thanks for share
    artis

    • @Artis: sama2

  3. informasi yang menarik,. saya baruu tau bro…
    btw, klo polisi tidurnya seperti gambar diatas.. kapan sampai tujuan ya?? hahaha.. :))

    • @Tepoe: hahaha klo beneran ada, ya kayaknya g bakal nympai karena rontok dulu roda2nya

      hahahaha

  4. Kadang kalo kita lagi buru2, menyebalkan juga melewati jalan yang banyak poldur-nya. :|
    Belum kalo ngelewati poldur yang “tajem”, terlalu tinggi, atau gak proporsional seperti di jalan2 kampung. Kecil, tapi gundukannya tinggi. Duh, bener2 harus pelan ngelewatinya.

  5. @Asop: klo di Bandung kayaknya g perlu dikasih Poldur Sop..
    kenapa??
    krn jalannya sudah ada poldur alami berupa lobang2 yg menganga di sepanjang jalan raya.. :D

    heheheehe

  6. trus kalau di dekat sekolah apa harus laporan ? n kepada siapa kita harus izin

  7. ……ane kira klo polise benar2 tidur disitu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 91 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: