Iklan Kartu AS vs XL, Apakah Sule Melanggar?


 

Sumber Klik Saja Pada Gambar

Sumber Klik Saja Pada Gambar

Iklan Kartu AS vs XL, Apakah Sule Melanggar?

Beberapa waktu lalu, aku melihat sebuah iklan Kartu AS yang diiklankan oleh Sule (Artis pelawak_pen) di televisi. Dalam sebuah iklan, ia tampil seolah-olah sedang diwawancarai oleh wartawan. Kemudian ia selanjutnya berkomentar,”Saya kapok dibohongin sama anak kecil,” ujar Sule yang disambut dengan tertawa para wartawan, dalam penampilan iklannya.

Berikut video iklannya:


Pada saat menonton iklan tersebut, aku langsung teringat iklan Kartu XL yang juga dibintangi Sule juga bersama Baim dan Putri Titian. Terjadilah dialog antara Sule dan Baim. “Gimana Im, Om Sule ganteng khan?” tanya Sule.

Jelek!” jawab Baim memperlihatkan muka polosnya.

Kemudian Sule memberikan dua buah makanan (entah permen or apaan) kepada Baim dengan harapan Baim akan mengatakan ‘Sule ganteng’. Namun Baim masih menjawab apa ada seperti jawaban sebelumnya. “Dari pertama, Om Sule itu jelek. Dari pertama kalau Rp. 25,- XL, murahnya beneran.” jawab Baim lagi, dan seterusnya.

Berikut video iklannya:

Satu hal yang bikin aneh, kok bisa satu orang muncul dalam dua penampilan iklan yang merupakan satu produk sejenis yang saling bersaing, dalam waktu yang hampir bersamaan. Jeda waktu aku menonton penampilan Sule dalam iklan di XL dan AS tidak terlalu jauh. Hanya hitungan hari seingatku. Ada sebagian yang bilang, apa yang dilakukan oleh Sule tidak etis dalam dunia periklanan. Mereka menyoroti peran Sule yang menjadi ‘kutu loncat’ ala tokoh parpol yang secara cepat berpindah kepada pelaku iklan lain yang merupakan kompetitornya. Sebagian lain berpendapat, sah-sah aja.

Sejauh yang kuketahui, pada prinsipnya, sebuah tayangan iklan di televisi (khususnya) harus patuh pada aturan-aturan perundang-undangan yang bersifat mengikat serta taat dan tunduk pada tata krama iklan yang sifatnya memang tidak mengikat. Beberapa peraturan perundang-undangan yang menghimpun pengaturan dan peraturan tentang dunia iklan di Indonesia yang bersifat mengikat antara lain adalah peraturan sebagai berikut:

Selain taat dan patuh pada aturan perundang-undangan di atas, pelaku iklan juga diminta menghormati tata krama yang diatur dalam Etika Pariwara Indonesia (EPI). Ketaatan terhadap EPI diamanahkan dalam ketentuan “Lembaga penyiaran wajib berpedoman pada Etika Pariwara Indonesia.” (Pasal 29 ayat (1) Peraturan KPI tentang Pedoman Perilaku Penyiaran).

Lembaga penyiaran dalam menyiarkan siaran iklan niaga dan siaran iklan layanan masyarakat wajib mematuhi waktu siar dan persentase yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. (Pasal 29 ayat (2) Peraturan KPI tentang Pedoman Perilaku Penyiaran).

Materi siaran iklan yang disiarkan melalui lembaga penyiaran wajib memenuhi persyaratan yang dikeluarkan oleh KPI. (Pasal 46 ayat (4) UU Penyiaran).

Isi siaran dalam bentuk film dan/atau iklan wajib memperoleh tanda lulus sensor dari lembaga yang berwenang. (Pasal 47 UU Penyiaran).

Pedoman perilaku penyiaran bagi penyelenggaraan siaran ditetapkan oleh KPI. (Pasal 48 ayat (1) UU Penyiaran).

Siaran iklan adalah siaran informasi yang bersifat komersial dan layanan masyarakat tentang tersedianya jasa, barang, dan gagasan yang dapat dimanfaatkan oleh khalayak dengan atau tanpa imbalan kepada lembaga penyiaran yang bersangkutan. (Pasal 1 ayat (15) Peraturan KPI tentang Pedoman Perilaku Penyiaran)

Siaran iklan niaga dilarang melakukan (Pasal 46 ayat (3) UU Penyiaran):

  1. promosi yang dihubungkan dengan ajaran suatu agama, ideologi, pribadi dan/atau kelompok, yang menyinggung perasaan dan/atau merendahkan martabat agama lain, ideologi lain, pribadi lain, atau kelompok lain
  2. promosi minuman keras atau sejenisnya dan bahan atau zat adiktif;
  3. promosi rokok yang memperagakan wujud rokok;
  4. hal-hal yang bertentangan dengan kesusilaan masyarakat dan nilai-nilai agama; dan/atau
  5. eksploitasi anak di bawah umur 18 (delapan belas) tahun.

Selanjutnya, mengenai pengaturan Etika Pariwara Indonesia (EPI), silakan kawan-kawan download di sini (klik di sini – mengingat terlalu panjang). Intinya, mengenai kasus Sule yang menjadi bintang iklan pada dua produk kompetitor, aku tidak melihatnya sebagai sebuah pelanggaran kode etika pariwara Indonesia (EPI).

Kejadian seperti itu sebenarnya telah terjadi jauh sebelum Sule mengalaminya hari ini. Kawan-kawan pasti masih ingat iklan produk Honda -Astrea Grand- yang dibintangi keluarga Si Doel Anak Sekolahan. Mulai dari si Doel (Rano Karno), Mandra (Mandra), mas Karyo (Basuki), dan Atun (Suti Karno), mereka semua membintangi iklan motor bebek Honda Astrea Grand hingga semakin mengukuhkan peringkat Honda sebagai pabrikan terlaris di Indonesia (kategori motor). Namun sesudah itu, keluarga si Doel berpecah. Si Doel dan mas Karyo beralih ke pabrikan Mocin (Motor China) bermerk Bangau; sementara Mandra masih di Honda. Beberapa saat kemudian pun mas Karyo berpindah ke Suzuki untuk mengiklankan “Si Gesit Irit”. Baik Honda, Jialing, dan Suzuki merupakan produk sejenis yang merupakan kompetitor. Artinya, kejadian Sule bukanlah kejadian pertama kali. dan yang paling penting, hal itu sah-sah saja karena aku tidak melihat adanya pelanggaran kode etik. Lain soal jika terkait persoalan materi kontrak.

Namun demikian, yang patut dipersoalkan bukanlah pada peran Sule yang tampil di dua iklan produk sejenis, tetapi pada materi iklan yang saling menyindir dan menjelekkan. Dalam salah satu prinsip etika yang diatur di dalam EPI, terdapat sebuah prinsip bahwa Iklan tidak boleh merendahkan produk pesaing secara langsung maupun tidak langsung.” Di sinilah yang sebenarnya patut dijadikan sebagai objek pembicaraan dan diskusi. Sebagaimana banyak diketahui, iklan-iklan antar produk kartu seluler di Indonesia selama ini kerap saling sindir dan merendahkan produk kompetitornya.

Contoh Perang Iklan XL vs Telkomsel di billboard Medan

Contoh Perang Iklan XL vs Telkomsel di billboard Medan

Di dalam EPI juga diberikan beberapa prinsip tentang keterlibatan anak-anak di bawah umur -apalagi Balita- seperti antara lain:

  • Anak-anak tidak boleh digunakan untuk mengiklankan produk yang tidak layak dikonsumsi oleh anak-anak, tanpa didampingi orang dewasa.
  • Iklan tidak boleh memperlihatkan anak-anak dalam adeganadegan yang berbahaya, menyesatkan atau tidak pantas dilakukan oleh anak-anak.
  • Iklan tidak boleh menampilkan anak-anak sebagai penganjur bagi penggunaan suatu produk yang bukan untuk anak-anak.
  • Iklan tidak boleh menampilkan adegan yang mengeksploitasi daya rengek (pester power) anak-anak dengan maksud memaksa para orang tua untuk mengabulkan permintaan anakanak mereka akan produk terkait (lihat halaman 34 EPI).
Perang Iklan XL - Telkomsel

Perang Iklan XL - Telkomsel

Oleh karenanya, menurutku yang lebih tepat untuk didiskusikan bukan pada peran Sule, namun pada materi iklan keduanya. Apakah iklan tersebut dapat dikategorikan merendahkan produk pesaing? Kedua apakah iklan yang menampilkan anak tersebut dapat diperkenankan? dan hal-hal lainnya karena EPI membahas banyak sekali hal-hal terkait pariwara atau iklan. Kusarankan kawan-kawan semua untuk membaca terlebih dahulu UU terkait dan EPI (download di sini). Di dalamnya dibahas sangat detail antara lain mengenai misalnya penggunaan bahasa, hak cipta, tanda asteris (*), penggunaan kata ‘Paling’, penggunaan kata ‘satu-satunya’, penggunaan kata ‘gratis’, pencantuman harga, garansi, takhayul, hiperbolisasi, penampilan produk tertentu, merendahkan, peniruan, perbandingan harga, keterlibatan seorang jasa profesi, hadiah, dll masih banyak lagi. Sebagai tambahan, sebuah pelanggaran siaran iklan bisa dilakukan tindakan berupa teguran, peringatan, dan pemidanan. So, bagaimana pandangan kawan-kawan, apakah Sule melanggar?

Berikut contoh-contoh kasus pelanggaran iklan sepanjang tahun 2006 – 2008 (klik di sini).

Ahmed Fikreatif (bbs)

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

About these ads

70 Tanggapan

  1. Aku dapat pertamaxxxxxxx gak ya ????
    Aku kok malahan baru mengetahuinya sekarang ya, kalo kemaren ada yang gituan. setuju sekali ma ulasannya brow,kalo yang lebih tepat untuk didiskusikan emang harus pada materi iklan keduanya.

    • @Huda: yup..
      disini pertamax mah gampang
      soalya yg komen g bejibun :D

      klo br tahu ya silakan mendengar dan melihat dulu serta membandingkannya :)

  2. Memang saya juga berpikir hal seperti itu, kok bisa ya saling menjatuhkan seperti itu

    • @Ibnu: pelaku iklan di Indonesia sudah terlalu kreatif sehingga mulai meninggalkan Etika Pariwara dan Tata Krama periklanan di Indonesia
      seringnya melihat kreativitas luar negeri yang etika-nya berbeda.

      • Betul itu, selain saling menjatuhkan lebih ke penipuan jg, contoh iklan deterjen RI*SO yg bilang sekali kucek langsung bersih? wah masa noda tinta skali kucek bersih? haduh… haduh… kl mo liat dosa, ini kan dosa… hemmm

      • @Gdo-Gado: mungkin lbh tepatnya pembodohan publik kali ya…. :)

  3. Wooww.. Salut dengan postingannya, sangat lengkap, informatif…
    Mungkin Sule sebenarnya dongkol dalam hati dikatai “jelek” oleh baim. Telkomsel jeli melihat peluang ini, namun memang diluar etika… Hehehe

    • @Muhyasir: terima kasih.
      hahahaha
      bisa aja kau Sir… :mrgreen:

  4. kita tunggu iklan balesannya..

    hehe…

    • @Maseko: Hahahaha..
      mrk yg bikin iklan, kita yg dengerin dan nonton serta ketawa. tp pakai kartunya tetap bukan XL atau SIMPATI
      hahahaha

      • selamat pagi

        kalo saya pake 3.

        jadi iklan2 bersaing antara XL dan AS itu cuma jadi hiburan ane semata :D

        terima kasih dan mohon maaf :o

      • Alisnaik: selamat pagi juga

  5. eh gan, masa sih ada iklan kartu AS yang pake bintang Sule? ane kok belum lhat ya? belum gencar-gencarnya ya? kan yg lagi sering iklannya klanting itu.

    trus yg billboard di medan itu ekstrim banget ya gan?
    kliatan banget kalau dua kartu itu di medan tidak harmonis.

    tapi iklan pepsi di luar negeri malah lebih frontal lho gan. pernah liat yg anak kecil mau ngambil pepsi pake injekan kaleng coca-cola.

    • @Tegas: Iya ada. tuh lihat aja di video youtube di atas.
      iklannya pendek.

      klo di billboard paling bikin ketawa saja dan dongkol pegawai2nya XL. hahaha

      Klo iklan Pepsi dan cocacola yg diinjek itu memang hasil kesepkatan (MOU) antara Pepsi dan Cocacola Gan..
      jd, mereka itu awalnya ejek2an lewat iklan, lalu malah bikin MOU untuk balas2an produk dengan menampilkan secara vulgar produk kompetitor mereka.
      sehingga tim masing2 Pepsi dan Cocacola berlomba kreativitas untuk saling mengejek.
      begitulah kira2nya…
      intinya mereka sudah saling bikin MOU.

  6. oalah..
    saya baru tahu deh ini kalau ternyata mereka malah bikin MoU.
    harusnya yang di Indonesia juga begitu ya, biar lebih fair dan lebih sehat.
    gak bikin ngakak kaya yg di medan. hehe.
    iya ga gan? :D

    • @Tegas: bisa jadi mereka mungkin sudah Mou untuk saling jelek menjelekkan juga sih.
      siapa yg tahu khan?
      he3x.

      Tp emang Telkomsel kerap mukul telak serangan2 XL dlm setiap iklannya
      itu yg sy lihat sejak dulu. :D
      duitnya lbh gedhe Gan…

      • Telkomsel kan emang pemain lama gan di dunia telekomunikasi Indonesia.
        saya masih ingat dulu perdana simpati dijual dengan harga 100rb. haha :D

        kita lihat aja gan, kalau XL udah mulai beranjak dewasa, pasti pertarungannya lebih seru. apalagi kalau indosat ikut ambil bagian, hehehe :D

      • @Tegas: Sy malah seneng klo mereka perang.
        syukur2 perang tarif
        biar murah akhirnya :D

  7. lho Sule udah pindah ke As
    perasaan baru banget iklan xl nya itu ya
    ck ck ck

    • @Gerhana / Jule: yup. hahahaha
      itulah bisnis.

  8. hahahaha…. memang terlihat sekali persaingan diantara keduanya ini…..

    • @Usup : sejak dulu…Gan….
      tp klo menurutku Telkomsel selalu berhasil memukul telak serangan XL. :D

      *sy sendiri pakainya IM-3 dan Flexi lho Gan…

  9. kalo saya liat kasus sule ini justru beda dengan kasus si doel.. setau saya keluarga si doel menjadi bintang honda selama beberapa tahun, dan kemudian sesudah kontraknya habis [jauh dari penayangan terakhir iklan honda versi keluarga si doel] baru beberapa memiliki ikatan kontrak dengan beberapa produsen motor yg berbeda..
    sedangkan ikaln sule ini sangat berdekatan, hanya dalam hitunggan minngu iklan XL versi sule keluar, disusul oleh iklan AS versi sule.. bahkan klo di pikir pake logika [logika saya ya, gan] kontrak sule jika pun hanya 6 bulan, pasti belum terpenuhi.. tapi sule sudah mengambil iklan profider kompetitor.. tentu saja keberadaan sule si iklan AS menciptakan bentuk pemahaman di masyarakat yg merugikan XL..
    yg saya herankan, apa kah XL benar” tidak mengikat kontrak sule untuk jangka waktu tertentu [mis. 6bln atau 1thn] sehingga sule dengan bebas mengiklankan produk kompetitor?? atau sule telah menyalahi kontrak iklan XL dengan menjadi bintang iklan AS ini??

    • @Zikri: Wah, jangan digabungin antara kode etik periklanan dengan materi kontrak antara Pelaku Iklan dengan Model Iklan. Model Iklan tidak terlalu diatur di dalam EPI Ban..

      Itulah sy tulis di tulisan sy bahwaa: “Artinya, kejadian Sule bukanlah kejadian pertama kali. dan yang paling penting, hal itu sah-sah saja karena aku tidak melihat adanya pelanggaran kode etik. Lain soal jika terkait persoalan materi kontrak.”

      Klo terjadi pelanggaran kontrak oleh Sule, mk itu persoalan Sule dengan pihak XL. Apakah konsekuensinya? Bisa jadi selesai di uang. Ibarat transfer pemain sepakbola gitu lah. Atau memang jangan2 kontrak Sule hanya untuk spot 1x tampil di iklan.

      jd artinya ga ada yg salah jika Sule ikut kontrak lain sesudahnya.
      intinya, bedakan EPI dengan materi kontrak Gan….

  10. awalnya aku pake kartu Halo .. tp berhubung klo buat inet-an mahal n temen2 rumpiku pd pake XL .. jd aku ganti pake XL. Beneran lho, sodaraku yg gawe di telkomsel gk mau tlp aku di XL, dia lbh milih nelfon aku di pleki-ku .. sebegituuunyaaa .. hehe
    ..just sharing sih, sori klo gk penting…

    • @Itta: wkwkwkwkwkwk
      smpai segituya ya saudara mbak Itta…

      he3x

  11. ah biarin saja mereka…. buat lucu2an dan seru2an asal bukan menyerang SARA dan HAM

    toh preferensi produk telekomunikasi kembali ke diri masing-masing… saya pun masa bodo yg ptg m3 :P

    • @Oz: yup. pakai IM3. Ikatan Mahasiswa Murah Meriah

  12. owalah fik-fik
    wes jar no wae
    wong yo kita nggak pake si merah maupun si biru
    kejadian koyo mengkono kan wes lumrah nak indonesia. wes ra pernah nganggo toto kromo adicoro LOL

    • @Pakdhe gatot: Toto Kromo Adicoro..
      badalai….
      pakai ono adicoro barang ig…
      wkwkwkwkwk

  13. - Yang bikin kontroversi adalah jeda penayangan iklan kedua produk tersebut yang sangat dekat. Kita tidak tahu kontraknya, namun memang agak mencurigakan.
    - kalo secara peraturan mungkin hal tersebut dibolehkan, namun secara etika bisnis hal tersebut justru jadi “bumerang” buat t*******l karena mereka ada kesan bajak membajak model dan materi iklan.

    • @Aslich: klo menurutku sih jeda yg singkat g kontroversial jg kok. Kalao memang kontrak selesai mau gimana?

      Kenapa jd bumerang buat Telkomsel?
      pdhal sejarahnya, hasil penelusuran sy secara kasar,
      yg pertama kali mengawali perang iklan itu justru XL lho…

      Sy curiga, jangan2 XL dan Telkomsel memang sengaja bikin Mou untuk saling sindir2an di Iklan seperti Cocacola dan Pepsi di Luar Negeri.

      “membajak” model iklan bukan bagian dr wilayah Etika Pariwara Indonesia sepertinya lho mas..

      –Aku bukan pengguna Telkomsel / XL. tapi IM3. xixixixi–

  14. mas didunia periklanan itu lumrah…sudah lama dikenal..apalagi untuk perusahaan yg head to head langsung kompetisinya .
    seperti iklan Coca cola dan Pepsi tau kan

    tpi tetep aja kalo dilakukan diIndonesia, aq rasa gak etis…

    karena kita masih budaya timur, dimana org2nya mengenal tata krama .. gak to the point seperti org barat…
    cuma mungkin globalisasi sudah mengubah cara pandang orang banyak jadi,, tim kreatif iklan jaman skrg merasa pantas2 aja membuat iklan yg seperti ini.

    • @Suci: mbak Suci, sudah sy jelasin di atas bhw iklan Coca Cola dan Pepsi di luar negeri yg saling jelek2an itu sdh ada MoU bersama. Itulah kenapa produknya ditampilin. Jd, kasusnya beda. Cocacola dan Pepsi -dlm kasus tsb- masih pakai Etika Iklan yg berlaku di luar negeri.

      Klo menurut mbak Suci lumrah, menurut sy tetep saja g lumrah. Kenapa? karena EPI (Etika Pariwara Indonesia) melarang itu. Pdhal EPI disusun bersama oleh para pelaku iklan di Indonesia. Itu kesepkatan mereka. Salah satunya adl tdk saling mengejek.

      Jd, di barat pun punya etika periklanan yg mirip dg Indonesia sebenarnya.

  15. saya paling inget waktu bilang “nggak mau dibohongi anak kecil”.. hehe
    ternyata ada aturnnya juga toh? makasih infonya

    • @Abid: ada cuy

  16. Aku salut sama Honda..
    Persaingan XL vs Tsel mungkin kayak Yamaha vs Honda..

    Tapi bedanya, kalo XL vs Tsel bener2 saling jatuhin, tapi kalo Yamaha vs Honda ga..

    Sejauh yang saya liat, justru cuma Yamaha yang selalui mncoba menjelekkan honda…

    Dari sini ane pnya dua pandangan, ini murni tanggapan saya terhadap sikap Yamaha dalam beriklan:
    1. Menjelek2n justu menunjukkan usaha pihak yang melakukan untuk menutupi kejelekan diri sendiri dengan sesuatu yang dituduhkan sbg kelemahan lawan. Saya pribadi langsung antipati dan tertanam kesan “murahan”.
    2. Yamaha tidak bisa menunjukkan di sisi mana dia lebih unggul dari kompetitor, selain dari pada mencari kelemahan kompetitor..

    Yang lebih membuat saya sedikit aneh, seharusnya kita bisa berpikir dewasa lah, bkan mau mengkritik tokoh kenamaan yang memainkan iklan Yamaha, tapi cobalah memberi contoh yang baik, karena yang saya tau menjelekkan itu tidak pernah dianggap sebagai sesuatu yang baik..

    Di sisi honda, saya sejauh ini belum melihat honda mengcounter cercaan thdpnya dengan cercaan yang serupa. Semoga Honda ttp demikan, dan hanya berusaha memperbaiki produk yang ditawarkan, serta menyampaikan hal yg sesuai ttg produk yang ia tawarkan…..

    • @Pengamat: hak anda untuk berpendapat demikian :D

  17. hehe,gag cm iklan m0t0r maupun kartu, 0rg yg bumbu penyedap/kaldu aj jg ada k0q.yg satunya blg,warna air kaldu kekuningan kalu d cmpur air,mrip kaldu asli,sdap d pndang,enak pula.yg satunya,air kaldu warnanya putih spt kaldu dging asli..

    • @Dwieq: hehehehe
      emang bener
      tp yg sekarang sedang HOT di pembicraan lg ini :D

  18. ahh kok diributin sih?? emg kita2 yg ribut dpt komisi apa??? mending ngurusin urusan pribadi masing2 aja drpd ngeributin mslh ga penting kaya gt.. :p

    • @Putri: wah, kok kesannya kmu mengarah ke egois ya?
      mungkin masalah ini g penting bg mbak
      tp agi sy ini penting krn ini menyangkut pelanggaran etika, hukum dan nilai sopan santun

      jika moralitas dan etika sudah tdk dipakai, mk apa beda manusia dengan binatang
      :d

  19. itu sih urusan masing2 , tapi klo sdh ada aturan dari pemerintah y baiknya ditaati, ujung2nya konsumen yg jadi korban deh

    • @Dian sahid: klo sudah gitu sy kira udah bukan urusan masing2 mas…
      kita perlu jadikan pelajran dan ilmu

  20. tapi menurut saya kurang etis aja sule membintangi iklan as setelah sebelumnya dalam waktu yg tidak lama juga membintangi iklan xl,,

    boleh lah para pihak pebisnis telekomunikasi ini bersaing ,, tp bersaing secara sehat! g perlu menjelek2an, lebih baik kasih tau aja keunggulannya seperti apa,, biar masyarakat yang menilainy sendiri!!

    • @Ebook: nah, krn sy bagian dr masyarakat mk sy boleh dong untuk menilainya :D

  21. Iklan as yang baru ada “baim”nya(gak tau sih mukanya gak diliatin tapi suaranya mirip)wah makin panas nih

    • @Ahmad: iya sy jg br ngeliat
      pokoknya XL klah telak dah -secara iklan- klo dibandingin sama iklan AS.. :D

  22. iklan sekarang kayak drama aja. sambung menyambung. saling balas membalas.haha

    • @Sedan: malah jd hiburan tersedniri :D

      ngmong2 soal Sedan, sy pny temen lulusan Riyadhatut Tholibin Sedan

  23. iya betull tuhh XL yg mulai duluan….
    kan awalnya AS dan XL sama sama punya iklan tarif murah dari menit pertama, As cuma 25 dipromoin oleh Klantink. kalo XL 50 rupiah dipromoin oleh Baim, Sule, sama Putri Titian.
    trus tiba tiba XL ngeluarin iklan (tanpa Sule), Putri Titian memberikan Baim pilihan, mau yang 25 (duit palsu) atau yang 50 (duit asli), tentu saja Baim milih yang 50.

    nah sejak itu As mulai membalas XL dengan inti iklannya “jangan mau dibohongin anak kecil”.

    • @Riadi: kayaknya sblm itu jg dah ada persaingan kok
      :-s

  24. emang sule jelek khan,,,,,aku setuju ama baim syukur alhamdulilah sule udah nggak jadi bintang iklan xl …….kalau dia masih bertahan di iklan xl nomor hpku mau aku buang walau 10 digit

    • @Rizqi: hahahahahahaha

  25. baru tau kalau sule ada di kedua iklan.
    suka melototin iklan juga ya??? sama :)

    • @Wyd: kemana saja om?

      • kok banyak banget yang ngira ID ini milik laki2, ya?

        kemaren sempat bertapa sekian bulan :) but im back now lah….

  26. menarik gan postingannya, lengkap bgt lg infonya.. :-)
    nice post.. hehehehe..
    yang pasti mau XL atau Telkomsel yang paling murah, klo saya mah tetap setia sama IM3.. :-D

    • @ANdhika: sama om…
      dah eman2eman mau buang m3

  27. Seperti perang dunia aja ..

    • @ Ardi: ah kalau mirip perang dunia ya enggak lah…
      miripnya di sisi mananya lho?

  28. Mungkin mereka ada sistem kontrak, jadi kalau seorang dikontrak satu produk selama 1 atau 2 bulan, dst. maka setelah usai kontrak dia bisa saja ambil kontrak produk lain, meskipun sejenis….akan melanggar kalau ambil kontrak dari produk yg sama padahal kontrak dengan produk sebelumnya belum kelar…

    • @ABie: sepertinya pilihannya kontraknya hanya untuk satu kali tampil saja.

  29. mau tanya iklan kartu as versi sule siapa yang buat ya agencynya??saya butuh buat skripsi saya…

  30. di iklan yang dibohongin anak kecil, di akhir iklan kalau nda salah ada anak kecil mirip baim tapi dari blakang ya?
    terus bilang apa aku juga lupa.. yang penint juga menjatuhkan juga artinya.
    wkwk..

    seru nih persaingannya.

  31. Kalo Di Tuntut XL menang Tuh Soalnya kan AS Mulai duluan Masuk ke tindakan menjatuhkan tuh gak berani bersaing sehat AS Nya kalah soalnya kalo bersaing sehat makanya dia menjatuhkan…

  32. anda tidak tau misi telkomsel thd malingsit malon? mereka ingin axiata senasib dgn petronas dmn pomnya mulai bangkrut tutup dimana2, iklan disegala race tp pelumas masi kalah sama mesran apalagi enduro, kita uda pinter, jadi menurut saya SULE BENAR DAN BOLEH. lanjutkan , org kita mah uda pinter sm kelakuan tetangga, biarin mereka pulang ambil duit bawa sinibangkrut lg, pulang lagi, bawa lagi, bangkrut lagi, sesuai aspirasi anda

  33. sapa sih yg jadi cewek di iklan nya kartu as yang versi nya zoro itu. .yg jd pasanganya sule

  34. Apakah konsumen bisa langsung beralih karena tokoh Sule, ya ?

  35. dasar sulenya aje belagu aji mungpung mencari ketenaran dmana iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 90 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: