Profesionalisme #2

Berikut percakapan antara aku dan seorang rekan kantor beda unit kerja. Ceritanya, di kantorku jaringan internet tengah mengalami error. Entah karena ada masalah pada server atau apa, yang jelas koneksi internet mengalami putus pada beberapa PC. Ada dua orang staff IT yang bekerja di kantor, namun pada hari itu kebetulan salah seorang diantara berhalangan masuk karena sakit / kecapekan. Karena koneksi internet putus, maka aku menghubungi seorang staff IT yang masuk hari itu.

A : “Hmm, halo. Mbak, koneksi internetnya lagi problem ya? Hmm, boleh tahu kenapa ya mbak?”

B : “Iya.”

Merasa belum memperoleh jawaban yang lengkap, maka aku pun meneruskan pertanyaanku.

A : “Trus apanya yang problem, mbak? Server-nya ya?”

B : “Iya.”

A : “Trus gimana dong?” (beberapa saat agak diam, maka aku meneruskan kalimat ucapanku) “Hmm,, ditunggu aja begitu ya?”

B :”Iya, ditungguin aja.”

(Dalam hati aku pun mikir gimana bisa kelar kalau ada masalah di server hanya di-diemin begitu saja. Emangnya cukup di-doa-in begitu saja langsung bisa po? Jawaban-jawaban singkatnya agak sedikit membuatku merasa geram dan cukup sebal sebenarnya. Kenapa tidak dicoba dilakukan pengecekan atau gimana gitu, tapi justru diberikan jawaban yang sekenanya. Padahal biasanya, jika ada kasus putus jaringan internet semacam ini, ada salah seorang staff IT yang kemudian mengadakan pengecekan ke server jika yang bermasalah adalah server-nya. Setelah dilakukan sedikit perbaikan biasanya jaringan internet akan lancar kembali meskipun perlu proses terlebih dahulu. Artinya, apa ya mungkin bisa hanya ditunggu dan didiemin begitu saja jaringan internet langsung lancar lagi? “Huft, nggak profesional,” batinku.) Continue reading

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 90 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: